putri bali rental mobil di bali

Pantai Penimbangan Barat Pura jadi hidden gem beach yang punya panorama cantik dengan ciri khas pasir hitamnya. Jadi salah satu pilihan ideal bagi wisatawan, Pantai Penimbangan masih selalu ramai saat musim liburan dan akhir pekan. 

Apalagi saat sore hari, banyak wisatawan yang datang untuk sekedar menikmati view sunsetnya yang spektakuler. Lokasinya yang dekat dengan beberapa destinasi lain di Buleleng Bali, menjadikan Pantai Penimbangan jadi opsi liburan terbaik Anda.

Lokasi, HTM, dan Jam Buka

Lokasi Pantai Penimbangan Barat Pura berada di Ds. Baktiseraga, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng, Bali. Jika Anda berangkat dari Bandara Ngurah Rai akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam 48 menit (96,2 km) lewat Br. Taman Tanda โ€“ Mengwitani.

Tapi jika berangkat dari pusat kota Singaraja, maka hanya menempuh perjalanan sekitar 4 km saja. Untuk akses jalan menuju ke Pantai Penimbangan ini cukup baik dan jalannya sudah beraspal. 

Sedangkan, untuk jam bukanya Setiap Hari 24 jam. HTM Pantai Penimbangan sangat terjangkau, yaitu hanya membayar parkir saja, Rp 2.000,- (motor) dan Rp 5.000,- (mobil). Tapi untuk HTM ini mungkin saja berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola wisatanya.

Yang Paling Menarik dari Pantai Penimbangan

Pantai Penimbangan Bali memang terkenal dengan spot sunset nya yang sangat indah dan memuaskan. Tapi tidak hanya sekedar itu saja, melainkan ada banyak daya tarik lainnya yang harus Anda tahu sebelum menuju ke sana. Adapun daya tarik Pantai Penimbangan adalah sebagai berikut:

1. Bisa Lihat Penyu

Sejak dulu, Pantai Penimbangan telah menjadi tempat konservasi penyu. Dalam aktivitas tersebut, pengelola akan menetaskan telur penyu di kolam khusus. Jika penyu sudah agak besar, maka akan melepaskannya kembali ke laut. 

Tujuannya untuk menjaga ekosistem laut dan terumbu karang. Jadi, jika dalam proses pelepasan penyu tersebut, para pengunjung bisa melihat bagaimana keseruannya. 

2. View Sunset Spektakuler

Terkenal dengan spot sunset terbaik di Buleleng Bali, Pantai ini hadir dengan suguhan panorama matahari terbenam paling spektakuler. Ketika senja datang, langit mulai menampilkan gradasi warna ungu, merah, dan oren yang memantul di permukaan laut. 

Kontras dengan pasir hitamnya, menjadikan pemandangan pantai sangat cantik dan menawan saat sore hari. Jika Anda ingin lebih tenang saat menikmati sunset, maka bisa menuju ke area Pura Segara Penimbangan yang ada di sisi Pantai Penimbangan. 

3. Wisata Kuliner Tak Ketinggalan

Wisata kuliner akan selalu jadi aktivitas rutin saat berlibur di destinasi wisata. Ketika Anda berada di kawasan Pantai Penimbangan, maka di sepanjang tepi pantainya akan menemukan warung makan yang menyajikan kuliner khas yang lezat. 

Aneka hidangan khas Buleleng Bali bisa Anda pilih sesuka hati dan menikmatinya sambil melihat pemandangan pantai. Apalagi untuk harga menunya sangat murah, mulai dari Rp 10 ribu saja. Lalu, jika Anda keluar sedikit dari area pantai, maka akan menjumpai berbagai restoran terkenal. 

Liburan Paling Asyik di Pantai Penimbangan 

Pantai tak pernah bosan jadi objek wisata utama yang banyak pengunjungnya saat liburan. Selain hemat budget, wisatawan akan senang ketika menikmati pemandangan alam pantai tanpa batas bersama keluarga dan orang-orang terdekat. 

Nah, agar liburan Anda ke Pantai Penimbangan jadi lebih seru dan praktis, maka bisa menggunakan sewa mobil sebagai transportasinya. Bisa request pergi ke mana saja di Bali, Anda juga bisa sewa lepas kunci atau dengan supir. 

