Gianyar, Bali, terkenal akan keindahan alam dan budaya yang mempesona. Salah satu lokasi terbaik yang menawarkan keduanya yaitu Kemenuh Monkey River (KMR).
Tempat wisata yang terbilang baru ini mengusung konsep konservasi yang visitor friendly. Di sini, wisatawan bisa menikmati kesejukan hutan sambil berinteraksi dengan kera ekor panjang dan berbagai satwa unik lainnya. Yuk, cek apa saja daya tarik destinasi baru ini.
Kemenuh Monkey River Bali merupakan destinasi wisata berbasis konservasi yang mengusung filosofi Bali, yakni Tri Hita Karana. Filosofi tersebut mengedepankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
KMR menawarkan perpaduan keindahan hutan tropis nan asri sekaligus kawasan pelestarian satwa liar. Tempat ini merupakan habitat kera ekor panjang yang dilindungi, termasuk kera albino yang sangat langka.
Saat berkeliling kawasan KMR, wisatawan bisa menyaksikan kehidupan kera ekor panjang di alam liar. Kera di sini sibuk bermain dan menjelajah hutan, sehingga tidak agresif seperti kera di beberapa tempat wisata.
KMR juga memiliki view yang dijamin bikin wisatawan jatuh hati. Kawasan konservasi ini berupa hujan tropis rindang yang terhampar sepanjang Sungai Petanu.
Terdapat jembatan-jembatan cantik dan jalur yang terawat untuk wisatawan gunakan selama menjelajah. Saking indahnya, banyak wisatawan berkunjung buat hunting Kemenuh Monkey River foto.
Selain pesona alam, KMR juga memiliki beberapa pura sakral dan lokasi untuk melukat. Pura Dalem Kemenuh merupakan tempat suci umat Hindu yang sering masyarakat gunakan untuk melaksanakan upacara keagamaan.
Sementara melukat merupakan ritual penyucian diri secara rohani yang menjadi bagian dari budaya Bali.
KMR juga telah menyediakan fasilitas yang cukup lengkap untuk menunjang kenyamanan wisatawan, termasuk toilet, area parkir, dan kafe bernuansa alami.
Monkey River Kemenuh berlokasi di Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar. Alamat lengkapnya di Jalan Ir. Sutami, Jalan Pura Dalem, Banjar Agung.ย
Wisatawan bisa mencapai destinasi ini dengan perjalan sekitar 20 menit dari pusat Kota Ubud. Sementara itu, jika dari Kota Denpasar, perlu waktu sekitar 45 menit.
KMR buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 18.00 WITA. Tiket Kemenuh Monkey River untuk wisatawan dewasa adalah sebesar Rp80 ribu. Sedangkan untuk anak-anak cukup membayar sebesar Rp40 ribu saja.
Bagi yang tertarik berkunjung ke KMR, beberapa tips berikut bisa tingkatkan pengalaman lebih nyaman:
Mengingat kawasan konservasi berupa hutan, maka wajib buat memakai alas kaki yang nyaman dan aman. Pastikan menggunakan sandal gunung atau sepatu dengan alas yang anti slip.
Meskipun kera ekor panjang di sini secara umum lebih tenang, ada kalanya mereka usil. Hal ini karena sifat alami kera yang suka penasaran. Sehingga pengunjung dianjurkan untuk selalu menutup rapat tas dan menyimpan barang dengan aman.
Berdasarkan ulasan Kemenuh Monkey River, pagi atau sore hari jadi waktu berkunjung terbaik. Soalnya, pada waktu tersebut suhu udara lebih sejuk dan pencahayaan juga lebih bagus untuk mengambil foto.
Itulah sekilas tentang daya tarik Kemenuh Monkey River di Gianyar, Bali. Destinasi wisata ini memiliki akses jalan lebar, sehingga bisa dengan mudah wisatawan kunjungi. Untuk perjalanan yang lebih nyaman, biasanya wisatawan menggunakan mobil sewa.
