Kebanyakan turis pasti sudah tahu eksistensi Pantai Nusa Dua, mengingat lokasinya yang terletak di pusat tempat wisata. Namun, tahukah Anda jika ada banyak pantai yang bisa dipilih di area ini? Pantai Samuh adalah salah satu alternatif pilihannya.
Jika dibandingkan dengan beberapa pantai di Nusa Dua yang lain, jumlah pengunjung pantai ini memang belum sebanyak itu. Karena terbilang underrated, area pantai masih terlihat sepi dan bersih. Pas untuk Anda yang ingin suasana lebih damai dan tenang.
Suasana tenang dan damai bukanlah satu-satunya hal yang menarik di area pantai. Pasalnya, Anda bisa menikmati beragam keindahan dan melakukan berbagai aktivitas seru di sini. Beberapa contoh keindahan dan aktivitasnya adalah sebagai berikut!
Hampir semua pantai di Bali pasti punya daya tarik tersendiri, ada yang berfungsi sebagai tempat untuk surfing, bermain watersport atau olahraga air, snorkeling, dan lain-lain. Khusus untuk pantai ini, areanya terkenal sebagai tempat konservasi terumbu karang.
Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya keragaman biota laut. Anda pun bisa melihat keberagaman konservasi terumbu karang di pantai tersebut secara langsung dengan cara snorkeling ke area bawah laut.
Pada saat snorkeling, Anda tidak hanya akan hanya melihat terumbu karang indah saja. Pasalnya, ada banyak biota laut lainnya di sana. Kebanyakan berupa ikan kecil warna warni yang akan berenang bersama Anda.
Sebelum melakukan snorkeling dan melihat keindahan bawah laut pantai ini, Anda bisa menikmati pemandangan matahari terbit terlebih dahulu. Anda bisa melakukannya sambil berjalan-jalan atau bersantai di atas pasir putih yang ada di pinggir laut.
Kebanyakan pengunjung yang datang ke pantai ini biasanya memang menginap di hotel-hotel di Nusa Dua. Jadi, Anda tidak akan kesulitan mengejar waktu sunrise. Pada umumnya, waktu matahari terbit di Bali adalah pukul 6.00 sampai 06.35, tergantung hari.
Sebagai tempat konservasi terumbu karang, pantai ini punya ombak yang relatif kecil dan tenang. Jadi, sangat aman sebagai arena bermain anak-anak. Anda bisa mengajak anak untuk main pasir atau berenang di pinggir pantai tanpa takut terbawa ombak.
Selain itu, pantainya juga dekat dengan pusat wisata. Jadi, Anda bisa membawa anak ke area rekreasi terdekat untuk naik unta, nonton teater, dan aktivitas seru lainnya. Lokasinya juga dekat dengan berbagai hotel, restoran, dan fasilitas lain yang sejenisnya.
Seperti apa yang sudah disinggung di atas, fasilitas di Pantai Samuh sudah cukup lengkap karena dekat dengan pusat wisata. Anda tidak akan kesulitan mencari toilet dan ruang ganti baju di sini. Pun begitu dengan tempat menginap, tempat makan, dan lain-lain.
Penting untuk Anda catat bahwa harga tiket masuk ke Pantai Samuh adalah gratis. Jadi, Anda bisa bebas keluar masuk ke area pantai ini tanpa harus bayar sama sekali. Sangat pas sebagai tempat rekreasi seru dan murah untuk liburan bersama teman atau keluarga.ย
Lokasi Pantai Samuh juga sangat strategis karena berada di Nusa Dua, lebih tepatnya di Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Anda bisa berkunjung ke area pantai dengan menggunakan mobil sewaan dari Putri Rental Bali agar terasa lebih nyaman!ย
Pantai Purnama merupakan salah satu pantai yang berada di daerah Gianyar Bali. Memang pantai ini tidak banyak yang mengenalnya. Tidak heran jika pantai ini masih terasa sangat alami dan tidak ada wisatawan dari luar negeri sama sekali.
Menjadi destinasi wisata tersembunyi yang tidak banyak wisatawan ketahui memiliki sejumlah pesona yang menakjubkan. Pantai ini menjadi alternatif lain jika Anda bosan dan ingin sesuatu yang baru, untuk itu baca sejumlah informasinya berikut!
Bagi Anda yang tertarik untuk berkunjung, lokasi Pantai Purnama berada di Banjar Lumpang Telabah, Sukowati, Bali. Lokasinya sangat mudah ditemukan dan dijangkau dengan kendaraan pribadi atau rental mobil di Putri Bali Rental.