Adapun rekomendasi sewa mobil terpercaya dan termurah di Bali adalah Putri Bali Rental. Dengan harga yang bersahabat, Anda bisa menuju ke Pantai Penimbangan Barat Pura dengan lebih praktis dan menyenangkan. 

Happy Beach Tukad Mungga bisa jadi tujuan wisata saat Anda berada di Buleleng Bali. Cukup berbeda dari kebanyakan pantai lainnya di Bali, Pantai Happy Tukad Mungga ini punya satu patung tradisi Megebeg-gebegan yang jadi ikon pantainya. 

Tradisi Megebeg-gebegan jadi tradisi asli di Desa Tukadmungga dan jadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan di pantai ini. Jika Anda penasaran dan ingin mengunjunginya, simak informasi lengkapnya berikut ini!

Lokasi, HTM, Jam Operasional

Lokasi Pantai Happy Tukad Mungga berada di Tukadmungga, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Jika kamu berangkat dari Bandara Ngurah Rai, maka harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam 50 menit (97,7 km) lewat Br. Taman Tanda โ€“ Mengwitani.

Tapi, jika Anda berada dari pusat Kota Singaraja, maka letak pantainya tak jauh dari sana. Apalagi untuk akses jalannya sangat bagus dan mudah untuk Anda tempuh. 

Untuk jam bukanya Setiap Hari selama 24 jam. Sedangkan, di Pantai Happy Tukad Mungga ini tidak ada HTM dan hanya membayar biaya parkir saja. Meski begitu, untuk HTM ini bisa saja berubah sesuai kebijakan pengelola wisata terbaru.

Yang Menarik dari Happy Beach Tukad Mungga

Bukan sekadar pantai biasa, Pantai Happy Tukad Mungga adalah pantai berpasir hitam dengan ombak tenang. Meski masih tampak sepi, sebenarnya pantai ini punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan, antara lain: 

1. Dekat Pura Segara Tukadmungga

Jika Anda selesai mengunjungi Pura Segara Tukadmungga, maka bisa langsung bermain di pantai Happy ini. Untuk jaraknya cukup dekat, sekitar 10 menit saja naik mobil. Lokasi pura yang berdekatan inilah yang banyak membuat wisatawan tidak segan untuk mampir ke Pantai Happy.  

2. Bisa Lihat Dolphine

Jika Anda pecinta lumba-lumba, maka bisa melihat pertunjukan dolphin di Pantai Happy. Sembari snorkeling, Anda akan menjumpai kawanan lumba-lumba yang muncul ke permukaan. Sebaiknya, Anda datang di pagi buta agar bisa melihat dolphine-nya. 

3. Panorama Sunset Indah

Meski masih tergolong pantai yang sepi, Pantai Happy punya panorama sunset yang sangat indah. Hal ini terbukti dari ulasan pengunjung sebelumnya di Google Maps. Banyak pengunjung yang mengatakan puas serta mengakui kecantikan Pantai Happy Tukad Mungga saat matahari terbenam di sore hari. 

Dengan panoramanya indah, menjadikan pantainya ini jadi spot terbaik untuk menikmati sunset bersama orang terdekat. Bahkan, banyak spot sunset yang bisa Anda eksplor untuk mengabadikan momen terbaik di pantai ini.

4. Eksplor Kuliner Lezat Pinggir Pantai

Ketika bermain di pantai, pasti kurang lengkap rasanya jika belum mencicipi aneka hidangan yang tersedia di sekitar kawasannya. Di Happy Beach Tukad Mungga, Anda akan menjumpai restoran dan warung makan yang cukup terkenal. 

Dengan suguhan menu-menu bervariasi dengan cita rasa yang memanjakan lidah, Anda juga bisa menyantapnya sembari menikmati sunset di pinggir pantai. Dengan pasir hitam yang eksotis, Anda bisa piknik dan bersantai dengan nyaman sembari kulineran di pinggiran pantai. 

Jalan-Jalan Lebih Praktis dengan Sewa Mobil

Jalan-jalan ke berbagai destinasi di Buleleng Bali memang sangat menyenangkan, khususnya di Pantai Happy Tukad Mungga. Tapi, perjalanan yang lebih praktis bisa Anda dapatkan dengan sewa mobil. 

