
Bali masih menyimpan banyak sekali tradisi kebudayaan yang unik dan menantang. Salah satunya seperti tradisi Mesbes Bangke dari Banjar Buruan. Tradisi ini masih jarang sekali dikenal oleh wisatawan lokal ataupun asing.
Jika mendengarnya pun Anda mungkin akan merasa takut, dan mengira ini adalah salah satu bentuk penyiksaan. Karena tradisi mesbes merupakan tradisi pemakaman mayat yang cukup unik dan menantang. Penasaran? Baca informasi di bawah ini!
Ada satu tradisi di Bali yang unik di mana nantinya warga akan mencabik-cabik mayat yang hendak dikebumikan. Wajar jika Anda terkejut, karena memang beginilah tradisi pemakaman unik yang ada di Bali selain ngaben.
Tradisi Mesebes ini hanya ada di Banjar Buruan, Tampak Siring, Gianyar. Bagi Anda yang baru pertama kali mendengar bagaimana tradisi ini dilaksanakan, sudah pasti akan tercengan. Memang prosesnya mayat orang atau bangke ini akan dicabik-cabik oleh warga.ย
Tradisi tersebut tidak dilakukan pada semua jasad manusia yang sudah meninggal. Tapi, upacara adat ini hanya akan digelar untuk ngaben yang sifatnya pribadi atau personal. Karena untuk melakukannya harus melihat hari baik dan mayat harus beberapa hari ada di rumah.
Ritual adat Mesbes Bangke sebenarnya tidak tertulis di sejarah, tapi tradisi ini memang berasal dari penduduk asli Banjar Buruan. Konon, dulunya warga di Banjar Buruan merasa tidak tahan dengan bau anyir atau bau busuk dari jasad manusia.
Di zaman dulu belum ada formalin untuk mengawetkan jenazah. Kemudian, warga berusaha mencari cara agar mayat tersebut tidak berbau busuk. Karena itulah muncul pikiran untuk mesbes (mencabik) mayat.
Pada prosesnya mereka harus merasakan kegembiraan agar lupa akan bau busuk dari tubuh yang mebusuk itu. Para warga yang ikut serta dalam proses mesbes akan berkumpul. Dan ketika jenazah di bawa ke pekarangan secara spontan akan diserbu oleh warga untuk dicabik.
Mungkin baru pertama kali ini Anda membaca dan mendengarkan upacara adat Bali yang cukup ekstrem. Ketika ritual ini berlangsung, seluruh penduduk ikut mencabik mayat tersebut. Proses ritualnya pun tidak sembarangan dilakukan.
Awalnya, warga asli akan berkumpul untuk menyambut jenazah dari rumah duka. Lalu, ketika jasadnya diarak sanak saudara melewati para warga, spontan mereka akan mencabiknya. Semua yang ikut akan meluapkan kegembiraan untuk menghilangkan baunya.
Prosesnya juga diiringi dengan gamelan khas Bali, yakni Baleganjur. Tidak hanya itu, prosesnya juga disertai dengan guyuran air. Konon katanya, sebagian warga yang ikut mesbes ada yang kesurupan, dan ada juga yang masih sadar sepenuhnya.ย
Setelah para warga lelah mencabik mayat, barulah jenazah tersebut dikremasi atau mengikuti upacara ngaben. Untuk ritual ini, jenazah akan digelar untuk ngaben personal.
Salah satu tujuan upacara adat Bali adalah untuk melestarikan kebudayaan yang ada sejak para zaman leluhur. Dan, ritual mesbes ini dilakukan agar warga tidak mencium bau busuk saat mengarak jenazah.
Ada pula pantangan yang tidak boleh dilakukan, yakni mayat tidak boleh sampai terjatuh dan menyentuh tanah Walaupun zaman sudah modern, tradisi ini masih dilakukan oleh warga Banjar Buruan, Desa Tampaksiring..
Mesbes Bangke adalah tradisi pemakaman yang cukup ekstrem dan hanya dilakukan oleh warga Banjar Buruan, Gianyar. Bagi Anda yang tertarik untuk menjelajahi budaya Bali di daerahnya langsung, jangan lupa gunakan sewa mobil dari Putri Bali Rental.