Putri Rental Bali menyediakan jasa sewa mobil murah yang bisa kamu pesan dengan praktis. Tinggal pilih paket sewa mobil yang sesuai lalul hubungi CS kami. Yuk, booking sewa mobil Bali untuk liburanmu!
Kebanyakan dari Anda pasti sudah tahu jika dulu ada banyak kerajaan di hampir seluruh Nusantara, termasuk Bali. Bahkan di beberapa tempat masih ada sisa-sisa sejarahnya, misalnya seperti Puri Ageng Blahbatuh yang terletak di Kabupaten Gianyar.
Puri ini adalah istana kediaman kerajaan di masa lampau. Eksistensi rajanya memang sudah tidak ada, namun catatan sejarahnya tidak akan menghilang. Karena itu, apakah Anda sudah siap untuk mengulik sejarah Puri Blahbatuh dan daya tarik lainnya di sini?
Ketika membicarakan tentang sejarah Puri Ageng Blahbatuh, Anda harus melihat asal muasalnya terlebih dulu. Sebelum puri ini berdiri, Kerajaan Majapahit menunjuk dan mengirimkan Airlangga ke Pulau Dewata untuk menjadi penguasa vasal Bali pada saat itu.
Setelah lama berkuasa, keturunan dari Airlangga pun mulai menguasai beberapa daerah di Bali, termasuk Sri Aji Kepakisan yang menguasai Gianyar. Puri Blahbatuh adalah kediaman dari keluarga kerajaan dan para bangsawan keturunan Sri Aji Kepakisan.
Karena sudah berdiri selama berabad-abad lamanya, ada sekitar 24 raja yang pernah tinggal dan menduduki tahta di puri ini. Raja terakhirnya adalah I Gusti Ngurah Djelantik XXIV, raja ke-24 yang kini sudah meninggal dunia, sehingga tidak ada yang duduk di tahta.
Alasan kenapa tidak ada raja di Puri Blahbatuh Gianyar bukan karena I Gusti Ngurah Djelantik XXIV tidak memiliki keturunan. Namun karena tidak ada dari keturunannya yang ingin menjadi raja, sehingga tahta tersebut kosong sampai sekarang.
Meskipun sudah tidak memiliki raja, namun masih ada kompleks tempat tinggal para keturunan raja di sini, yaitu di Saren Delot, Saren Delot Dangin, dan Saren Kangin. Mereka masih berkerabat dengan anggota kerajaan dan bangsawan Kerajaan Karangasem.
Ternyata, selain jadi komplek tempat tinggal untuk anggota kerajaan dan para bangsawan, puri di Gianyar ini punya banyak daya tarik lain, yaitu:
Alasan kenapa banyak orang tertarik berkunjung ke puri ini adalah untuk melihat arsitekturnya. Pasalnya, arsitektur puri ini memang unik karena punya ornamen perpaduan budaya Jawa dan Bali, tidak jauh berbeda dengan Puri Agung Gianyar.
Lokasinya berada tepat di perempatan, menjadi simbol jika keluarga kerajaan dekat dengan masyarakat. Anda dapat melihat gerbang utama yang gagah, menghadap ke arah barat. Lalu, ada juga relief dewa-dewi yang terlihat indah dan megah.
Karena keluarga kerajaan ini merupakan keturunan dari Airlangga, sebenarnya dulu ada arca Wisnu mengendarai Garuda yang mirip logo Unair. Hanya saja, kini patung tersebut sudah diturunkan karena rusak termakan usia, sehingga tidak bisa lagi Anda abadikan.
Khusus untuk Anda yang ingin mengambil foto prewedding, tempat ini sangat ideal untuk Anda pilih. Pengelola puri terbuka soal pengambilan foto untuk prewedding, sehingga Anda bisa langsung meminta izin dan mengatur jadwal untuk penyewaan tempat ini.
Jika Anda suka seni dan tari tradisional, maka puri ini juga bisa jadi destinasi pilihan. Pasalnya, pada beberapa hari tertentu ada pertunjukkan seni yang bisa Anda tonton, khususnya tari tradisional. Hanya saja, cek dulu jadwalnya sebelum datang.
