putri bali rental mobil di bali

Pesona yang ditawarkan Desa Penglipuran terbersih di dunia memang menarik untuk dibahas. Desa yang terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli ini berhasil meraih penghargaan sebagai Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation 2019.

Selain itu, Desa Penglipuran juga berhasil meraih penghargaan Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) tahun 2017. Karena itu Banyak orang memutuskan untuk menjadikan Desa Penglipuran sebagai rumah mereka untuk menghabiskan masa tua.

Sejarah Desa Penglipuran Terbersih di Dunia 

Apakah Anda penasaran dengan sejarah desa Terbersih di dunia ini? Penelitian menunjukkan bahwa Desa Adat Penglipuran sudah ada sejak zaman Kerajaan Bangli sekitar 700 tahun yang lalu. 

Nama Penglipuran berasal dari kata pengling dan pura. Pengeling artinya pengingat, berasal dari kata eling atau mengingat, sedangkan pura adalah tempat atau tanah leluhur. 

Para sesepuh atau penglingsir menyatakan bahwa nenek moyang atau pendahulu Desa Penglipuran berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani. Mereka sering melakukan perjalanan jauh dan beristirahat di daerah bernama Kubu. 

Jarak kedua lokasi tersebut menurut standar zaman dahulu cukup jauh, yakni 25 kilometer. Oleh karena itulah Desa Penglipuran dahulu dikenal dengan nama Desa Kubu Bayung (masyarakat Bayung yang berdomisili di wilayah Kubu).

Daya Tarik Desa Penglipuran

Desa Penglipuran terbersih di dunia ini terletak di Kabupaten Bangli yang menjadi favorit pariwisata di Bali. Bagaimana tidak, saat memasuki desa ini Anda tidak akan menemukan satupun sampah yang terlihat. 

Pengunjung juga akan disambut dengan deretan tanaman hijau yang asri. Dipercantik dengan pemandangan pegunungan yang menyejukkan mata. Tak heran jika udara disana terasa bersih dan segar. Berikut beberapa daya tarik yang ditawarkan:

1.Tata Ruang Desa Berkonsep Tri Mandala

Sebagai desa adat Bali yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur nenek moyang, penataan ruang Desa Penglipuran juga mengusung norma-norma adat yang diwariskan secara turun temurun. 

Desa ini dibangun dengan Konsep Tri Mandala, dimana tata ruang kampungnya terbagi menjadi tiga wilayah, yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. 

2. Penglipuran Village Festival

Festival budaya ini biasa diadakan di penghujung tahun dengan rangkaian berbagai kegiatan, mulai dari parade pakaian adat Bali, Barong Nglawang, parade seni dan budaya, serta berbagai perlombaan lainnya. 

Setiap kali agenda ini digelar, biasanya jumlah wisatawan akan membludak untuk menyaksikan berbagai kegiatan yang menampilkan seni dan budaya Bali. Sekaligus untuk berkunjung dan beristirahat di desa Penglipuran terbersih di dunia ini.

3. Hutan Bambu yang jadi Pelindung Desa

Kemeriahan liburan di Desa Penglipuran akan semakin bertambah ketika Anda berjalan menyusuri hutan bambu yang luasnya mencapai 45 hektar atau sekitar 40 persen dari total luas Desa Penglipuran. 

Hutan bambu yang mengelilingi desa ini terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini sebagai wujud pelestarian warisan nenek moyang dan wujud nyata menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. 

Masyarakat setempat juga percaya bahwa hutan bambu ini merupakan bagian dari sejarah awal keberadaan mereka. 

Selain itu, hutan bambu ini selain berfungsi untuk mempercantik diri, juga berfungsi sebagai tempat resapan air. Karena itu hutan bambu ini juga sering dikatakan sebagai hutan lindung desa bagi warga setempat.

Bagaimana, apakah Anda jadi tertarik untuk datang dan menyaksikan langsung keindahan wisata Desa Penglipuran terbersih di dunia ini? Ini merupakan tempat yang wajib Anda jelajahi saat sedang berlibur ke Pulau Bali bersama teman ataupun keluarga dan kami Putri Bali Rental siap memberikan pelayanan terbaik untuk sewa mobil di Bali.

Hutan Bambu Desa Penglipuran sudah sejak lama menjadi salah satu objek wisata yang dikenal sakral di Bali. Letaknya yang tersembunyi di tengah keindahan Pulau Dewata, membuat hutan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pesona Desa Penglipuran itu sendiri.

Tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, hutan bambu ini juga sarat akan misteri yang membuatnya sakral. Oleh karena itu, tempat wisata ini sangat dijaga kelestariannya.

Lokasi Hutan Bambu Desa Penglipuran

Untuk mencapai objek wisata hutan bambu ini, wisatawan harus berkendara selama kurang lebih 2 jam dari Denpasar menuju Kabupaten Bangli. Wisatawan bisa mengandalkan maps untuk menuju kesana karena lokasinya yang sudah sangat populer.

Dari Kabupaten Bangli, lanjutkan perjalanan ke Desa Penglipuran. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di Bali. Berdasarkan review Hutan Bambu Desa Penglipuran pun, banyak yang memberikan komentar positifnya terhadap kebersihan daerah sana.

HTM dan Jam Operasional Hutan Bambu 

Wisatawan tentunya bertanya-tanya untuk masuk Desa Penglipuran bayar berapa? Masuk ke desa ini dikenakan biaya sebesar Rp20.000,- (turis lokal dewasa), Rp30.000,- (turis mancanegara dewasa),  Rp15.000,- (turis lokal anak), Rp25.000,- (turis mancanegara anak).

