Bali merupakan salah satu pulau yang dikenal memiliki keindahan alam dan situs religi. Salah satu dari situs religi yang sangat unik di Bali, yakni Pura Luhur Rambut Siwi. Tempat suci tersebut sangat mencerminkan kekayaan budaya spiritual yang sangat khas.
Pura tersebut memiliki sejarah singkat Pura Rambut Siwi juga menjadi daya tariknya. Pura Luhur ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan destinasi wisata di Kabupaten Jembrana. Penasaran bagaimana sejarah dan di mana letak pura ini? Yuk simak di bawah ini!
Di balik pura tersebut, terdapat sejarah yang melibatkan budaya-budaya di Bali. Walau tidak ada catatan yang pasti mengenai sejarah tersebut. Namun, cerita tentang pura ini sudah ada dan diceritakan secara turun-temurun.
Menurut cerita legenda dari cerita rakyat Bali, pada abad ke-15 M ada seseorang Brahmana Suci. Brahmana suci tersebut bernama Danghyang Dwijendra atau masyarakat mengenal Danghyang Nirartha. Brahmana tersebut melakukan perjalanan spiritual di Bali.
Dalam agama Hindu, Danghyang Nirartha merupakan salah satu tokoh suci yang telah melakukan perjalanan spiritual di Bali. Danghyang Nirartha juga meninggalkan warisan spiritual di Bali. Di Bali diyakini ditemukan sehelai rambut Dewi Durga jatuh ke laut.
Diyakini pada cerita tersebut, ditemukannya rambut suci Dewi Durga berada di pantai barat Bali. Kemudian, hal ini diyakini sebagai tanda hadirnya serta berkat dari Dewi Durga. Karena hal tersebut, Danghyang Nirartha memutuskan mendirikan pura untuk dewa yang dipuja.
Pura tersebut didirikan untuk menghormati Dewi Durga serta sebagai tempat penyimpanan rambut suci tersebut. Pura tersebut dibangun tepat di tempat ditemukannya rambut suci tersebut. Awalnya sederhana kemudian diperluas dengan memberi keunikan arsitektur Bali.
Pura Rambut Siwi terletak di Bali, tepatnya ada di Desa Yeh Embang daerah pesisir pantai barat Daya Bali. Pura tersebut masih terletak di kabupaten Jembrana Bali dan dekat dengan Denpasar. Dari Denpasar hanya sekitar 90 kilometer arah barat Denpasar.
Untuk menuju Pura Rambut Siwi ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil di Bali. Selain itu, pura ini dapat dikunjungi dengan menaiki transportasi umum juga. Tentunya akan lebih murah bila menaiki kendaraan pribadi.
Pura Rambut Siwi memiliki 8 pura yang mana letak pura ini berada di pesisir pantai.
Seperti yang telah diketahui bahwa Pura Luhur Rambut Siwi ini berada di Desa Yeh Embang dan dekat dengan Denpasar. Untuk itu, pura tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Ada rute yang bisa dipilih untuk menuju pura.
Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, maka pilih rute mengikuti jalan raya menuju Gilimanuk. Rute ini adalah rute termudah karena pura tersebut letaknya 10 kilometer sebelum pelabuhan Gilimanuk. Sebelum berkunjung harus melihat waktu kunjungan dahulu.
Walau memang pura ini dapat dikunjungi dalam sepanjang tahun, tapi perlu pahami juga waktu kunjungnya. Waktu paling baik untuk berkunjung saat selama musim kemarau, yakni pada bulan April sampai Oktober. Dan, perhatikan hari libur keagamaan.
Memperhatikan waktu dan hari libur keagamaan salah satu bentuk menghargai budaya Pura Rambut Siwi. Karena sebagai pendatang tidak mungkin langsung bertindak sembarangan.
Pura Luhur Rambut Siwi merupakan salah satu situs religi yang berada di Kabupaten Jembrana. Pura tersebut bukan hanya sebagai situs religi, tapi juga destinasi wisata yang memiliki keindahan alamnya. Sebelum datang, perhatikan waktu dan hari libur keagamaan. Untuk bisa mengunjungi tempat ini, Anda bisa menyewa mobil yang ada di bali. Harga sewa mobil di Bali pun bervariasi. Anda bisa memilihnya sesuai dengan budget yang dimiliki.ย
Salah satu tempat di Bali yang memikat hati para wisatawan adalah Pura Pulaki. Yakni sebuah tempat suci yang merangkul pesona laut dan kehidupan spiritual Hindu. Pura ini terletak di utara Pulau Dewata. Simak mitos serta legenda menariknya disini!