Lalu, ada juga pengalaman unik yang bisa Anda coba saat berkunjung ke sini, yaitu jamuan ala keluarga kerajaan.
Pada dasarnya, tiket masuk ke puri ini beragam, tergantung layanan apa yang Anda inginkan. Namun rata-rata harganya mulai Rp100.000 untuk tur sejarah dan berkeliling puri, menonton tari tradisional, dan perjamuan makan malam.
Anda bisa datang ke Puri Ageng Blahbatuh yang berlokasi di Jalan Wisma Udayana Nomor 2X, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dengan mobil sewaan dari Putri Bali Rental.
Berkunjung ke pura saat liburan di Bali memang sudah biasa, namun tidak dengan vihara. Padahal, Pulau Dewata juga punya banyak bangunan vihara yang tidak kalah menarik, misalnya seperti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh yang ada di Kabupaten Gianyar.
Jadi selain Pura Tanah Lot dan pura-pura populer lainnya, vihara ini juga bisa Anda masukkan ke dalam daftar itinerary. Hal ini karena sejarah dan berbagai pesona lainnya dari tempat ibadah untuk umat Konghucu tersebut, seperti pada penjelasan lengkap berikut!
Bicara soal Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh Bali, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas tentang sejarahnya. Alasannya karena vihara ini sudah jadi tujuan umat Konghucu di Bali dan seluruh Nusantara untuk merayakan Imlek sejak tahun 1826.
Tokoh yang mendirikan vihara ini adalah seorang imigran dari Tiongkok, tepatnya dari Pulau Hainan. Jadi tidak heran jika arsitekturnya sangat kental dengan budaya China. Tidak seperti pura-pura di pulau ini, yang arsitekturnya kental dengan budaya Bali.
Orang-orang tua atau yang berasal dari generasi lama mengenal vihara ini sebagai Kongco Blahbatuh, jadi Anda tidak perlu bingung karena keduanya adalah hal yang sama. Sebelum dikenal dengan nama yang sekarang, vihara ini sempat berganti nama berkali-kali.
Hal ini karena vihara mengalami beberapa kali pemugaran, tepatnya pada tahun 1951, 1968, dan 1988. Pada pemugaran terakhir yang berlangsung pada tahun 1988, Bupati Gianyar saat itu meresmikan vihara dengan nama Vihara Amurva Bhumi, yang berlaku hingga saat ini.
Selain punya catatan sejarah yang sangat menarik, ada banyak daya tarik lain yang bisa Anda nikmati saat berkunjung ke Vihara Amurva Bhumi Gianyar, seperti berikut!
Seperti pada penjelasan di atas, vihara ini terlihat unik karena bentuk arsitekturnya yang berbeda dengan pura-pura di Bali. Alasannya karena pengaruh budaya China yang sangat kuat, sehingga ada banyak ornamen khas Tiongkok yang bisa Anda temukan di sini.
Sepanjang mata memandang, Anda akan banyak melihat warna merah yang jadi warna keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Ada juga lampion, ukiran pada jendela, dan ornamen khas Tiongkok lain. Umat Konghucu sering datang untuk ibadah di sini.
Lokasinya juga unik, karena terletak di dekat sungai dan di bawah jembatan kuno yang berasal dari era kolonial. Hal ini membuatnya tampak seperti villa, terutama villa khas Ubud. Namun jika Anda lihat dari dekat, akan jelas bahwa bangunan ini adalah vihara.
Selain umat Konghucu yang melakukan sembahyang ce it, cap go, atau merayakan Imlek, umat Buddha juga sering datang ke vihara ini untuk beribadah. Khususnya umat Huayan (Avataแนsaka), salah satu aliran agama Buddha yang paling populer di Tiongkok.
