Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan proyek Tukad Mati pada tahun 2019 lalu. Keseluruhan pengerjaan memakan waktu sekitar tiga tahun lamanya, mulai dari tahun 2017 hingga 2019.
Setelah proyek tersebut selesai dirampungkan, infrastruktur ini justru dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Termasuk menjadi objek wisata alternatif pada musim-musim tertentu.
Bendungan gerak ini dibagun dengan tujuan mengatasi permasalahan banjir. Perkembangan wilayah dan alih fungsi lahan mengakibatkan sedimentasi yang cukup membahayakan. Proses pengerjaan bendungan terdiri dari sejumlah tahapan.
Padatnya pemukiman di sekitar area sungai juga diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di Bali. Upaya lain yang juga dilakukan untuk mengatasi banjir yakni pelebaran sungai, pembangunan tanggul, dan pembangunan pompa pengendali banjir.
Pada awalnya, sungai ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai drainase utama. Namun, intensitas hujan yang semakin tinggi tidak lagi sesuai dengan kapasitas sungai yang terbatas.
Pembangunan bendungan menjadi upaya besar terkait pengendalian banjir di beberapa wilayah di Bali. Mulai dari Legian, Seminyak, hingga Kuta. Fungsi utama bendungan gerak yakni meminimalisir masuknya air laut ke bagian hulu sungai saat pasang.
Seiring berjalannya waktu, kawasan bendungan gerak berkembang menjadi objek wisata yang banyak didatangi oleh masyarakat sekitar. Hal ini terjadi karena daya tarik bendungan yang terasa istimewa bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Terdapat upaya pelestarian lain yang dilakukan di area bendungan, seperti penanaman banyak bibit bakau. Keberadaan bibit bakau semakin menambah kesan asri. Tidak salah jika tempat ini menjadi referensi objek wisata yang cocok untuk bersantai.
Penanaman bibit bakau yang tertata membuat area bendungan semakin hijau. Penataan yang baik berdampak pada kondisi sekitar. Wisatawan yang datang ke area bendungan dapat merasakan udara yang sejuk dan asri.
Hutan mangrove yang ada di area ini semakin menambah kesan sejuk. Banyak wisatawan yang datang berkunjung hanya sekedar ingin menikmati area bendungan. Pemandangan hijau dari hutan mangrove menciptakan potret yang indah.
Menariknya, banyak warga setempat maupun wisatawan yang datang berkunjung untuk melakukan aktivitas memancing. Aliran sungai yang cenderung tenang menjadi objek yang ideal untuk melakukan kegiatan memancing ikan.
Terdapat beberapa jenis ikan yang mendiami sungai. Area sekitar bendungan justru beralih fungsi menjadi spot favorit bagi para pemancing. Sembari memancing, wisatawan yang berkunjung juga bisa menikmati suasana yang damai.
Spot memancing ini cocok bagi pemula maupun pemancing yang sudah berpengalaman. Banyak pemancing yang datang, mulai pagi hingga sore hari. Tidak sedikit pemancing yang mendapatkan hasil tangkapan dalam jumlah banyak.
Pada awalnya area bendungan hanya difungsikan sebagai pengendali banjir. Namun, lokasinya yang memiliki daya tarik membawa dampak positif bagi pariwisata. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang menarik untuk belajar tentang konservasi.
Utamanya upaya edukasi tentang penghijauan dan ekosistem perairan di wilayah Bali. Bendungan ini menjadi contoh yang baik bahwa infrastruktur publik bisa berkembang menjadi objek wisata baru.
Sekedar informasi, pembangunan bendungan Tukad Mati berada di kawasan sungai yang mengalir antara Kabupaten Badung hingga Denpasar. Sungai ini mempunyai panjang sekitar 22.49 km. Namun, lokasi spesifik bendungan berada di kawasan Patasari, Kuta.
Jika tertarik untuk datang ke lokasi bendungan, wisatawan boleh mengaksesnya dengan menggunakan mobil sewaan dari Putri Bali Rental. Liburan semakin terasa nyaman dengan kendaraan idaman.
Danau Yeh Malet memiliki luas yang tidak besar, berbeda dengan Danau Toba. Meski demikian, keindahan danau ini menawarkan pemandangan yang menarik untuk dikunjungi. Siapa saja yang berkunjung dapat terpukau dengan pesona alamnya.
Dalam kondisi kemarau panjang, danau ini sering kali mengalami kondisi surut. Wisatawan yang datang dalam kondisi tersebut tetap bisa menikmati keindahan alam di area ini sembari melakukan piknik.
Lokasi danau cantik ini terletak di Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Keberadaan Yeh Malet Lake sudah ada sejak zaman kerajaan terdahulu.
