Pulau Dewata Bali bukan hanya dikenal dengan keindahan wisata alamnya yang sangat beragam. Tapi juga menyimpan banyak tempat bersejarah, salah satunya Candi Tebing Gunung Kawi.
Keberadaan kompleks candi tersebut menjadi bukti adanya peninggalan zaman kerjaan di Bali. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa candi tersebut menjadi bukti nenek moyang telah menerapkan sikap toleransi. Lalu bagaimana sejarah Gunung Kawi tersebut?
Gunung Kawi temple atau lebih dikenal dengan Candi Tebing Kawi diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-11 Masehi. Zaman tersebut merupakan masa kerajaan Udayana, raja yang paling terkenal di dinasti Warmadewa.
Raja Udaya memiliki dua orang anak, yakni Erlangga dan Wungsu. Setelah dewasa anaknya Erlangga menjadi raja di Jawa Timur, dan Wungsu menggantikan posisi-nya memerintah Bali. Pada masa pemerintahan Wungsu inilah candi mulai dibangun.
Terdapat bukti arkeologis yang menguatkan cerita prasejarah tersebut, yakni tulisan huruf Kediri di pintu yang berbunyi “haji lumah ing jalu.” Dan, candi ini ditemukan oleh tim peneliti dari Belanda pada tahun 1920.
Berlokasikan di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.Candi Tebing Kawi menjadi salah satu peninggalan kerajaan yang kini menjadi salah satu tempat wisata yang memiliki nilai spiritual tinggi.
Bagi Anda yang ingin berkunjung bisa menggunakan sewa mobil dari Putri Bali Rental. Dari Denpasar jaraknya hanya berkisar 40 km saja. Akses jalannya juga gampang untuk dilalui dengan mobil maupun motor.
Tempat ini bukan sekedar destinasi wisata alam yang indah, tapi juga memiliki nilai sejarah di dalamnya. Buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WITA, dengan tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang.
Ada banyak sekali keunikan yang ada di candi ini, mulai dari cerita bersejarah hingga bagaimana bentuk candi yang unik. Untuk Anda yang tertarik, berikut ini beberapa daya tarik yang bisa ditemukan di sana!
Tidak seperti kebanyakan candi yang memiliki gapura megah yang tersusun rapi. Candi ini lebih mirip seperti goa dengan pintu yang dipahat pada dinding tebing yang tinggi. Bagian atas candi masih berbentuk daratan tebing kasar yang ditumbuhi pepohonan hijau.
Seperti yang sudah disebutkan bahwa sejarah Pura Gunung Kawi ini berkenaan dengan zaman kerajaan Udaya. Di mana Raja Udayana merupakan pemimpin wilayah Bali yang paling terkenal.
Ukiran khas masa dinasti Udayana sangat terlihat jelas di dinding candi. Bahkan terdapat tempat meditasi umat Buddha di sekitar kompleks candi. Hal ini menunjukkan adanya nilai toleransi sejak lama.
Di dalam candi terdapat pura yang dipakai setiap harinya untuk beribadah. Setiap pengunjung wajib membayar tiket apabila tidak memiliki tujuan untuk beribadah di dalam. Sedangkan bagi pengunjung yang hendak beribadah tidak perlu membayar tiket.
Candi ini terdiri dari dua bagian, yakni barat dan timur yang terpisahkan oleh Sungai Pakerisan. Adanya pura di dalam candi membuat suasana di sekitar terasa sangat sakral. Apalagi di sekitar kompleks wisata terdapat makam.
Candi Tebing Gunung Kawi adalah destinasi yang cocok bagi Anda pecinta alam dan senang belajar tentang sejarah. Lokasinya mudah dijangkau apalagi dengan menggunakan sewa mobil dari Putri Bali Rental!