Bahkan ada juga umat Hindu yang datang ke vihara ini untuk beribadah, pasalnya ada pelinggih Hindu di dalam vihara. Hal ini adalah bentuk akulturasi budaya untuk menghargai kebudayaan leluhur orang Bali yang sangat kental dengan pengaruh agama Hindu.
Jika ingin berkunjung ke vihara di Gianyar ini, maka Anda tidak perlu khawatir karena harga tiketnya gratis. Anda cukup datang langsung ke alamatnya, yaitu di Jalan Wisma Gajah Mada Nomor 1, Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Jika Anda bukan datang ke Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh untuk beribadah, maka usahakan datang di hari-hari lain kecuali hari-hari besar agama Konghucu, Buddha, dan Hindu. Sebagai tips, sewa mobil di Putri Bali Rental agar perjalanan semakin nyaman dan mudah.
Ketika liburan ke Bali, pastikan Anda tidak hanya menghabiskan waktu di situ-situ saja karena ada banyak tempat yang worth it untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah Jembatan Kaca Tegenungan di Gianyar, jembatan kaca pertama yang ada di Asia Tenggara.
Lokasinya tidak jauh dari Air Terjun Cascade Tegenungan, tepatnya di Jalan Ir. Sutami Nomor 6, Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hal ini membuatnya lebih seru untuk Anda kunjungi karena menawarkan banyak aktivitas menarik.
Pada dasarnya, ada banyak aktivitas seru yang bisa Anda lakukan di Jembatan Kaca Bali, seperti pada penjelasan lengkap di bawah ini!
Kebanyakan orang datang ke Jembatan Kaca Bali Tegenungan untuk mencoba sensasi naik Rainbow Slide. Sama seperti namanya, wahana ini berbentuk perosotan dengan warna pelangi. Panjangnya 120 m dengan ketinggian 6 m, pas untuk memacu adrenalin.
Totalnya ada dua lane slide yang tersedia, yaitu lane untuk satu orang dan lane untuk dua orang. Jadi, Anda dapat menikmati wahana seru ini sendirian maupun berdua dengan teman, keluarga, atau pasangan. Pas untuk Anda yang ingin menghabiskan quality time.
Selama berseluncur ke bawah dengan memakai tube, Anda dapat menikmati pemandangan alam di sekitar jembatan. Hal ini membuat pengalamannya terasa makin unik dan tak terlupakan, mengingat eksistensi Rainbow Slide di Indonesia masih terbatas.
Selain dengan naik Rainbow Slide, Anda juga bisa memacu adrenalin dengan menyebrang di jembatan kaca. Pasalnya, Anda dapat melihat jurang dan sungai tepat ketika melihat ke bawah. Hasilnya, pengalamannya akan terasa jauh lebih ekstrem.
Bahkan Anda bisa melihat ilusi optik yang membuat adrenalin terasa semakin tertantang. Pasalnya, saat Anda melangkah akan ada suara retakan kaca lengkap dengan efek retakannya. Karena itulah tempat ini juga terkenal sebagai Jembatan Kaca Pecah Bali.
Meski begitu, Anda tidak perlu takut karena pihak pengelola membuat jembatan ini dengan konstruksi yang super kokoh. Kacanya tebal, sekitar 10 cm, dan memiliki tiga lapis. Jadi totalnya Anda akan berdiri dan berjalan di 30 cm kaca yang kuat menahan beban.
Saking kuat dan kokohnya jembatan, Anda bisa berdiri dan menyeberang di sini dengan 499 orang lainnya. Selama Anda menyebrang dengan jarak 188 meter, bisa nikmati panorama alam dan sungai di sekitar jembatan dan ambil foto sebanyak mungkin.
Keunikan jembatan ini masih bisa Anda nikmati, mengingat ada wahana Swing atau ayunan di tepi tebing. Tingginya 36 meter, sehingga setiap ayunan akan terasa sangat seru dan menantang. Bisa Anda pakai sendirian atau berdua dengan orang tersayang.