Luas danau ini sekitar 7 hektar, banyak tanaman eceng gondok yang tumbuh di area danau. Kedalaman danau terus-menerus mengalami pendangkalan hingga saat ini. Menurut perkiraan, kedalaman Yeh Malet Lake sekarang sekitar 1.5 meter.
Yeh Malet lake tidak tergolong dalam 5 danau terbesar di Indonesia. Namun, danau ini tetap memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya terlihat istimewa. Terlebih wisata danau di Bali yang terbilang cukup jarang untuk dijumpai.
Memukaunya gambar danau ini tersusun dari kombinasi antara hijaunya bukit, birunya langit, dan air danau yang jernih. Perpaduan ketiganya menciptakan suasana alam yang asri serta damai.
Kondisi alam yang masih tergolong asri menjadi daya tarik utama yang dimiliki oleh objek wisata ini. Wisatawan yang datang akan disuguhi dengan pesona danau dan hijaunya perbukitan.
Dilihat dari potensinya, objek wisata danau ini mempunyai potensi yang besar. Terlebih jika mendapat perhatian khusus dari pengelola setempat. Di masa mendatang, Yeh Malet Lake dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Karangasem.
Tidak sebanyak destinasi wisata pantai, objek wisata yang berupa danau masih terbilang jarang ditemui di Pulau Dewata. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik di masa mendatang dapat mendatangkan wisatawan dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
Lokasi danau ini dikelilingi oleh tiga buah bukit yang indah. Di bagian timur laut terdapat Bukit Catu. Sementara di bagian utara terdapat Bukit Ceeng dan Bukit Tengah di sebelah barat danau.
Lanskap alam yang beragam semakin memperkaya keindahan alam di kawasan danau ini. Perbukitan di sekitar danau menambah kesan asri sehingga cocok menjadi tempat untuk melepas kepenatan.
Tidak hanya memotret foto-foto cantik, wisatawan yang berkunjung juga bisa menaiki perahu rakit yang tersedia. Terdapat biaya tambahan untuk menaiki perahu tersebut. Bahan bambu dipilih sebagai bahan dasar pembuatan perahu rakit.
Wisatawan boleh mencoba menyewa perahu rakit jika berkeinginan menikmati keindahan danau dengan sensasi yang berbeda. Pengalaman menyusuri danau dengan perahu rakit menjadi pengalaman liburan baru yang menyenangkan.
Biaya untuk menikmati keindahan alam di area Yeh Malet Lake terbilang ramah untuk kantong. Tanpa mengeluarkan banyak biaya, wisatawan tetap bisa menikmati keindahan danau yang masih alami.
Selain objek wisata Danau Yeh Malet, Pulau Dewata masih menyimpan segudang objek wisata lain yang sangat beragam. Keseruan saat mengeksplorasi setiap sudut di Bali semakin mudah jika menggunakan layanan rental mobil.
Layanan sewa mobil dari Putri Bali Rental menyediakan pilihan untuk lepas kunci maupun dengan sopir. Jika memilih paket dengan sopir, wisatawan tidak perlu memusingkan rute menuju lokasi objek wisata.
Air Terjun Melanting masih terdengar asing bagi wisatawan yang baru berkunjung ke Bali. Meski begitu, wisatawan yang datang berlibur ke bali patut untuk mengunjungi air terjun ini karena sejumlah keunikannya.
Dilihat dari ulasan Google, banyak respons positif yang memuji keindahan alam di sekitar air terjun. Perjalanan yang cukup melelahkan terbayarkan dengan keindahan air terjun yang menyejukkan hati dan pikiran.
Wisatawan yang sedang menginap di daerah Buleleng dapat mengakses air terjun terdekat yang memiliki pesona luar biasa. Air terjun ini bernama Melanting. Lokasi tepatnya ada di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.
Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai dapat ditempuh selama 2 jam 50 menit. Jaraknya sekitar 83 kilometer. Lokasi air terjun ini masih berdekatan dengan beberapa destinasi wisata lain di daerah Buleleng.
Untuk mengakses lokasi air terjun, wisatawan perlu melewati sekitar 350 anak tangga. Dibutuhkan stamina yang kuat untuk mengakses lokasi air terjun secara langsung. Meski melelahkan, ada keindahan air terjun yang siap menyapa wisatawan.
Jika tertarik untuk merasakan liburan yang berbeda di Bali, maka wisatawan boleh mencoba mengunjungi air terjun yang berada di daerah Buleleng ini. Melanting waterfall menyimpan sejumlah keunikan yang menarik untuk dibahas.
