putri bali rental mobil di bali

Mitos di Bali, Makna, dan Etika Wisatawan Menghadapinya

Mitos di Bali

Mitos di Bali adalah bagian dari kepercayaan dan kearifan lokal masyarakatnya. Ada banyak mitos dari Bali yang terkenal seperti tempat sakral sampai dengan benda keramat. Semua mitos dari Bali ini menjadi kebudayaan lisan yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran berbagai mitos di tengah perkembangan kawasan wisata di Bali menjadi daya tarik tersendiri. Nuansa Bali dengan ragam mitosnya menciptakan kekayaan yang tak hanya panorama, tapi juga spiritual yang kental.

Wisatawan yang mengeluarkan budget wisata ke Bali demi kenyamanan liburan, tentu harus memahami rangkaian mitos yang ada. Memahami mitos yang ada di Bali bukan hanya soal percaya, tapi bagaimana membentuk toleransi di kawasan budaya.

Deretan Mitos Populer di Bali

Jika digali lebih dalam, jumlah mitos dan kepercayaan masyarakat Bali sangat banyak. Ada mitos yang berakar dari tempat, benda, sampai makhluk tertentu. Berikut beberapa mitos populer di Bali yang menarik untuk wisatawan pahami:

1. Larangan Berkunjung dengan Pasangan

Salah satu mitos di Bali yang paling terkenal adalah larangan berkunjung dengan pasangan ke tempat tertentu. Beberapa tempat yang berkaitan dengan mitos ini adalah Tanah Lot serta Candi Datar.

Saat sepasang kekasih datang ke tempat tersebut, maka ada mitos bahwa mereka akan putus cinta. Namun pada dasarnya, makna dari mitos ini adalah imbauan agar tetap menjaga kesucian tempat ibadah.

Pada dasarnya masyarakat lokal masih tetap menyambut pasangan wisatawan selama mematuhi norma dan etika. Oleh sebab itu, pasangan yang tetap ingin berkunjung harus mengikuti aturan yang ada.

2. Larangan Keluar Saat Sandikala

Selanjutnya ada pantangan senja hari atau saat sandikala. Arti dari sandikala sendiri adalah peralihan waktu dari siang ke malam. Ada larangan keluar di waktu tersebut bagi masyarakat Bali karena akan ada kemunculan kekuatan niskala.

Alasan logis kuno dari mitos ini sebenarnya adalah untuk menjaga keamanan anak-anak. Kalangan anak dan keluarga yang masih keluar di waktu senja bisa berhadapan dengan bahaya kegelapan malam. Oleh sebab itu, mitos ini muncul sebagai peringatan dan pencegah.

Jika kaitannya hanya dengan kegelapan malam, tentu mitos ini sudah kurang relevan dengan modernisasi di Bali yang ramai. Namun mitos ini masih tetap membantu menjadi pengingat agar tidak bermain terlalu malam atau berlebihan.

3. Benda Keramat

Mitos di Bali juga mengenal beberapa jenis benda keramat. Contoh benda keramat di Bali seperti canang sari atau kain poleng. Benda-benda tersebut kerap terpakai untuk kebutuhan persembahan.

Bagi siapa saja yang melewati canang sari ada larangan untuk melangkahi, menendang, sampai melakukan perusakan. Bahkan jika canang sari ada di tengah jalan, maka yang melewatinya tidak boleh mengusik.

Bagi masyarakat Hindu Bali, canang sari adalah media persembahan untuk Sang Hyang Widhi Wasa. Jika ada yang merusak, maka termasuk tidak menghormati kesucian ritual agama dan hukum adat Bali. 

4. Pohon Besar Berkain Poleng

Pohon Besar Berkain Poleng

Lalu juga ada mitos pohon berkain poleng yang khas di Bali. Bagi masyarakat Bali, pohon besar seperti beringin atau kepuh berkain poleng memiliki penunggu gaib. Jadi pohon tersebut tidak boleh terusik sembarangan.

Siapa saja tidak boleh merusak, membakar, atau buang air sembarangan di sekitar pohon sakral tersebut. Saat bertemu pohon berkain poleng, maka wisatawan hanya perlu melewatinya tanpa harus bertindak secara negatif.

Pada dasarnya mitos ini punya makna terselubung sebagai bentuk penghormatan pada pohon tua. Pohon yang sudah besar dan tua mampu menahan air dan menjaga ekosistem, oleh sebab itu perlu terus terjaga.

5. Makhluk Mitologi Bali

Bali tidak akan kehabisan makhluk mitologi yang sarat akan cerita mistis. Mitos di Bali akan mengenal Leak, Rangda, Barong, Gamang, dan makhluk lainnya. Sosok-sosok tersebut populer dalam cerita rakyat Bali.

Peran dari sosok mitologi adalah sebagai simbol pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Jadi dalam ceritanya, masing-masing sosok akan punya jalan cerita dan pelajarannya sendiri.