Dari jalan raya utama Anda harus menempuh jarak 800 meter, dan Anda akan disambut dengan pemandangan alam nan hijau. Lokasi pantai ini juga tidak jauh dari bandara I Gusti Ngurah Rai, yakni sekitar 30 menit saja.
Pantai yang berada di daerah Sukowati Bali ini tidak memiliki batasan jam operasional. Jadi, Anda bisa berkunjung kapan saja selama 24 jam penuh. Lebih disarankan jika Anda berkunjung saat pagi untuk melihat indahnya matahari terbit, atau sore hari.
Saat malam, suasana pantai ini lebih sepi dan juga gelap, ditambah lagi tidak ada petugas yang berjaga saat malam. Untuk tiket masuknya sangat murah, karena Anda hanya perlu membayar uang parkir kendaraan saja.
Tidak seperti kebanyakan pantai Bali yang selalu penuh dengan wisatawan asing maupun lokal. Pantai Purnama menawarkan ketenangan yang jauh dari keramaian kota. Tidak jauh indah dari pantai-pantai populer yang ada di Bali, berikut beberapa daya tariknya!
Seperti yang telah diketahui bahwa tidak banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai ini di daerah Sukowati. Hanya wisatawan lokal dan beberapa masyarakat asli Bali saja yang berkunjung.
Untuk itu, pantai ini memiliki suasana yang sangat tenang dan sepi. Cocok untuk Anda yang ingin lepas dari kerumunan orang dan juga keramaian kota. Apalagi pemandangannya yang mendukung Anda untuk rileks.
Ketahuilah bahwa pasir hitam yang ada di sepanjang pantai ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tidak jarang para warga maupun wisatawan lokal yang mengubur seluruh tubuhnya di dalam pasir.
Dipercayai jika pasir ini mampu membantu untuk mengeluarkan sisa zat metabolisme dalam tubuh. Kemudian, mengubur tubuh dalam pasir akan meredakan ketegangan otot dan akan meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh.
Bagi Anda yang ingin melihat keindahan saat malam, datanglah ketika bulan purnama tiba. Anda bisa melihat bulan purnama muncul perlahan tepat di atas permukaan laut. Apalagi saat matahari terbit, seolah-olah bulan turun dan tergantikan oleh semburat oranye.
Pantai ini berada di daerah Gianyar, tepatnya di Kecamatan Sukawati, Bali. Ada banyak lokasi wisata lain yang dekat dengan pantai tersebut. Untuk memudahkan perjalanan menyusuri destinasi wisata di Sukawati selama berlibur, gunakan sewa mobil Bali:
Pantai Purnama menjadi lokasi yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati liburan yang lebih rileks. Fasilitas di sekitaran pantai juga sudah sangat mendukung, jadi Anda tidak perlu khawatir. Tapi, untuk urusan rental mobil, hubungi Putri Bali Rental!
Tidak bisa dipungkiri jika Kuta adalah salah satu daerah paling populer di Bali bagi para turis. Kebanyakan orang datang ke sini untuk menikmati keindahan pantai. Namun, tahukah Anda jika ada objek wisata bernama Tanah Barak Cliff yang tak kalah indahnya?
Eksistensinya tidak sepopuler tebing di Pantai Kelingking Nusa Penida, sehingga bisa dijadikan alternatif bagi Anda yang ingin melihat-lihat tebing cantik lainnya di Pulau Bali. Tidak heran jika tempat ini sering disebut sebagai sebuah permata tersembunyi.
Pada dasarnya, daya tarik utama Tebing Tanah Barak adalah kehadiran tebing kapur tinggi menjulang yang terbelah oleh jalanan. Namun, bukan itu satu-satunya hal yang membuat tebing ini terlihat menarik. Hal ini karena ada beberapa daya tarik lain, seperti:
Seperti apa yang sudah disinggung di atas, tebing ini terletak tepat di area pantai. Nama pantainya adalah Pantai Tanah Barak, yang masih berlokasi di Kecamatan Kuta Selatan. Jadi, dekat dengan beberapa pantai populer seperti Pantai Pandawa dan lain-lain.
Menariknya, supaya bisa sampai ke lokasi pantai, Anda perlu melewati jalanan yang dibatasi oleh tebing kapur tinggi di sisi kanan dan kiri. Karena itu, melewati jalan ini bisa menambah pengalaman unik mengingat auranya mirip seperti jalan ke dunia lain.