Air terjun Bali dengan keindahan yang eksotis ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Jatuhnya air dari ketinggian tersebut menciptakan pemandangan yang menarik untuk dipotret melalui kamera. Aliran air yang jatuh menyerupai tirai putih yang menjuntai.
Berdasarkan gambar, objek wisata satu ini dikelilingi perkebunan hijau yang rindang. Lokasi air terjun berada di antara perkebunan cengkeh dan teh. Oleh karena itu, suara kicauan burung sering kali terdengar.
Kawasan air terjun di Buleleng relatif lebih sepi dan tidak terlalu ramai. Hal ini menjadi salah satu kelebihan bagi wisatawan yang ingin menjauh dari ramainya perkotaan. Wisatawan yang berkunjung dapat merasakan suasana alam secara privat.
Untuk sampai ke lokasi air terjun ini, wisatawan perlu berjalan kaki dengan medan yang cukup menantang. Anak tangga yang berasal dari batu alam sering kali memiliki permukaan yang licin dan memerlukan kehati-hatian ketika berjalan.
Melanting waterfall tergolong air terjun ramah anak di Bali karena aliran airnya yang tenang dan jernih. Wisatawan yang datang bersama anak-anak dapat melakukan berbagai aktivitas sesampainya di lokasi air terjun. Misalnya saja berendam di air kolam.
Terdapat kolam alam di bawah air terjun dengan air yang sejuk. Wisatawan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berendam dan menyegarkan tubuh dengan air yang berasal dari pegunungan.
Lokasi air terjun yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki menunjukkan bahwa Melanting waterfall terletak jauh dari keramaian. Suasana tenang inilah yang sering kali dicari oleh wisatawan yang berlibur ke Pulau Bali.
Air Terjun Melanting memiliki keindahan yang memukau. Dari ketinggian 20 meter, air yang jatuh ke bawah menciptakan pemandangan yang menarik mata. Untuk menikmati keindahan alam dari Melanting waterfall, wisatawan harus menempuh perjalanan darat terlebih dahulu.
Agar perjalanan tidak terasa melelahkan, wisatawan harus menyiapkan kendaraan yang nyaman dan aman. Solusi untuk hal tersebut ialah menggunakan jasa rental mobil yang sesuai dengan kebutuhan liburan.
Putri Bali Rental menghadirkan layanan sewa mobil yang aman dan terpercaya. Tersedia beragam jenis kendaraan yang dapat diisi oleh beberapa penumpang. Harga yang ditawarkan juga sesuai dengan layanan yang akan diterima oleh wisatawan.
Air Terjun Beji Griya masuk dalam salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Badung. Selain menawarkan keindahan alam yang memukau, air terjun ini juga menjadi tempat untuk melakukan pembersihan diri.
Sejarah Taman Beji Griya waterfall menyimpan cerita yang menarik untuk diulas. Dahulu, lokasi air sangat sulit untuk dijangkau karena berada di tengah-tengah tebing. Konon tempat wisata ini memiliki cerita mistis yang cukup kuat.
Ketika ingin mencari air terjun terdekat di wilayah Badung, wisatawan dapat memilih untuk berkunjung ke air terjun ini. Pura Taman Beji Griya berada di Desa Panggul, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Untuk mencapai lokasi tersebut, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Denpasar. Tempat wisata yang cukup tersembunyi ini berada di kawasan persawahan milik warga setempat.
Di sepanjang aliran air, wisatawan dapat menjumpai pahatan-pahatan unik pada batu. Pahatan tersebut memiliki makna spiritual tersendiri bagi warga setempat. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari air terjun yang terletak di Taman Beji Griya.
Setiap objek wisata di berbagai belahan dunia pasti menyimpan fakta-fakta menarik, termasuk air terjun di Taman Beji Griya. Untuk mengetahui informasi tersebut, wisatawan dapat membaca penjelasan berikut ini.
Kawasan objek wisata Beji Griya kerap dipakai oleh masyarakat Hindu untuk melakukan ritual penyucian diri atau melukat. Sebenarnya, ada beberapa air terjun Bali yang difungsikan untuk tradisi serupa. Namun, Beji Griya waterfall menyimpan nilai spiritual yang unik.
Menurut pengelola, terdapat 2 air terjun di kawasan objek wisata ini. Air terjun yang berada di area bawah berfungsi sebagai tempat untuk melebur amarah, iri dengki, dan mala. Sementara air terjun yang kedua berfungsi sebagai tempat untuk menemukan kebahagiaan.
Wisatawan yang datang untuk melakukan tradisi melukat di sarankan untuk membawa beberapa canang dan dua buah pajati. Salah satu pantangan yang perlu diperhatikan yakni tidak boleh melakukan tradisi melukat bila dalam kondisi menstruasi.