Bukan hanya hadir sebagai cerita rakyat, makhluk mitologi Bali juga terus lestari dalam berbagai bentuk. Ada yang mewujudkan makhluk mitologi dalam seni pertunjukan Bali, ada juga yang menampilkannya dalam ukiran bernilai tinggi.

6. Larangan Mengambil Ayam Kejang

Kepercayaan sakral Bali lainnya yang menarik adalah larangan mengambil ayam kejang. Bahkan dalam mitos ini juga ada larangan untuk memegang ayamnya. Meski terkesan unik, tapi masyarakat Bali banyak yang masih meyakininya.

Ada alasan spiritual terkait mitos ini. Jika menyentuh ayam yang sedang kejang, maka penyakit atau nasib buruk dipercaya bisa berpindah. Orang yang menyentuhnya pertama kali bisa mendapat penyakit menurun.

Sebetulnya jika dilihat dari sisi logis dan kebersihan, memegang ayam yang kejang memang harus dihindari. Alasannya adalah hewan yang sakit bisa menularkan penyakit ke manusia dengan cepat.

7. Mitos Seputar Potong Gigi

Metatah atau potong gigi adalah mitos di Bali yang sangat unik dan populer dibicarakan hingga sekarang. Bagi masyarakat Bali, upacara metatah bisa mengendalikan enak musuh dalam diri manusia.

Sedangkan jika seseorang tidak melaksanakan metatah sampai dewasa atau menikah, maka akan ada dampak buruknya. Contoh dampaknya adalah dianggap belum sempurna sebagai manusia sampai sulit bertemu dengan leluhur.

Kedudukan metatah sendiri dalam masyarakat Bali sangat sakral. Metatah adalah ritual wajib Manusa Yadnya dalam menyucikan lahir batin di Bali. Jadi secara menyeluruh, proses ini sangat penting bagi warga lokal.

Etika Wisatawan Menghadapi Mitos di Bali

Kehadiran mitos yang ada di Bali bukan hanya sebagai cerita unik, tapi juga berkaitan dengan perlindungan alam. Melalui mitos-mitos tersebut, maka ada banyak hal yang terlindungi di Bali baik itu dari sisi budaya maupun alamnya.

Oleh sebab itu, wisatawan yang berkunjung juga harus mengikuti etika yang baik dalam menghadapi mitos Bali. Misalnya dengan memahami apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat di tempat tertentu.

Etika berkunjung ke tempat sakral selanjutnya adalah dengan menanamkan rasa hormat alih-alih meremehkan kepercayaan lokal. Cara berpakaian, tutur kata, serta proses komunikasi tetap harus mengacu pada unsur kesopanan.

Selama wisatawan menjaga ketaatan pada aturan adat, maka semua pihak akan mendapat kenyamanan yang sama. Wisatawan bisa nyaman selama liburan, sedangkan warga lokal bisa tetap terbuka dengan kehadiran pendatang baru.

Pengalaman Menjelajahi Destinasi Bali Penuh Mitos

Segala mitos di Bali tersebut memang menarik bagi wisatawan. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke destinasi Bali yang penuh dengan unsur mitosnya. Misalnya ke Desa Trunyan, Sangeh, atau ke Bunut Bolong.

Sensasi petualangan budaya yang unik akan berbeda dengan liburan yang hanya fokus ke satu objek wisata saja. Wisatawan juga bisa merasakan interaksi harmonis masyarakat dengan alam dan kearifannya.

Namun untuk menjangkau tempat-tempat yang penuh mitos dan misteri tersebut, wisatawan harus mempertimbangkan aspek transportasi. Hal ini dikarenakan beberapa situs sakral ada di pelosok yang perlu akses transportasi pribadi.

Untuk itu, wisatawan bisa memanfaatkan layanan sewa mobil dari Putri Bali Rental. Layanan dari tempat ini bisa memberikan kenyamanan dan keamanan menjelajah Bali serta berbagai situs wisatanya.

Penutup

Jadi pada dasarnya mitos di Bali bukan hanya soal cerita kuno yang harus diabaikan. Justru dengan adanya mitos-mitos tersebut, maka kearifan lokal, budaya, serta keasrian Bali akan tetap terlindungi.

Wisatawan juga perlu memahami mitos ini bukan sebagai cerita lama. Justru mitos yang ada di Bali bisa menjadi aspek wisata lain yang tidak akan membosankan. Semua mitos juga punya cerita menarik untuk menjadi pengalaman edukasi wisatawan.

Putri Bali Rental pilihan terbaik untuk sewa mobil yang aman, murah  dan terpercaya di Bali

Hubungi Kami
Sewa Mobil BaliSewa Mobil Bali
081 999 533 488
081 999 533 488
putribali.rental@gmail.com
JL. Grogol Carik, Gg Naga Mas NO. 8
Pembayaran
BCA : 7705203342
A/N I Gede Juliana
Optimized by
Jasa SEO
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram