
Ketika bertandang ke Taman Nasional Bali Barat, Anda bisa menemukan sebuah monumen yang sarat akan sejarah. Anda akan mengenalnya dengan nama Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, sebuah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia bisa melawan penjajah.
Karena sejarahnya, wajar jika banyak orang penasaran dan ingin mengenal Monumen Lintas Laut dengan lebih dekat. Jika Anda salah satunya, maka tidak perlu khawatir karena penjelasan lengkap soal sejarah dan daya tarik tempat ini ada di sini!
Tahun 1946 adalah tahun yang penting bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu Indonesia sudah merdeka, namun pihak Belanda sedang getol untuk merebut kemerdekaan dari bangsa Indonesia dengan cara mengirimkan pasukan ke negara ini, termasuk Bali.
Orang Bali tentu tidak diam saja melihat kejadian ini, inilah latar belakang Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali pada tanggal 4 April 1946. Operasi ini merupakan perang laut dan perang amfibi pertama yang dialami oleh Indonesia karena terjadi di Selat Bali.
Pada saat itu, pihak Belanda mengirimkan banyak pasukan militer dari sekutu untuk menduduki Bali dan ingin merebutnya kembali. Namun, bangsa Indonesia tidak ingin menyerah begitu saja dan langsung melawan meski dengan peralatan perang seadanya.
Indonesia berhasil membalikan keadaan ketika pasukan yang dipimpin oleh Kapten Markadi berhasil menembus pertahanan pihak Belanda di Selat Bali. Hasilnya, mereka pun bisa menghancurkan dan menenggelamkan kapal laut patroli milik Belanda.
Tapi bukan hanya itu saja dampak Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali. Pasalnya, selain sang kapten ada sosok pahlawan lain yang memiliki jasa besar dalam perang amfibi ini, yaitu I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya yang menjaga pertahanan di darat.
Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini, pemerintah Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur mendirikan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali di Gilimanuk dan Banyuwangi. Khusus untuk yang berada di Gilimanuk, Anda dapat mengunjunginya di TNBB.
Selain punya sejarah panjang, monumen ini juga memiliki pesona dan daya tarik yang tidak terbantahkan, seperti:
Anda mungkin sudah mengenal I Gusti Ngurah Rai dan Kapten Markadi karena peran mereka dalam perang amfibi. Tapi, mempertahankan kemerdekaan tidak akan mungkin terjadi jika hanya dilakukan oleh dua orang. Jadi, masih ada banyak orang di balik mereka.
Mengingat kapan terjadi Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali, yaitu pada 4 April 1946, ada ratusan rakyat Indonesia yang ikut berjuang bersama-sama. Anda bisa melihat semua nama mereka di sebuah prasasti besar yang terletak di belakang monumen ini.
Selain prasasti, daya tarik yang bisa Anda nikmati di sini adalah bentuk monumennya itu sendiri. Bentuknya unik karena Anda dapat menemukan dua buah tank tepat di pintu masuk. Lalu, ada juga eksistensi rudal dan ranjau yang kabarnya eksis sejak masa perang.
Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menemukan patung senjata, bambu runcing, dan gerbang khas arsitektur Bali. Jadi, Anda tidak hanya bisa belajar sejarah saja di sini, tapi juga bisa menikmati panorama indah, berburu fotografi, dan lain-lain.
Karena sarat akan sejarah, monumen ini terbuka secara umum dari pukul 07.00 - 21.00 tanpa biaya. Jadi, jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Rental Bali dan berkunjung ke Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali saat Anda liburan di Pulau Dewata!