Sedikit berbeda dengan objek wisata air terjun lain, di Beji Griya wisatawan berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman spiritual dan budaya. Suasana yang sakral dan menenangkan menjadi alasan objek wisata ini difungsikan sebagai tempat melukat.
Dengan keunikan yang ditawarkan, wisatawan bisa menambahkan air terjun ini dalam rencana liburan ketika berkunjung ke Bali. Banyak nilai-nilai budaya yang bisa didapatkan ketika datang ke air terjun ini.
Dilihat dari Taman Beji Griya waterfall ulasan, banyak wisatawan yang terpukau dengan pemandangan alam yang ada. Letaknya yang tersembunyi menambah kesan ketenangan bagi wisatawan yang berkunjung.
Area air terjun ini dikelilingi oleh pepohonan yang masih asri. Sebelum dibuka untuk umum, aliran air terjun tertutupi oleh semak-semak belukar, batang pohon, dan gundukan tanah. Tidak mengherankan jika objek wisata ini menyimpan panorama alam yang masih alami.
Menariknya, Air Terjun Beji Griya mengkombinasikan pemandangan alam dan nilai budaya yang masih kental. Budaya Bali yang sangat beragam menjadi salah satu daya tarik yang ingin diketahui oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk mencapai lokasi air terjun, wisatawan sebaiknya menggunakan layanan transportasi sewaan. Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya dan waktu liburan. Layanan rental mobil di Bali dengan layanan terbaik dimiliki oleh Putri Rental Bali.
Kegiatan menjelajah objek wisata di Bali menjadi lebih leluasa jika memilih menggunakan layanan mobil sewa. Tersedia berbagai pilihan tipe kendaraan yang dapat disesuaikan dengan jumlah penumpang.
Goa Rang Reng memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Letaknya yang cukup tersembunyi membuat destinasi wisata ini jarang ditemukan oleh wisatawan. Hanya segelintir wisatawan yang mengetahui keajaiban alam di kawasan air terjun ini.
Sebagai objek wisata yang cukup tersembunyi, penting bagi wisatawan yang datang untuk menjaga kebersihan di area wisata Rang Reng. Harapannya, kelestarian alam di sekitar objek wisata ini tetap terjaga di masa mendatang.
Destinasi wisata Rang Reng berada di Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Sesuai dengan namanya, destinasi ini menawarkan keunikan goa dan aliran air terjun yang memukau mata.
Akses menuju salah satu destinasi wisata waterfall gianyar ini cukup mudah dijangkau oleh wisatawan. Jika wisatawan berangkat dari Denpasar, jarak yang perlu ditempuh untuk sampai ke kawasan Rang Reng hanya 31 km saja.
Sementara dari pusat kota Gianyar, jaraknya hanya 3 km. Jalanan di sekitar objek wisata ini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Wisatawan perlu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki untuk sampai di area wisata.
Para pecinta petualangan yang akan berkunjung ke Bali dalam waktu dekat, dapat merencanakan perjalanan ke objek wisata Rang Reng. Kombinasi keindahan alam dan petualangan yang seru menjadi nilai tambah bagi objek wisata ini.
Kawasan Rang Reng dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan terasa alami. Suasana tersebut menciptakan ketenangan bagi wisatawan datang untuk berkunjung. Tidak salah jika objek wisata ini dianggap sebagai tempat untuk melepas kepenatan.
Keindahan waterfall Bali ini tidak hanya terlihat cantik dipandang oleh mata saja. Di balik tangkapan kamera, objek wisata ini dapat menjadi latar belakang foto yang cantik dan instagramable. Banyak foto-foto estetik yang bisa ditangkap melalui kamera.
Dilihat dari beberapa ulasan, banyak wisatawan yang memuji kejernihan dan kesegaran aliran air di area Rang Reng. Suara gemericik air yang menyegarkan dan jernih membuat pikiran menjadi tenang.
Berbeda dengan air terjun secara umum, struktur bebatuan di area Rang Reng cenderung lebih melebar. Hal inilah yang mengakibatkan aliran air membentuk pola unik. Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati pemandangan yang berbeda jika berkunjung ke wisata ini.
Berdasarkan asal-usulnya, konon tempat wisata ini dibuat oleh sosok Kebo Iwa. Saat itu, Kebo Iwa mempunyai tugas untuk mencuri aliran sungai agar dialirkan ke wilayah selatan. Upaya ini dilakukan dengan membuat goa hanya dalam waktu satu malam.