Terakhir, Anda bisa melepas stress di Terompet Air, mengingat di sini adalah tempat yang pas untuk berteriak. Ketika Anda berteriak di sini, akan ada air mancur yang muncul dari bawah. Jadi sangat pas untuk yang ingin healing dan melepas penat.
Harga tiket masuk Jembatan Kaca Bali itu beragam, yaitu Rp50.000 untuk anak-anak lokal, Rp100.000 untuk dewasa lokal, Rp75.000 untuk turis anak-anak domestik, dan Rp150.000 untuk dewasa domestik.
Jika ingin berkunjung ke Jembatan Kaca Tegenungan, tempatnya buka dari pukul 8 pagi sampai 7 malam setiap hari. Agar perjalanan terasa semakin mudah dari lokasi liburan Anda, jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Bali Rental!
Padatnya rutinitas harian membuat banyak wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Bali Meditation Center (BMC) pada momen-momen tertentu. Di sana, wisatawan dapat memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat, menenangkan pikiran, dan memulihkan energi.
Pusat meditasi ini bisa dibilang berbeda dengan lainnya. Sebab, pemandunya merupakan biksu Buddhis berpengalaman bukan instruktur meditasi biasa. Selain itu, program utama yang tersedia juga sangat beragam.
Lokasinya berada di Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Sejak lama kawasan ini terkenal dengan suasana pedesaannya yang asri dan jauh dari kebisingan pusat kota. Siap-siap disambut dengan pepohonan hijau dan udara segar ketika berkunjung.
Akses ke wilayah Sukawati relatif mudah untuk dikunjungi. Baik dari Ubud, Denpasar, maupun Sanur. Oleh sebab itu, banyak wisatawan memasukkan pusat meditasi ini sebagai salah satu tujuan. ย ย
BMC menyediakan berbagai pilihan program retreat sesuai kebutuhan. Mulai dari sesi meditasi singkat selama beberapa jam hingga program beberapa hari. Wisatawan tinggal memilihnya tanpa perlu merasa terbebani.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba Bali meditation class, program-program tersebut sangatlah ramah untuk pemula. Siapapun mempunyai kesempatan yang sama untuk mencobanya.
Pada dasarnya, ada beberapa alasan mengapa wisatawan perlu berkunjung ke BMC. Mulai dari lokasinya yang dekat dengan alam, program meditasi yang ramah pemula, sampai kesempatan untuk melakukan healing dengan cara yang berbeda.
Begitu memasuki kawasan meditation center Bali ini, suasana damai langsung terasa. Sebab, lokasinya terletak di Sukawati, kawasan yang terkenal dengan pepohonan hijau dan lingkungan pedesaan khas Bali.
Meditation center ini menawarkan ruang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Keheningan tersebut menjadi obat alami bagi siapa saja yang ingin beristirahat dari padatnya rutinitas sehari-hari.
Udara segar, suara burung, dan semilir angin membantu wisatawan lebih mudah memusatkan perhatian. Suasana seperti ini mendukung proses meditasi agar terasa lebih mendalam dan berkesan.
Salah satu keunggulan soul meditation & training center Bali ini adalah pilihan programnya yang variatif. Cocok untuk pemula yang baru mencoba maupun kalangan yang sudah lama berlatih meditasi.
Selama retreat, para biksu akan membimbing wisatawan melalui teknik meditasi yang sederhana namun tetap bermakna. Tidak hanya mengajarkan cara bermeditasi, pada biksu juga membagikan nilai-nilai mindfulness yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi banyak wisatawan, mendatangi pusat meditasi di Bali ternyata turut membuka kesempatan untuk kembali mengenali diri sendiri. Setiap sesi meditasi mampu mengajak wisatawan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan mengurangi kebisingan pikiran.
Istimewanya, BMC membawa misi bernama World Peace Through Inner Peace. Filosofi tersebut mengingatkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kedamaian dalam diri setiap individu.