Dengan sewa mobil memungkinkan Anda tidak perlu bingung lagi soal transportasi. Anda juga bisa request ingin ke mana saja dan bisa langsung berangkat tanpa harus cari transportasi umum. Untuk rekomendasi sewa mobil terbaik di Bali adalah Putri Bali Rental.

Dengan supir yang berpengalaman dan armada bagus, perjalanan Anda ke Happy Beach Tukad Mungga jadi lebih mudah, seru, dan menyenangkan.

Mesusun Waterfall jadi rekomendasi air terjun di Buleleng Bali yang sekelilingnya terdapat pepohonan rindang dan bebatuan. Terletak jauh dari pusat kota, menjadikan tempatnya cukup tersembunyi dan cocok sebagai tempat refreshing. 

Bagi Anda yang ingin eksplor area air terjunnya, nantinya akan menemukan suasana yang masih sangat alami dan permai. Meski belum sepopuler air terjun lainnya di Bali, tapi Anda bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda saat mengunjungi Air Terjun Mesusun. 

Lokasi, HTM, Jam Operasional

Lokasi Mesusun Waterfall berada di Jln, Cempaga, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Jika Anda berangkat dari Bandara Ngurah Rai, maka harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam 45 menit (91,7 km) lewat Br. Taman Tanda โ€“ Mengwitani

Untuk jalan menuju ke kawasan air terjun ini sekelilingnya ada pohon rindang dengan suasana yang asri. Buka Setiap Hari 24 jam, di air terjun ini juga tidak ada tiket masuk. Jadi Anda bisa leluasa bermain di air terjunnya kapan saja. 

Aktivitas di Air Terjun Mesusun

Mengunjungi destinasi alam Bali jadi salah satu cara untuk refreshing atau menenangkan diri dari penatnya hiruk pikuk kota. Dari berbagai destinasi alam yang ada, air terjun jadi opsi terbaik untuk menyegarkan badan dan pikiran. 

Apalagi di Bali punya banyak pilihan air terjun yang bisa Anda kunjungi, salah satunya adalah Mesusun Waterfall. Tidak hanya bisa menikmati viewnya saja, di air terjun ini pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas seru, seperti:

1. Berenang

Di bawah Air Terjun Mesusun, terbentuk kolam renang dengan kedalaman yang sedang. Airnya yang segar dan kawasannya yang sejuk sangat mendukung aktivitas berenang. Sehingga, tidak jarang pengunjung yang berenang di bawah air terjun untuk menyegarkan diri. 

2. Berburu Foto

Air Terjun Mesusun masuk dalam kategori air terjun kecil yang berada di lingkungan alami. Meski begitu, sepanjang jalan menuju ke air terjun menawarkan view menarik yang sayang untuk Anda lewatkan. 

Anda bisa mulai berburu foto di sepanjang jalan setapak hingga di area Air Terjun Mesusun. Background alam yang hijau dan memanjakan mata, memungkinkan pengunjungnya tidak akan kehabisan spot foto terbaik di tempat ini.

3. Berpetualang

Sepanjang jalan menuju ke air terjunnya, pengunjung harus melewati desa-desa dan menyusuri hutan dengan medan jalan yang cukup menantang. Sehingga tempatnya juga cocok bagi Anda yang suka refreshing sekaligus berpetualang. 

Jika ada turis yang ingin ke air terjun, biasanya ada pemandu lokal yang mengantarkannya kesana. Dengan tip sukarela, membuat perjalanan lebih mudah, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang kesana. 

Perjalanan Menuju Air Terjun Mesusun

Dari sekian banyak destinasi wisata di Bali, Air Terjun Mesusun Buleleng masuk dalam kategori wisata alam yang masih terpencil dan tersembunyi. Sehingga, lokasinya juga belum cukup familiar. Oleh sebab itu, jika Anda penasaran dengan air terjun ini bisa menyewa mobil untuk transportasinya. 

Bisa leluasa atur jadwal sesuka hati dan bebas menentukan destinasi wisata, perjalanan Anda akan lebih mudah dengan sewa mobil. Adapun rekomendasi sewa mobil terbaik dan terpercaya di Bali adalah Putri Bali Rental.

Tersedia berbagai jenis armada sesuai kebutuhan perjalanan, Anda bisa pilih sewa mobil lepas kunci atau dengan sopir. Tapi bagi Anda yang baru pertama kali liburan ke Bali, sebaiknya pilih layanan sewa mobil dengan supir untuk mengantarkan ke Mesusun Waterfall dengan lebih cepat.