Gambar goa di objek wisata Rang Reng menunjukkan pesona yang menakjubkan. Goa tersebut memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Tidak mengherankan jika objek wisata ini menjadi tempat yang ideal untuk menghabiskan waktu liburan.
Lokasi wisata yang tersembunyi kerap menyulitkan wisatawan yang ingin berkunjung. Termasuk ketika berkunjung ke Goa Rang Reng di Kabupaten Gianyar. Masalah transportasi yang terbatas justru membuat waktu liburan terasa membosankan.
Saat mengalami kendala tersebut, wisatawan sebaiknya memilih untuk menggunakan jasa rental mobil yang disediakan oleh Putri Bali Rental. Dengan layanan profesional dan harga yang kompetitif, wisatawan tidak perlu mengkhawatirkan persoalan transportasi.
Pengalaman untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis di Bali bisa diakses dengan lebih mudah menggunakan mobil sewaan. Jangan biarkan keterbatasan transportasi justru menghambat rencana petualangan.
Penting untuk Anda ketahui jika Bali adalah salah satu daerah di Indonesia yang sarat akan sejarah dan budaya. Hal ini terbukti dengan hadirnya beberapa situs lokal Bali bersejarah dan juga beberapa desa wisata, misalnya seperti Taro Village Experience.
Jika melihat dari Taro Village Experience reviews, desa wisata ini adalah tempat yang ideal untuk mempelajari budaya masyarakat Bali. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan di sini, semuanya akan dibahas pada penjelasan di bawah ini!
Berikut adalah beberapa aktivitas unik dan menarik yang bisa Anda lakukan di Taro Village!
Hal pertama yang bisa Anda lakukan di desa wisata ini adalah mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat Bali di Delodsema Traditional Village. Anda bisa jalan-jalan mengelilingi desa dan melihat langsung bagaimana masyarakat sekitar beraktivitas.
Pastinya, Anda juga bisa berinteraksi dan belajar langsung dari masyarakat lokal yang tinggal di Delodsema. Uniknya, hanya 50 keluarga saja yang tinggal di desa tradisional ini. Mereka masih melakukan tradisi dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang.
Selain itu, Anda dapat melihat uniknya rumah tradisional yang dihuni oleh masyarakat di Delodsema. Keunikannya datang dari bentuknya yang mirip dengan kelapa. Karena itulah masyarakat lokal mengenalnya dengan nama Traditional Bali Coconut House.
Tidak hanya di Delodsema, Anda juga dapat mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat Bali di Taro Village. Hal ini karena di desa ini terdapat pemukiman Hindu kuno dengan rumah tradisional yang tidak kalah unik dari Traditional Bali Coconut House.
Hanya saja, untuk mencapai desa ini Anda perlu berjalan kaki, mendaki, melalui sawah, dan hutan bambu terlebih dahulu. Setelah sampai, Anda bisa melihat kehidupan masyarakat lokal yang sebagian besar berprofesi sebagai pandai perak dan pengukir kayu.
Jika Anda ingin berinteraksi lebih dekat dengan budaya Bali, Anda bisa mengikuti upacara adat bernama โMelukatโ. Upacara adat ini merupakan ritual pemurnian yang akan dilakukan di Delodsema Village, lebih tepatnya di The Holy Spring Water Temple.
Jika Anda ingin belajar membuat sesuatu, desa wisata ini menawarkan beberapa kelas. Beberapa pilihannya adalah kelas memasak masakan tradisional Bali, kelas membuat Bali Coconut Oil, dan kelas membuat manik-manik atau perhiasan khas Bali.
Pada kelas memasak, Anda akan menikmati pengalaman memetik bahan makanan sendiri langsung dari kebun. Setelah itu, Anda akan diajarkan memasak beberapa menu tradisional Bali dari awal dan memakannya bersama-sama usai kelas usai.
Jika Anda mengikuti kelas Bali Coconut Oil atau manik-manik, hasilnya bisa Anda bawa langsung sebagai oleh-oleh dari Pulau Bali.
Selain berinteraksi dengan manusia, Anda juga bisa berinteraksi dengan alam di desa wisata ini. Misalnya seperti di Mason Elephant Park, di mana Anda bisa secara langsung berinteraksi dengan gajah. Anda juga bisa naik ATV sambil berkeliling menikmati alam.
Hal lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah pengalaman Taro Village firefly, yaitu ketika Anda menikmati makan malam privat sambil menikmati keindahan kunang-kunang.ย
Anda bisa merasakan semua Taro Village Experience dengan datang langsung ke lokasinya, yaitu di Jalan Taman Gajah, Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Rental Bali agar perjalanan aman dan nyaman!ย