Setelah selesai meditasi, perjalanan bisa dilanjutkan ke berbagai destinasi menarik di sekitar Gianyar, Ubud, atau kawasan wisata lainnya. Jika ingin mengutamakan kepraktisan, gunakan layanan Putri Bali Rental. Ada beragam pilihan kendaraan yang nyaman dan terawat.
Bali Meditation Center sebenarnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat meditasi saja. Destinasi ini sangat ideal untuk wisatawan yang ingin memulihkan energi, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kualitas hidup.
Pura Desa Lan Puseh Kerobokan tetap kokoh berdiri sebagai tempat suci hingga saat ini. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas masyarakat setempat.
Jika tertarik berkunjung ke pura ini, wisatawan berkesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya Bali yang masih lestari hingga saat ini. Arsitekturnya khas dan suasananya begitu tenang.
Pura ini terletak di wilayah Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Cukup mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari kawasan wisata populer seperti Seminyak, Canggu, dan Petitenget.
Wilayah Badung sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata di Pulau Bali. Di balik deretan hotel, restoran, dan destinasi wisata modern, Badung juga menyimpan banyak peninggalan budaya dan tempat suci yang masih aktif.ย
Tempat suci ini menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan zaman dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai-nilai tradisional. Sebelum berkunjung, ada baiknya bagi wisatawan untuk memahami fungsi dan peran pura ini di tengah masyarakat.
Pura Desa Kerobokan merupakan tempat utama bagi masyarakat Hindu untuk melaksanakan berbagai kegiatan persembahyangan. Setiap hari, umat datang membawa canang sari dan sesajen sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon keselamatan.
Selain persembahyangan harian, pura juga menjadi lokasi pelaksanaan upacara besar seperti piodalan dan hari-hari suci keagamaan. Pada momen tersebut, halaman pura dipenuhi umat yang mengenakan pakaian adat Bali.
Tradisi tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan spiritual masyarakat terhadap pura sebagai pusat kehidupan religius. Suasana di sana sangat khusyuk sehingga umat yang berdoa merasa lebih tenang.
Menariknya, Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Kerobokan juga menjadi pusat berbagai kegiatan adat. Beragam agenda desa, mulai dari persiapan upacara, rapat adat tertentu, hingga kegiatan gotong royong sering melibatkan kawasan pura sebagai titik berkumpul masyarakat.
Semangat kebersamaan terlihat jelas ketika masyarakat bersama-sama mempersiapkan pelaksanaan upacara. Kaum pria biasanya bergotong royong menata perlengkapan upacara, sementara kaum perempuan menyiapkan banten atau sesajen.
Melalui kegiatan adat yang berlangsung secara rutin, pura menjadi ruang yang mempererat hubungan antargenerasi. Anak-anak dan remaja belajar mengenai tradisi langsung dari orang tua dan para tetua adat sehingga nilai budaya tetap terjaga.
Bangunan pura yang mempertahankan arsitektur tradisional menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap dijaga dengan penuh rasa hormat. Setiap ornamen memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Hindu.
Di tengah arus globalisasi, keberadaan pura menjadi pengingat bahwa identitas budaya merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Menjaga pura berarti menjaga sejarah, nilai luhur, serta jati diri masyarakat Bali agar tetap hidup.
Mengunjungi Pura Desa Lan Puseh tentu terasa lebih nyaman apabila wisatawan menggunakan kendaraan yang tepat. Lokasinya yang berada di Badung memungkinkan wisatawan untung menggabungkannya dengan kunjungan ke berbagai destinasi lain.
Agar perjalanan semakin praktis, coba manfaatkan layanan Putri Bali Rental. Tersedia layanan sewa mobil lepas kunci maupun dengan sopir profesional. Armada yang tersedia cukup beragam, mulai dari mobil pribadi hingga kendaraan rombongan.
Pura Desa Lan Puseh Kerobokan menawarkan pesona spiritual, budaya, dan sosial yang menyatu dengan harmonis. Keindahan pura tidak hanya terlihat dari arsitektur khas Bali yang memikat, tetapi juga dari nilai-nilai kehidupan yang tumbuh di dalamnya.