Terdapat beberapa mitos dan legenda yang diceritakan secara turun temurun, berikut penjelasannya!
Salah satu cerita populer tentang Pura Pulaki adalah adanya kera suci di sekitarnya, dianggap sebagai penjaga dan pelindung pura. Dipercayai bahwa kera-kera ini memiliki hubungan spiritual dan dianggap sebagai manifestasi roh yang sakral.
Selanjutnya, terkait dengan legenda Sri Patni Kaniten, istri Danghyang Nirartha. Dikatakan bahwa Sri Patni Kaniten berasal dari Blambangan dan turut serta dalam perjalanan spiritual Danghyang Nirartha menuju Bali. Pura ini dianggap sebagai tempat penghormatan arwahnya.
Di area ini, ditemukan alat-alat dari zaman prasejarah, seperti batu berbentuk kapak dan batu picisan. Keberadaan batu-batu prasejarah ini menciptakan misteri dan menarik minat peneliti dan arkeolog untuk menyelidiki sejarah pura ini lebih lanjut.
Terdapat mitos bahwa sumber mata air tawar di teluk Pulaki telah ada selama berabad-abad. Beberapa meyakini bahwa air ini memiliki kekuatan suci dan mampu memberikan berkah serta kesembuhan bagi yang meminumnya.
Pura Melanting yang berdekatan juga memiliki kisah dan legenda sendiri. Pura ini konon berfungsi sebagai pasar tradisional bagi penduduk setempat. Legenda ini menambah daya tarik dan keunikan kawasan ini.
Alamat lengkap Objek Wisata Pura Pulaki di Gerokgak, Buleleng, Bali: Jl. Singaraja-Gilimanuk, Banyupoh, Kec. Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali 81155.
Pura Pulaki di Gerokgak, Buleleng, Bali umumnya tidak mengenakan biaya untuk tiket masuk. Sebagai tempat ibadah dan keramat bagi umat Hindu, kebanyakan pengunjung tidak perlu membayar untuk mengakses pura ini.
Meskipun begitu, sebagai bentuk penghormatan, pengunjung diharapkan mematuhi aturan dan etika pura. Selain itu, apabila Anda ingin memberikan sumbangan atau donasi untuk pemeliharaan pura, terdapat kotak donasi di sekitar area pura sebagai opsi.
Fasilitas di Pura Pulaki di Gerokgak, Buleleng, Bali mencakup berbagai layanan untuk kenyamanan pengunjung. Berikut beberapa fasilitas yang tersedia!
Terdapat area parkir yang luas untuk kendaraan pengunjung, memungkinkan Anda dengan nyaman memarkir mobil atau sepeda motor saat mengunjungi tempat ini.
Pura ini juga merupakan tempat ibadah umat Hindu. Sehingga pengunjung dapat mengikuti persembahyangan dan upacara keagamaan yang diadakan di pura ini.
Fasilitas kamar mandi dan tempat mencuci diri disediakan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung selama berada di tempat wisata ini.
Area pura juga menyediakan tempat istirahat bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak atau menikmati suasana sekitar.
Terdapat warung jualan yang menyediakan makanan dan minuman ringan, memungkinkan pengunjung membeli camilan atau minuman segar selama berada di sini.
Bagi yang ingin menginap lebih lama, terdapat penginapan di sekitar area. Anda dapat mencari akomodasi sesuai dengan kebutuhan Anda di sekitar lokasi wisata ini.
Pura Pulaki memancarkan keunikan dan keagungan yang memikat hati. Dengan mengunjunginya, setiap pelancong diundang untuk meresapi harmoni antara spiritualitas dan keindahan alam yang menjadi ciri khas pulau Bali. Sebagai bahan pertimbangan untuk menghemat liburan anda dapat menggunakan sewa mobil lepas kunci karena harganya lebih murah dibandingkan dengan sopir dan pilihkan Putri Bali Rental sebagai penyedia yang terpercaya ketika di Bali.