Sayang rasanya jika Anda hanya numpang lewat di tebing ini. Karena itu, jangan lupa untuk memarkirkan mobil sejenak dan berburu foto di sini. Hal ini karena ada banyak spot foto unik yang wajib Anda abadikan di dalam kamera yang beda dari tempat lain.
Karena bentuk tebingnya yang unik, Anda bisa mengambil banyak foto yang Instagram worthy. Selain untuk kebutuhan media sosial, ada beberapa pengunjung yang memanfaatkan tebing ini untuk prewedding karena punya aura misterius dan romantis.
Sebagian besar dari Anda pasti sudah tahu jika Kuta adalah salah satu daerah yang paling sibuk dan paling populer di Bali. Karena itu, saat liburan di sini Anda pasti akan sering bertemu dengan turis lain, entah itu orang Indonesia atau orang luar negeri.
Karena itu, bagi Anda yang ingin menghindar sebentar dari hiruk pikuk dan kesibukan kuta, Anda bisa mampir ke Pantai Tanah Barak. Pasalnya, jika dibandingkan dengan pantai di Kuta Bali yang lain, pantai inilah yang paling sepi dan tenang.
Anda pun tidak perlu khawatir karena ada banyak pilihan aktivitas menarik di pantai ini. Beberapa contoh aktivitasnya adalah berenang di pinggir laut, berjemur di pasir, snorkeling, dan beberapa aktivitas menarik lain.
Karena berada di area pantai, Anda memang perlu mengeluarkan uang untuk bisa menikmati liburan di Tanah Barak Cliff. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tiket masuk ke Pantai Tanah Barak cukup murah, yaitu sekitar Rp10.000 per orang.
Hanya saja, penting untuk Anda catat bahwa tiket masuk tersebut belum termasuk tiket parkir untuk Anda yang membawa mobil atau motor. Jadi, pastikan Anda menyiapkan setidaknya Rp2.000 - Rp5.000 untuk uang parkir.ย
Lokasi Tanah Barak Cliff sendiri ada di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Cara paling mudah untuk berkunjung adalah dengan mobil, jadi pastikan Anda menyewa mobil di Putri Rental Bali!ย
Membicarakan pura di Pulau Dewata memang seakan tidak ada habisnya. Pasalnya, selain sebagai tempat ibadah, banyak pura yang bisa Anda kunjungi sebagai tempat wisata. Misalnya Pura Batu Meringgit, yang berlokasi di Kabupaten Tabanan.
Jika dibandingkan dengan pura di Bali yang lain, pura ini termasuk sudah tua karena eksistensinya sudah ada sejak abad ke-11 Masehi. Jadi, tidak heran jika pura ini menyimpan banyak sejarah menarik dan fakta-fakta unik yang tak kalah worth it untuk digali.
Bagi Anda yang sedang mencari pura di Tabanan Bali, maka pura ini bisa menjadi salah satu pilihan destinasi. Hal ini karena selain punya desain arsitektur yang indah, pura ini juga memiliki fakta-fakta unik lain seperti berikut ini!
Menilik dari sejarahnya, sejarah Pura Batu Meringgit berawal ketika Shri Jaya Sakti, Raja Kerajaan Bali saat itu, mangkat dari tahtanya. Setelah itu, posisinya digantikan oleh sang putra, Shri Jaya Pangus. Dia adalah seorang raja yang cekatan dalam memimpin.
Selama kepemimpinan kedua raja tersebut, Bali terasa aman dan sentosa tanpa ada masalah berarti. Namun selepas Shri Jaya Pangus wafat dan digantikan oleh adiknya Shri Hekajaya, kondisi Bali jadi memanas. Dia pun tidak lama menjadi raja karena wafat.
Shri Dhanadhiraja, sang adik, ada orang yang menggantikan Shri Hekajaya di tahtanya. Setelah dia mangkat, seharusnya sang anaknya yang bernama Shri Jayasunu adalah orang yang menggantikannya. Hanya saja, dia tak mau jadi raja dan kabur dari istana.
Dia pergi ke hutan dan berdoa pada Hyang Nini Bhatari. Pada saat itulah dia bertemu dengan Ida Bhatari, yang mengatakan bahwa rakyat Bali lupa kewajibannya pada Tuhan. Karena itulah dia disuruh untuk membangun pura agar Bali kembali jadi aman.