Belum banyak orang, terutama wisatawan yang tahu jika Pulau Bali punya beragam bendungan menarik. Jika jalan-jalan ke Kuta, Anda akan menemukan Bendungan Tukad Mati. Sedangkan di Buleleng, Anda dapat berkunjung langsung ke Bendungan Titab Ularan.

Jika Anda penasaran di mana lokasi Bendungan Titab, alamatnya ada di daerah Ularan, Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Anda bisa mengenal lebih jauh tentang bendungan ini di sini, lengkap dengan sejarah dan daya tariknya!

Sejarah Singkat Bendungan Titab

Penting untuk Anda ketahui jika Bendungan Titab adalah bendungan terbesar di Bali. Bendungan ini memiliki pandang 210 meter, lebar puncak 12 meter, tinggi 60,3 meter, dan volume 1.380.000 meter persegi, paling besar dari semua bendungan di Bali.

Fungsinya untuk membendung aliran sungai Tukad Saba, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Mereka menggunakannya untuk mengairi lahan pertanian, membangun PLTM, sumber air untuk rumah tangga, dan lainnya.

Pemerintah Buleleng melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membuat rencana terkait pembangunan bendungan pada tahun 2000 silam. Hanya saja, proses perencanaannya memang memerlukan waktu yang sangat panjang.

Pasalnya, Kementerian PUPR baru mulai membangun Bendungan Titab pada tahun 2009, kurang lebih 9 tahun dari awal perencanaannya. Proses pembangunannya pun memerlukan waktu lama mengingat ukurannya, sehingga baru selesai di tahun 2015.

Setelah resmi selesai pada tanggal 13 Desember 2015, pemerintah memang langsung mengoperasikan bendungan ini. Hanya saja, operasi dan pemanfaatan bendungan masih belum optimal pada beberapa tahun setelah bendungan resmi dibangun.

Bendungan baru beroperasi secara total dan optimal pada tahun 2018, sehingga kini masyarakat bisa merasakan semua manfaatnya. Pada saat curah hujan lebat, bendungan ini juga berfungsi untuk menahan banjir agar tidak sampai ke area pemukiman. 

Daya Tarik Bendungan Titab

Menariknya bendungan ini tidak hanya bermanfaat untuk warga sekitar, tapi juga bisa jadi alternatif wisata bagi Anda yang sedang liburan, seperti:

1. Menikmati Wisata Alam Jenis Baru

Bicara soal wisata alam, kebanyakan dari Anda pasti langsung memikirkan pantai, danau, atau gunung. Tapi, tahukah Anda jika sungai dan bendungan juga termasuk tempat wisata alam yang tak kalah indah? Terlebih jika Anda datang ke Bendungan Titab Ularan. 

Pasalnya, bendungan ini memiliki luas dan volume air yang lapang, membuat Anda merasa tenang. Selain itu, ada green space yang cukup luas di sekitarnya. Hal ini membuat panorama bendungan jadi makin menarik, entah di pagi, siang, atau sore hari.

Sambil menikmati pemandangan dan menikmati angin, Anda bisa jalan-jalan santai di tepi bendungan. Pas untuk healing, terutama jika Anda bosan dan lelah dengan perkotaan. 

2. Tempat Ideal untuk Berburu Foto

Karena punya pemandangan indah, jangan lupa untuk membawa kamera Anda. Sebab, Anda bisa berburu foto pemandangan di sini tanpa harus membayar biaya karcis. Pilihannya beragam, dari hamparan air, penghijauan di sekitarnya, atau sekadar selfie.

Jadi, selain untuk menenangkan diri dan healing dari hiruk pikuk perkotaan, Anda juga bisa mendalami hobi fotografi saat berkunjung ke sini. Jangan lewatkan momen matahari terbit dan terbenam karena panoramanya akan lebih indah. 

Penutup

Jadi bagaimana, apakah Anda mulai tertarik untuk liburan ke Bendungan Titab Ularan? Selain ke bendungan, jangan lupa berkunjung ke tempat wisata menarik lain yang ada di Bali! Supaya mobilitas lebih mudah, pastikan untuk sewa mobil di Putri Rental Bali!

