
Berkunjung ke pura saat liburan di Bali memang sudah biasa, namun tidak dengan vihara. Padahal, Pulau Dewata juga punya banyak bangunan vihara yang tidak kalah menarik, misalnya seperti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh yang ada di Kabupaten Gianyar.
Jadi selain Pura Tanah Lot dan pura-pura populer lainnya, vihara ini juga bisa Anda masukkan ke dalam daftar itinerary. Hal ini karena sejarah dan berbagai pesona lainnya dari tempat ibadah untuk umat Konghucu tersebut, seperti pada penjelasan lengkap berikut!
Bicara soal Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh Bali, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas tentang sejarahnya. Alasannya karena vihara ini sudah jadi tujuan umat Konghucu di Bali dan seluruh Nusantara untuk merayakan Imlek sejak tahun 1826.
Tokoh yang mendirikan vihara ini adalah seorang imigran dari Tiongkok, tepatnya dari Pulau Hainan. Jadi tidak heran jika arsitekturnya sangat kental dengan budaya China. Tidak seperti pura-pura di pulau ini, yang arsitekturnya kental dengan budaya Bali.
Orang-orang tua atau yang berasal dari generasi lama mengenal vihara ini sebagai Kongco Blahbatuh, jadi Anda tidak perlu bingung karena keduanya adalah hal yang sama. Sebelum dikenal dengan nama yang sekarang, vihara ini sempat berganti nama berkali-kali.
Hal ini karena vihara mengalami beberapa kali pemugaran, tepatnya pada tahun 1951, 1968, dan 1988. Pada pemugaran terakhir yang berlangsung pada tahun 1988, Bupati Gianyar saat itu meresmikan vihara dengan nama Vihara Amurva Bhumi, yang berlaku hingga saat ini.
Selain punya catatan sejarah yang sangat menarik, ada banyak daya tarik lain yang bisa Anda nikmati saat berkunjung ke Vihara Amurva Bhumi Gianyar, seperti berikut!
Seperti pada penjelasan di atas, vihara ini terlihat unik karena bentuk arsitekturnya yang berbeda dengan pura-pura di Bali. Alasannya karena pengaruh budaya China yang sangat kuat, sehingga ada banyak ornamen khas Tiongkok yang bisa Anda temukan di sini.
Sepanjang mata memandang, Anda akan banyak melihat warna merah yang jadi warna keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Ada juga lampion, ukiran pada jendela, dan ornamen khas Tiongkok lain. Umat Konghucu sering datang untuk ibadah di sini.
Lokasinya juga unik, karena terletak di dekat sungai dan di bawah jembatan kuno yang berasal dari era kolonial. Hal ini membuatnya tampak seperti villa, terutama villa khas Ubud. Namun jika Anda lihat dari dekat, akan jelas bahwa bangunan ini adalah vihara.
Selain umat Konghucu yang melakukan sembahyang ce it, cap go, atau merayakan Imlek, umat Buddha juga sering datang ke vihara ini untuk beribadah. Khususnya umat Huayan (Avataแนsaka), salah satu aliran agama Buddha yang paling populer di Tiongkok.
Bahkan ada juga umat Hindu yang datang ke vihara ini untuk beribadah, pasalnya ada pelinggih Hindu di dalam vihara. Hal ini adalah bentuk akulturasi budaya untuk menghargai kebudayaan leluhur orang Bali yang sangat kental dengan pengaruh agama Hindu.
Jika ingin berkunjung ke vihara di Gianyar ini, maka Anda tidak perlu khawatir karena harga tiketnya gratis. Anda cukup datang langsung ke alamatnya, yaitu di Jalan Wisma Gajah Mada Nomor 1, Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Jika Anda bukan datang ke Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh untuk beribadah, maka usahakan datang di hari-hari lain kecuali hari-hari besar agama Konghucu, Buddha, dan Hindu. Sebagai tips, sewa mobil di Putri Bali Rental agar perjalanan semakin nyaman dan mudah.