Pura Bakungan diyakini berkaitan erat dengan keberadaan Pura Agung Pecangakan yang berlokasi di Dauhwaru. Keberadaan Candi Bakungan yang terbuat dari bata merah ini juga dipercaya masyarakat sebagai peninggalan zaman Majapahit.
Susunan bata merah di Candi Bakungan ini bentuknya menyerupai candi-candi yang berada di Pulau Jawa. Selain itu, bangunan candi ini terdiri atas bagian kaki candi, badan, dan atap (lapik).
Dari Kutipan Babad Dinasti Ki Ageng Malele Cengkrong diceritakan, pada tahun 1400 M kekuasaan atas daerah Jembrana dilanjutkan oleh keturunan Raja Bakungan. Keturunan yang dimaksud adalah Ki Ageng Cengkrong, Ki Ageng Mekel Bang, dan Ki Ageng Malele Bang.
Lalu, Ki Ageng Mekel Bang mendirikan puri di sebelah timur kerajaan Bakungan yang dinamai Kerajaan Pecangakan. Nama tersebut dipilih karena di daerah tersebut masih dataran rendah yang banyak burung cangak.
Kemudian, Ki Ageng Mekel Bang diberi gelar I Gusti Ngurah Gde Pencangakan oleh penguasa yang berpusat di Samprangan, yaitu Sri Kresna Kepakisan. I Gusti Ngurah Gde Pencangakan lalu memerintah bersama Manca Agung yang bernama Ki Ageng Malele Bang.
Di suatu waktu, I Gusti Ngurah Gde Pecangakan dianugerahi seekor kuda putih oleh Sri Bima Cili yang masih tergolong kerabatnya. Kuda putih tersebut diberi nama Jaran Bana Rana.
Filosofi nama kuda tersebut dipilih karena mengingat Kerajaan Pecangakan yang jauh terletak di sebelah timur Kerajaan Bakungan. Berkat kerja keras dari Kerajaan Pancang Akan, membuat negeri tersebut menjadi aman, makmur, dan sentosa.
Lokasi Pura Bakungan berada di Dusun Paginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kec. Melaya, Jembrana, Bali. Biasanya pura ini digunakan sebagai tempat sembahyang para warga lokal atau pelancong.
Di sisi lain, pura ini masih berkaitan dengan sejarah Majapahit yang masih diingat sampai sekarang. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai salah satu jenis pura Bali ini, berikut adalah penjelasannya:
Pada dasarnya, keberadaan Candi Bakungan ini sangat erat kaitannya dengan masuknya Mpu Kuturan ke Bali pada abad ke-9. Hal ini terbukti dengan adanya Lingga-Siwa Buddha yang pada saat itu ditemukan di lokasi peninggalan zaman Majapahit.
Keberadaan Candi Bakungan ini juga telah masuk sebagai cagar budaya nasional sesuai dengan Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1992 Provinsi Bali, NTB, NTT.
Selain itu, kawasan Candi Bakungan juga termasuk kawasan suci sesuai dengan SK Bupati Jembrana No 373/Sosbud/2005.
Ketika memasuki bagian dalam pura ini, terdapat Candi setinggi 5 meter. Bangunan candi ini adalah bangunan awal atau bangunan pokok yang dikenal dengan nama Candi Bakungan.
Di sisi utara areal Pura Bakungan ini terdapat adanya Pelinggih Taman dn Pelinggih Ulun Danu Tirta. Di lokasi inilah dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat Payogan Dalem Siwa Buddha Narayana.
Biasanya Pemedek yang datang ke tempat ini untuk sembahyang juga melakukan ritual panglukatan dengan sarana banten daksina dan klungah. Pemedek adalah orang yang melakukan usaha pendekatan pada Tuhan melalui rangkaian upacara agama.
Di sisi barat Pura, terdapat pohon beringin besar dan di bawahnya terdapat pelinggih yang isinya patung kijang dan seekor kuda putih. Sesuai dengan pernyataan juru sapuh Pura Bakungan, pelinggih tersebut sebagai penghormatan kepada Patih Ki Jaya Kusuma yang gugur dalam perang mempertahankan Kerajaan Bakungan. Agar liburan anda tidak melelahkan kami sarankan menggunakan sewa mobil dengan sopir yang menemani perjalanan anda ketika di Bali, dengan penyedia sewa mobil di Putri Bali Rental.
Desa Palasari Bali adalah salah satu desa yang letaknya tepat di Kabupaten Negara dan memiliki jarak tempuh sekitar 25 menit dari pelabuhan Gilimanuk. Di sepanjang jalan menuju desa ini terdapat hutan menjadikan suasana sejuk dan tenang.
Di Desa Palasari, banyak kegiatan rohani yang dapat dilakukan, baik dalam skala daerah maupun nasional. Penduduk asli desa ini menganut agama Katolik. Meski demikian. di desa ini terdapat dua objek wisata rohani yang bisa dikunjungi di Bali Barat.
Penduduk asli Desa Palasari yang menganut agama Katolik masih menggunakan tradisi Bali saat melakukan upacara keagamaannya. Di samping itu, di desa ini terdapat Gereja Hati Kudus Yesus dan Gua Maria yang bisa dikunjungi.
Kedua objek wisata rohani Palasari Bali itu tentu memilih sejarahnya masing-masing. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Sejarah Gereja Palasari ini bermula sekitar tahun 1940-an. Pater Simon Buis, SVD, dan puluhan kepala keluarga yang berasal dari Gumbrih dan Tuka membuka hutan pala di suatu lokasi yang dekat dengan bukit.
Hutan yang dibuka oleh mereka diberi nama Palasari. Di tempat itu Pater Simon Buis membangun desa โModel Dorfโ, yaitu desa yang berbudaya bali tetapi tetap mempunyai nuansa Katolik.
Lalu, pada tahun 1955 bukit yang ada di sebelah timur Gereja sementara diratakan dan dibangun Gereja. Gereja Palasari mulai diresmikan pada 15 September 1940 oleh Pastor Simon Bois. Beliau pula yang mengenalkan agama Katolik pertama kali di Desa Palasari Bali.
Gereja Hati Kudus Yesus Palasari memiliki arsitektur yang kental dengan unsur Bali. Keunikan dari Gereja ini adalah bangunannya yang memadukan arsitektur gotik dengan Bali.
Meski Gereja ini sudah terbilang tua, tetapi kondisi dan keadaan gedungnya masih terlihat kokoh dan modern. Apalagi di dalam Gereja terdapat patung tabernakel, 14 ukiran jalan salib, altar, dan salib semuanya tersentuh budaya Bali.
Pada pintu masuk halamannya terdapat gapura yang bentuknya sama seperti Pura pada umumnya. Di halaman Gereja ini juga banyak ditumbuhi oleh pohon cemara dan beberapa pembatas halaman gedung yang memiliki ukir-ukiran Bali.
Saat baru masuk di dalam Gereja, pengunjung akan disuguhi oleh foto-foto lawas yang menggambarkan tentang sejarah pembangunan Gereja Palasari. Foto yang dipajang seperti foto lawas romo-romo Eropa yang memulai karir misi di daerah Palasari.
Gua Maria Palasari (Palinggih Ida Kaniaka Maria) pertama kali dibangun pada tahun 1962 di Banjar Palasari, Bali. Pada saat itu, lokasinya bersebelahan dengan Kepala Susteran OSF Palasari. Lalu, terdapat beberapa pertimbangan yang membuat lokasinya dipindahkan ke Monumen Pastor Simon Buis pada tahun 1983.
Istilah Palinggih Ida Kaniaka Maria diartikan sebagai tempat suci bagi Bunda Maria. Gua ini adalah sarana untuk memanjatkan doa kepada Bapa di Surga. Lokasi Gua Maria Palasari berada di Palasari, Ds. Ekasari, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Bali Barat.
Tepatnya pada tahun 2000, Palinggih Ida Kaniaka Maria atau Gua Maria Palasari ini mulai banyak dikunjungi oleh peziarah, baik dari lokal, mancanegara, dan domestik. Bukan umat Katolik saja, melainkan dikunjungi oleh semua umat tanpa memandang agama.