Selain punya keunikan sejarah, area di sekitar pura pun tidak kalah unik. Pasalnya, Anda juga bisa menemukan sebuah kongco di sana. Jadi, bukan hanya umat Hindu saja yang bisa berdoa dan beribadah di sini, namun juga umat Buddha.
Alasannya karena Shri Jayasunu, raja yang bertanggung jawab atas pembangunan pura ini, pada saat itu menikah dengan seorang wanita Tionghoa. Jadi, pura ini memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai tempat untuk bersembahyang ke Dewa Wisnu dan Buddha.
Karena digunakan oleh dua umat beragama sekaligus, wajar rasanya jika pura ini dikenal sebagai wujud toleransi. Hal ini mengingat kehadirannya tidak hanya penting bagi umat Hindu Bali, namun juga untuk umat Buddha keturunan Tionghoa di sini.
Anda juga akan mengenal tempat ini sebagai Pura Batu Meringgit Bedugul. Pasalnya, pura ini memang terletak di dalam area Kebun Raya Bedugul, Tabanan Bali. Tidak heran jika pura ini populer di kalangan turis sebagai tempat wisata di Pulau Dewata.
Lokasinya ada di Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sehingga cukup mudah untuk Anda temukan. Hanya saja, akses kendaraan umum masih sangat sulit, sehingga akan lebih baik jika Anda berkunjung ke sini dengan menggunakan mobil.
Jadi, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pura Batu Meringgit dan ke tempat wisata di Bali yang lainnya, jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Rental Bali agar liburan makin menyenangkan!
Kurang afdol rasanya jika Anda liburan ke Pulau Dewata tanpa berkunjung ke pura, mengingat ada banyak pura menarik di pulau ini. Salah satunya adalah Pura Dalem Pingit, tempat ibadah umat Hindu Bali yang terkenal karena berhasil dibangun dalam 1 hari.
Masyarakat sekitar dan orang Bali secara keseluruhan menganggap pura ini sebagai tempat suci sejak awal pendiriannya. Tempat suci ini sudah ada sejak zaman purba dulu, sehingga menyimpan banyak sejarah menarik untuk diulik dan dipelajari oleh Anda.
Ketika melihat pura secara sekilas, Anda pasti menyadari bahwa ada banyak hal unik tentang tempat ibadah ini. Arsitektur bangunannya berbeda dengan kebanyakan pura di Bali yang lain, karena lebih terlihat penuh misteri dan dipenuhi oleh aura magis.
Namun, itu bukan satu-satunya daya tarik salah satu pura di Gianyar ini, mengingat ada beberapa pesona lain, seperti:
Hal pertama yang membuat pura ini menarik adalah karena sejarahnya. Jika dibandingkan dengan pura Hindu lainnya di Pulau Dewata, pura ini sebenarnya masih tergolong baru. Pendiriannya baru dilakukan pada tanggal 19 November tahun 2007.
Pada awalnya, situs ini ditemukan oleh beberapa turis mancanegara yang sedang berjalan-jalan untuk menikmati keindahan alam. Hal ini mengingat lokasi pura ada di dekat Tegalalang Rice Terrace, salah satu tempat wisata di Bali yang sedang naik daun saat itu.
Mereka tidak sengaja menemukan air terjun, lalu memutuskan untuk mandi karena melihat airnya yang sangat jernih. Namun ketika mandi, air berubah jadi keruh, sehingga mereka panik dan mulai menceritakan kejadian tersebut pada warga sekitar.
Setelah ditelusuri, ternyata tempat tersebut merupakan tempat berstana Dewi Uma dan Dewi Gangga. Hal inilah yang membuat para pemuka agama dan warga sekitar memutuskan untuk mendirikan pura di tempat suci tersebut sebagai tanda hormat pada sang dewi.
Sejarah penemuan situs suci ini bukanlah satu-satunya hal yang membuat pura ini menarik. Pasalnya, sejarah pendiriannya pun tidak kalah unik. Setelah warga lokal tahu bahwa tempat ini adalah tempat Dewi Uma dan Dewi Gangga, mereka segera mendirikan pura.
Uniknya, mereka hanya mendirikan pura dalam waktu satu hari saja. Hal ini karena rasa hormat dan rasa cinta mereka pada para dewa tidak perlu menunggu esok hari. Karena itu, mereka membuat palinggih dari pohon Majegau dan atap dari ijuk dalam 1 hari.ย
Selain karena rentetan sejarahnya, pura ini terkenal karena memiliki area pesiraman yang sakral. Ada banyak umat Hindu yang sengaja datang ke tempat ini untuk membersihkan diri dengan air suci di area pesiraman tersebut.