Bicara soal pelabuhan, Anda pasti tahu jika fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemberhentian kapal laut. Misalnya seperti Pelabuhan Padang Bai yang bisa Anda kunjungi jika ingin menyebrang ke NTT. Selain itu, ada juga Pelabuhan Celukan Bawang.

Hanya saja, ada yang menarik dari pelabuhan di Bali yang satu ini. Pasalnya, selain jadi tempat pemberhentian kapal laut, pelabuhan ini juga terkenal sebagai tempat wisata. Anda bisa melihat evolusi pelabuhan ini dari awal berdiri hingga saat ini di sini!

Evolusi Pelabuhan Celukan Bawang

Pada dasarnya, ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan di Celukan Bawang Bali, termasuk evolusinya dari pusat perdagangan hingga jadi kawasan pariwisata. Jika ingin tahu lebih banyak soal pelabuhan ini, berikut penjelasan yang lebih lengkapnya!

1. Berawal dari Pusat Perdagangan

Penting untuk Anda catat bahwa alamat Pelabuhan Celukan Bawang ada di Jalan Celukan Bawang Nomor 33, Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Jadi, lokasinya memang berada di utara Pulau Dewata dan sangat strategis sebagai jalur perdagangan.

Dulu, sebelum pelabuhan ini berdiri, Buleleng juga punya Pelabuhan Buleleng di Singaraja yang memiliki peran penting dalam perdagangan rempah di Nusantara. Tidak hanya itu saja, pelabuhan ini juga menjadi pusat perdagangan internasional di Pulau Bali.

Sedangkan pelabuhan ini termasuk  pelabuhan baru di Kabupaten Buleleng, terletak di Kecamatan Gerokgak. Pada awal mula pendiriannya, fungsi pelabuhan ini juga tidak jauh berbeda dengan Pelabuhan Buleleng, yaitu sebagai pusat perdagangan.

Pemerintah Provinsi Bali menjadikan pelabuhan ini sebagai tempat untuk bongkar muat barang, bisa terlihat dari banyaknya gudang kayu dan semen di sekitar pelabuhan. Dulu, eksistensinya ada untuk mendukung perdagangan nasional dan internasional.

2. Fungsi Berubah Jadi Pusat Pariwisata

Meskipun pada awalnya didedikasikan untuk perdagangan, namun kini peran pelabuhan di Gerokgak ini mulai bergeser ke industri pariwisata. Hal ini karena eksistensi Pelabuhan Benoa di Denpasar yang perlahan-lahan mulai menggantikan perannya.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Benoa jauh lebih sibuk daripada di Celukan Bawang. Jadi, sejak kehadiran Benoa, Celukan Bawang mulai tidak berkembang sebagai kawasan industri. Mau tidak mau, pihak pengelola harus menyesuaikan diri.

3. Berkembang Jadi Pusat Kapal Pesiar

Kini, Celukan Bawang mulai berkembang di industri pariwisata, terutama di bidang kapal pesiar. Alasannya sederhana, yaitu karena ada banyak kapal pesiar yang berlabuh di pelabuhan ini. Jadi, jika ingin naik kapal pesiar dari dan ke Bali, Anda perlu ke sini.

Rencananya, pemerintah Bali bahkan akan membangun industri pendukung pariwisata di pelabuhan ini. Ada banyak ide yang cukup menarik, mulai dari membangun pabrik wine, kerajinan tangan, oleh-oleh khas Buleleng, dan pendukung pariwisata lainnya.

Selain rencana untuk masa depan, kini Anda juga bisa melihat banyak keseruan di pelabuhan ini. Setiap kali ada kapal pesiar yang mampir, Anda bisa melihat berbagai jenis pertunjukan budaya. Hanya saja, hal ini tidak bisa Anda temukan setiap saat di pelabuhan.

Jadi sebelum datang, pastikan Anda tahu jadwal kedatangan kapal pesiar. Caranya bisa langsung bertanya di akun media sosial, email, dan akun resmi lain milik pelabuhan. Tim customer service nantinya akan memberi tahu Anda kapan jadwal yang berikutnya.

Penutup

Jadi bagaimana, apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke Pelabuhan Celukan Bawang? Jika iya, maka langkah yang selanjutnya adalah menyewa mobil di Putri Rental Bali agar perjalanan makin cepat, mudah, dan praktis!

Ketika bertandang ke Taman Nasional Bali Barat, Anda bisa menemukan sebuah monumen yang sarat akan sejarah. Anda akan mengenalnya dengan nama Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, sebuah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia bisa melawan penjajah.

Karena sejarahnya, wajar jika banyak orang penasaran dan ingin mengenal Monumen Lintas Laut dengan lebih dekat. Jika Anda salah satunya, maka tidak perlu khawatir karena penjelasan lengkap soal sejarah dan daya tarik tempat ini ada di sini!

Sejarah Pendirian Monumen Operasi Lintas Laut

Tahun 1946 adalah tahun yang penting bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu Indonesia sudah merdeka, namun pihak Belanda sedang getol untuk merebut kemerdekaan dari bangsa Indonesia dengan cara mengirimkan pasukan ke negara ini, termasuk Bali.

Orang Bali tentu tidak diam saja melihat kejadian ini, inilah latar belakang Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali pada tanggal 4 April 1946. Operasi ini merupakan perang laut dan perang amfibi pertama yang dialami oleh Indonesia karena terjadi di Selat Bali.

Pada saat itu, pihak Belanda mengirimkan banyak pasukan militer dari sekutu untuk menduduki Bali dan ingin merebutnya kembali. Namun, bangsa Indonesia tidak ingin menyerah begitu saja dan langsung melawan meski dengan peralatan perang seadanya.

Indonesia berhasil membalikan keadaan ketika pasukan yang dipimpin oleh Kapten Markadi berhasil menembus pertahanan pihak Belanda di Selat Bali. Hasilnya, mereka pun bisa menghancurkan dan menenggelamkan kapal laut patroli milik Belanda.

Tapi bukan hanya itu saja dampak Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali. Pasalnya, selain sang kapten ada sosok pahlawan lain yang memiliki jasa besar dalam perang amfibi ini, yaitu I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya yang menjaga pertahanan di darat.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini, pemerintah Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur mendirikan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali di Gilimanuk dan Banyuwangi. Khusus untuk yang berada di Gilimanuk, Anda dapat mengunjunginya di TNBB.

Pesona Monumen Operasi Lintas Laut

Selain punya sejarah panjang, monumen ini juga memiliki pesona dan daya tarik yang tidak terbantahkan, seperti:

1. Eksistensi Prasasti Berisi Nama Pahlawan

Anda mungkin sudah mengenal I Gusti Ngurah Rai dan Kapten Markadi karena peran mereka dalam perang amfibi. Tapi, mempertahankan kemerdekaan tidak akan mungkin terjadi jika hanya dilakukan oleh dua orang. Jadi, masih ada banyak orang di balik mereka.

Mengingat kapan terjadi Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali, yaitu pada 4 April 1946, ada ratusan rakyat Indonesia yang ikut berjuang bersama-sama. Anda bisa melihat semua nama mereka di sebuah prasasti besar yang terletak di belakang monumen ini.

2. Keunikan Bentuk Monumen

Selain prasasti, daya tarik yang bisa Anda nikmati di sini adalah bentuk monumennya itu sendiri. Bentuknya unik karena Anda dapat menemukan dua buah tank tepat di pintu masuk. Lalu, ada juga eksistensi rudal dan ranjau yang kabarnya eksis sejak masa perang.

Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menemukan patung senjata, bambu runcing, dan gerbang khas arsitektur Bali. Jadi, Anda tidak hanya bisa belajar sejarah saja di sini, tapi juga bisa menikmati panorama indah, berburu fotografi, dan lain-lain.

Harga Tiket Masuk

Karena sarat akan sejarah, monumen ini terbuka secara umum dari pukul 07.00 - 21.00 tanpa biaya. Jadi, jangan lupa untuk menyewa mobil di Putri Rental Bali dan berkunjung ke Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali saat Anda liburan di Pulau Dewata!

Putri Bali Rental pilihan terbaik untuk sewa mobil yang aman, murah  dan terpercaya di Bali

Hubungi Kami
Sewa Mobil BaliSewa Mobil Bali
081 999 533 488
081 999 533 488
putribali.rental@gmail.com
JL. Grogol Carik, Gg Naga Mas NO. 8
Pembayaran
BCA : 7705203342
A/N I Gede Juliana
Optimized by
Jasa SEO
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram