
Jangan salah sangka kalau pulau dengan seribu pura ini tidak memiliki tempat wisata religi bernuansa Islami. Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara persebaran agama Islam di Bali, Anda harus mengunjungi Makam Wali Bali 7 Pitu.
Pergi berlibur ke Bali sambil mengikuti perjalanan rohani dengan ziarah Wali 7 Bali tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Situs makam Wali tersebut sangat terjaga dan juga dihormati penduduk sekitar meskipun mayoritas beragama Hindu.
Anda ingin mencari tempat wisata di Bali yang memiliki unsur religi Islami, Anda bisa mencoba berkunjung ke Makam Wali Pitu. Istilah Wali Songo sudah pasti Anda kenali dengan baik di Pulau Jawa.
Wali Pitu merupakan tokoh pemuka agama yang berjasa dalam menyebarkan, mengajarkan, dan menysiarkan agama Islam.
Pasti sangat jarang sekali ada tour wisata ke Bali tapi tujuannya ziarah ke makam para toko pemuka agama Islam. Tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut? Berikut ini beberapa lokasi Wali 7 Bali yang makin populer dikunjungi wisatawan lokal!
Situs makam keramat ini berdekatan dengan pusat wisata dan beberapa searah dengan jalur tour wisata. Salah satunya seperti keberadaan makam Wali Negara atau dikenal dengan nama Habib Ali bin Umar Bafaqih yang berada di Jembarana.
Lokasi tepatnya berada di Jalan Nangka, Desa Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Situs ini berlokasikan di area Ponpes Syamsul Huda. Semasa hidup Habib Ali sangat berjasa dalam mengajarkan, menyebarkan, menanamkan, dan menyiarkan Islam.
Berikutnya, Makam Wali Bali 7 Pitu yang lokasinya berada di Kabupaten Buleleng, yakni Wali Karangrupit tepatnya di Desa Temukus. Mendiang merupakan seorang wali yang asalnya dari China, namanya The Kwan Pao-Lie.
Mendiang Seseh Mengwi adalah Pangeran Mas Sepuh yang memiliki gelar Syeikh Achmad Chamdiun Choirussaleh. Beliau wali yang merupakan putra dari Raja Mengwi ke-5 di Bali. Makamnya berada di Banjar Seseh tepatnya di Desa Cemagi, Mengwi, Badung.
Makam Syeh Habib Umar bin Maulana Yusuf Al-Maghribi ini berada di puncak Bukit Tapak area cagar alam Kebun Raya Bedugul. Belaiu sangat berjasa dalam mensyiarkan Islam di daerah pegunungan Desa Candikuning, Tabanan, Baturiti, dan daerah sekitarnya.
Untuk bisa sampai di lokasi makam, Anda harus menaiki anak tangga yang cukup banyak.
Situs makam Tujuh Wali Bali berikutnya berada di Desa Bungaya Kangin, Karangasem, yakni Wali Kembar. Kenapa disebut sebagai Wali Kembar? Karena dalam satu cungkup terdapat makam Habib Ali bin Zainal Abidin al-Idrus berjajar dengan makam kuno lain.
Selanjutnya, ada makam Habi Ali bin Abu Bakar bin Umar Al-Khamid yang lokasinya ada di tepi pantai Desa Kusamba. Beliau sangat berjasa dalam menyebarkan dan berdakwah kepada keluarga istana.
Wali ketujuh, yakni Pangeran Sosrodiningrat yang merupakan senopati dari kerajaan Mataram. Lokasi makamnya berada di Kampung Ubud dekat dengan terminal bus Denpasar.
Keberadaan Makam Wali Bali 7 Pitu menjadi bukti nyata adanya perjalanan Islam di tengah-tengah kultur agama Hindu. Agar tidak repot saat menjelajahi bali atau berziarah ke makam 7 wali, gunakan rental mobil dari Putri Bali Rental!