Lalu, bagaimana dengan harga tiket masuk ke Pura Dalem Pingit? Jika Anda merupakan umat Hindu yang ingin berdoa, bersembahyang, atau bersuci, maka Anda bisa memasuki area pura secara gratis. Namun untuk umum, harga tiketnya adalah Rp10 ribu.
Sebelum memasuki area pura, pastikan Anda mengikuti semua aturan yang berlaku. Ini termasuk aturan tentang pantangan memakai alas kaki dan juga perhiasan saat memasuki area dalam pura tersebut.
Jika tertarik untuk berkunjung ke Pura Dalem Pingit, maka Anda dapat langsung datang ke Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Lokasinya sulit diakses oleh kendaraan umum, jadi jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Rental Bali!
Berkunjung ke pantai dan pura saat liburan di Bali memang sudah biasa. Namun, penting untuk Anda catat bahwa masih ada banyak tempat menarik yang tidak kalah worth it dikunjungi di Pulau Dewata. Salah satunya adalah Ekowisata Mangrove Batu Lumbang.
Sama seperti namanya, tempat ini merupakan kawasan hutan mangrove. Letaknya ada di pesisir Kota Denpasar, tidak jauh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pas untuk Anda yang sedang mencari alternatif wisata edukatif selain di Taman Kota Lumintang.
Bagi Anda yang belum familiar dengan apa itu ekowisata mangrove, singkatnya ini adalah tempat konservasi untuk menjaga dan melestarikan mangrove atau pohon bakau. Namun, bukan itu saja daya tarik dan aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini.
Karena itu, berikut adalah pilihan aktivitas yang bisa Anda lakukan di hutan mangrove ini!
Pada beberapa tahun belakangan ini, popularitas hutan mangrove sebagai tempat wisata terus naik di Indonesia, termasuk di Bali. Hal ini karena banyak orang mulai sadar bahwa ada banyak aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan di sekitar area hutan.
Salah satu aktivitas yang paling terkenal adalah susur mangrove sambil naik kayak. Anda bisa melihat bagaimana indahnya dan rindangnya rentetan pohon bakau di pesisir Kota Denpasar. Suasananya tenang, pas untuk Anda yang ingin healing sambil istirahat sejenak.
Selama di perjalanan sambil naik kayak, Anda akan diajak untuk menjaga kelestarian hutan bakau bersama-sama. Petugas akan memberikan edukasi yang informatif tentang pentingnya pohon bakau untuk kelestarian alam, terutama di area pesisir.
Jadi, Anda bisa bersantai sambil belajar lebih banyak hal. Misalnya tentang fakta bahwa hutan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga loka. Jika Anda ingin, maka Anda juga bisa ikut serta membersihkan sampah yang ada di sekitar hutan.
Secara garis besar, daerah ekowisata ini memang bukan satu-satunya hutan mangrove di Bali. Ada beberapa hutan lain yang punya daya tarik masing-masing. Khusus untuk Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, salah satu daya tariknya adalah pemanfaatannya.
Masyarakat sekitar memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari hutan bakal. Beberapa contohnya seperti stik, sirup, dan kopi mangrove. Mereka juga memproduksi kain ecoprint yang bisa Anda pulang sebagai oleh-oleh dan souvenir.
Terakhir, Anda juga bisa bersantai sambil memancing ikan di kawasan hutan bakau ini. Pasalnya, ketersediaan ikan di area perairan Batu Lumbang memang cukup berlimpah. Tidak heran jika mayoritas warga lokal di sini merupakan seorang nelayan.
Setelah tahu daya tarik dan aktivitas apa saja yang bisa Anda lakukan di sini, Anda juga perlu tahu berapa harga tiket masuk ke Ekowisata Mangrove Batu Lumbang. Mengingat keindahan yang ditawarkan, harga tiketnya cukup murah, yaitu Rp35 ribuan saja.
Biaya tersebut sudah termasuk biaya sewa kano untuk menyusuri area hutan bakau. Jika Anda ingin menyewa kapal yang lebih besar, maka harganya adalah Rp500 ribu untuk 8 orang penumpang.ย
Jadi, tertarik untuk menghabiskan liburan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang? Lokasi hutan bakau ini cukup strategis karena dekat dengan Pantai Sanur, yaitu di Pemogan. Anda bisa berkunjung dengan mudah dengan mobil sewaan dari Putri Rental Bali.ย