Hal tersebut menyebabkan Pastor Paroki merasa terpanggil untuk merenovasi atau pemugaran Gua Maria. Di sepanjang jalan menuju tempat ziarah Gua Maria Palinggih Ida Kaniaka Maria di Desa Palasari Bali ini terdapat pemandangan yang masih asri dan sejuk. Liburan anda akan lebih hemat jika mempertimbangkan sewa mobil lepas kunci, anda dapat mengendarai mobil lebih leluasa dan lebih nyaman.
Air Terjun Juwuk Manis adalah salah satu destinasi wisata alam yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Jembrana, Bali. Di sini, wisatawan bisa melihat keberadaan air terjun unik yang tidak terlalu besar. Air Terjun ini pun masih tergolong alami.
Rute menuju kesana juga cukup sulit. Bagi yang menyukai aktivitas petualang pasti menyukai jalur jalan menuju lokasi wisata ini. Namun, bagi Anda yang belum terbiasa melintasi jalur sulit, ada baiknya Anda melatih dan mempersiapkan kondisi fisik dahulu.
Tempat wisata populer Bali ini cukup tersembunyi. Hanya masyarakat lokal dan pecinta alam saja yang mengetahui pesona salah satu air terjun terbaik di Jembrana ini. Menjadikannya sebagai tempat berlibur dan melepas penat dari hiruk pikuk kehidupan.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 6 meter. Tidak terlalu tinggi dibandingkan air terjun di kawasan Bali lainnya. Yang menarik dari tempat ini adalah kedua air terjun tersebut mengalir berdampingan sehingga membuat aliran airnya terlihat sangat indah.
Selain itu airnya juga sangat jernih dan segar menandakan bahwa perairan pegunungan di kawasan Bali Barat masih sangat asri. Kolam pemandian yang menampung air terjun juga tidak terlalu tinggi sehingga sangat aman untuk bermain air di tempat ini.
Kehadiran wisata alam air ini melengkapi daftar destinasi wisata di Bali Barat. Meski tersembunyi, air terjun cantik ini tetap layak untuk dikunjungi karena keindahan alam dan pemandangannya
Air Terjun Juwuk Manis berada di Dusun Juwuk Manis yang masuk dalam wilayah administratif Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
Perjalanan dari Denpasar menempuh perjalanan sekitar 75 kilometer atau memakan waktu sekitar 2,5 jam. Tidak ada tiket masuk untuk memasuki lokasi wisata air terjun, melainkan hanya donasi ikhlas.
Seperti yang diketahui, akses menuju lokasi wisata air terjun cukup sulit karena jalan yang berupa tanjakan dan belokan.
Setibanya di Desa Juwuk Manis, wisatawan bisa memarkir kendaraannya di pemukiman desa setempat. Kemudian para wisatawan harus berjalan kaki sekitar satu kilometer sebelum sampai di lokasi wisata.
Saat melakukan perjalanan berjalan kaki ini, Anda akan mendapatkan pemandangan indah tanaman kopi dan cengkeh akan terhampar di depan mata Anda.
Karena merupakan kawasan perkebunan cengkeh dan kopi, udara segar dan sejuk bisa Anda rasakan. Perjalanan menuruni anak tangga menuju lokasi pun akan segera terbayar dengan keindahan yang diberikan Air Terjun Juwuk Manis.
Meskipun fasilitas yang ada di tempat wisata alam ini masih sangat minim. Terdapat tempat parkir, kamar mandi, warung makan dan tempat istirahat. Walaupun begitu, cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung yang datang.
Fasilitas minim tersebut masih bisa dimanfaatkan dengan baik mengingat belum banyak wisatawan yang datang berkunjung.
Namun, ada banyak sekali spot foto di juwuk manis yang tentunya sayang jika dilewatkan begitu saja. Anda dapat memotret beberapa gambar atau foto dengan latar belakang air terjun Bali.
Selain untuk foto Instagram dan menambah nilai estetika feed Instagram, wisatawan juga bisa berfoto untuk mengabadikan momen bahagia berlibur bersama keluarga atau teman.
Bali merupakan pulau yang mempunyai banyak tempat wisata. Wisatawan yang datang berkunjung pastinya bisa memilih tempat wisata sesuai keinginannya.
Salah satunya adalah Air Terjun Juwuk Manis. Air terjun ini memiliki dua jalur air yang mempesona dengan kolam kecil di bagian bawahnya untuk bermain air. Jika anda membutuhkan sewa mobil murah lepas kunci atau dengan sopir, kami siap menemani perjalanan anda bersama Putri Bali Rental.
Selain terkenal karena pantainya, Pulau Bali juga sering dikunjungi oleh para turis karena memiliki banyak desa wisata yang unik. Di Kabupaten Karangasem sendiri setidaknya ada dua desa wisata populer, yaitu Desa Tenganan Pegringsingan dan Tulamben Bali.
Di antara kedua desa wisata tersebut, artikel ini akan fokus membahas tentang Desa Tulamben Bali, khususnya aktivitas menarik di sana. Apabila Anda belum tahu di mana letak Desa Tulamben, desa wisata ini terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Karena merupakan desa wisata, ada banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan ketika berkunjung ke Tulamben. Jadi, sebelum Anda menghabiskan liburan di desa wisata ini, cari tahu terlebih dahulu apa daya tarik dari Tulamben pada penjelasan di bawah ini!
Hal pertama yang bisa Anda lakukan di Desa Tulamben adalah berenang bersama dengan ikan-ikan hias cantik. Sebab, ada banyak spot snorkeling Tulamben yang akan sangat sayang jika Anda lewatkan ketika berlibur di Kabupaten Karangasem, Bali.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bali, ada ratusan spesies ikan hias yang bisa Anda temukan di bawah laut Tulamben. Tidak hanya ikan, namun ada juga terumbu karang indah yang bisa Anda lihat di tempat ini.
Hanya saja, perlu Anda catat jika Anda tidak boleh menyentuh terumbu karang yang hidup di sana. Hal ini untuk menjaga agar terumbu karang tersebut bisa tetap lestari, sehingga ekosistem di bawah laut bisa tetap stabil.
Selain snorkeling, diving Tulamben juga merupakan aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan ketika liburan ke desa wisata ini. Hal ini karena di bawah laut Tulamben, ada bangkai kapal karam yang terkenal menyimpan banyak pesona dan keindahan di dalamnya.
Bangkai kapal tersebut adalah bangkai kapal US Liberty yang karam pada masa Perang Dunia II karena ditorpedo oleh kapal selam Jepang. Kapal ini karam di Selat Lombok pada tahun 1942, sebelum terdampar di tepi Pantai Tulamben tidak lama setelahnya.
Pada tahun 1963, kapal ini bergerak ke tengah laut karena ombak dan tenggelam di posisinya yang sekarang. Hingga kini, tempat tersebut menjadi spot favorit turis untuk berswafoto di bawah laut sekaligus menikmati keindahan ikan hias dan karang di sana.
Ketika liburan ke Desa Tulamben, sayang rasanya jika Anda tidak berkunjung ke pantainya. Meskipun pantai ini tidak memiliki pasir putih seperti Virgin Beach Karangasem, namun keindahannya boleh diadu. Hal ini karena kehadiran pepohonan di sekitar pantai.
Jadi, Anda bisa bersantai di tepi pantai sambil menikmati deburan ombak tanpa takut kepanasan.
Selain wisata pantai, Tulamben Bali juga populer dengan kehadiran rumah pohon yang unik dan menarik. Di sini, Anda bisa healing sambil menikmati keindahan alam Kabupaten Karangasem. Jangan lupa juga untuk mengambil satu atau dua foto untuk kenang-kenangan.
Jika Anda tidak terlalu suka pantai, Anda juga bisa menikmati keindahan alam di kaki gunung. Bahkan, Anda juga bisa melakukan trekking atau mendaki untuk menghabiskan liburan di sini. Jangan lupa untuk menyewa tour guide jika Anda tidak terbiasa mendaki.
Jadi, apakah kini Anda sudah siap untuk menghabiskan masa liburan di Tulamben Bali? Nah, bagi Anda yang mungkin sedang wisata ke Bali dan butuh jasa sewa mobil untuk jalan-jalan ke Tulamben, tentunya bisa sekali rental mobil di Putri Rental Bali