Hutan bambu ini terbuka sepanjang hari. Tidak ada jam buka dan jam tutupnya. Akan tetapi, tentu lebih baik untuk melakukan trekking ke dalam hutan di pagi hari, bukan?

Wisatawan hanya bisa membawa kendaraan sampai ke kantong parkir di Desa Penglipuran. Setelahnya, wisatawan bisa menikmati keindahan hutan bambu dengan trekking berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang tersedia.

Sejarah Hutan Bambu di Masa Lalu

Mengapa hutan bambu di Desa Penglipuran sangat dijaga kelestariannya? Ternyata, hutan bambu ini memiliki nilai sejarahnya tersendiri. Tanaman bambu dikenal sebagai tanaman khas dari Kabupaten Bangli, khususnya Desa Penglipuran ini.

Kehadiran bambu-bambu ini sendiri terkait dengan kerajaan-kerajaan kuno di Bali. Kisahnya bermula dari rakyat dari Raja Buleleng, yakni Panji Sakti, maju menyerang Keraton Bangli. Mereka menyerang menggunakan sanan, atau dikenal juga pikulan yang terbuat dari bambu.

Penyerangan tersebut menyebabkan banyak bambu yang berserakan di daerah tersebut. Masyarakat pun menanam bambu-bambu tersebut yang kemudian tumbuh menjadi hutan bambu.

Nilai Kesakralan Hutan Bambu di Desa Penglipuran

Penglipuran atau Penglipuran ini memiliki 2 makna. Berdasarkan jurnal dari Universitas Atmajaya di Yogyakarta disebutkan bahwa kata tersebut memiliki makna pertama yakni pangeling (pengingat) dan pura (tempat, tanah leluhur).

Makna kedua dari kata Penglipuran adalah Raja Bangli yang dahulu kala sering menghibur diri di daerah tersebut. Sampai saat ini pun, masyarakat Desa Penglipuran masih sangat memegang teguh aturan adat yang sudah eksis sejak zaman dahulu.

Salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi desa ini adalah karena masyarakat di sana juga selalu menjaga kebersihan areanya. Rumah-rumah yang ada di sana pun bentuknya sama semua, unik sekali!

Aktivitas di Hutan Bambu

Ada banyak hal menarik yang bisa diulik dan dilakukan ketika berwisata ke Hutan Bambu Desa Penglipuran, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Trekking Hutan Bambu

Jarak tempuh saat trekking di dalam hutan bambu bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Tentu saja trekking adalah aktivitas utama yang akan kamu lakukan jika berkunjung ke sana.

Wisatawan juga bisa menyewa jasa tour guide dengan membayar Rp50.000,-. Dari pemandu, wisatawan akan mendapatkan banyak cerita sejarah dan perkembangan daerah tersebut.

2. Menikmati Wisata Sekitar Desa Penglipuran

Selain trekking, aktivitas lain yang wajib dilakukan adalah menikmati wisata yang ada di sekitar sana. Wisatawan bisa melihat-lihat kearifan lokal, kebudayaan dan mencicipi kuliner khas Desa Penglipuran.

3. Bermalam di desa Penglipuran

Jika berminat untuk merasakan pengalaman bermalam di Desa Penglipuran, di sana tersedia penginapan dengan harga terjangkau. Dengan demikian, wisatawan akan mendapatkan pengalaman berwisata ke Hutan Bambu Desa Penglipuran secara lengkap!. Anda bisa berkunjung bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa mobil di Bali.

Lapangan Puputan Bali merupakan sebuah lapangan luas yang seringkali dijadikan sebagai objek wisata alternatif bagi masyarakat Denpasar dan sekitarnya. Lapangan ini sekaligus menjadi simbol kepahlawanan dari Raja Badung VII, I Gusti Ngurah Made Agung. 

Lapangan yang juga dikenal sebagai Lapangan Puputan Badung ini terletak di tengah kota Denpasar. Di sekitarnya juga ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi seperti Museum Bali dan Pura Agung Jagatnatha. Seperti apa sejarah dan perkembangan lapangan ini?

Sejarah Lapangan Puputan Bali

Menilik ke tahun 1906, lapangan ini menjadi saksi sejarah ketika bangsa Indonesia melakukan perlawanan terhadap penjajah. Lapangan yang juga disebut dengan Lapangan Renon ini memiliki makna penting dalam sejarah maupun kebudayaan Bali.

Istilah puputan, merujuk pada bahasa lokal yang artinya bertempur habis-habisan. Para pemimpin dan penduduk daerah tersebut melakukan pertempuran, serta mengorbankan diri sebagai bentuk perlawanannya terhadap penjajahan.

Terjadinya Perang Puputan di tahun 1906, menggugurkan salah satu pahlawan nasional yakni Raja Badung VII, I Gusti Ngurah Made Agung. Ia bersama pasukannya tewas di tangan penjajah Belanda yang memiliki lebih banyak tentara dan persenjataan lengkap.

Peristiwa ini sekaligus menandai perlawanan sengit dan semangat keberanian rakyat Bali dalam mempertahankan budaya dan kebebasan mereka. Lapangan Puputan kini menjadi tempat yang penting dalam memperingati peristiwa tersebut.

Menjadi Taman Kota 

Lapangan Puputan Bali kemudian berkembang menjadi sebuah area yang difungsikan sebagai taman kota. Letaknya yang berada persis di jantung kota Denpasar membuat masyarakat dapat dengan mudah mengunjunginya.

Di lapangan tersebut terdapat monumen dan tugu peringatan untuk menghormati perjuangan dari para pahlawan Bali di masa lalu. Selain menjadi tempat yang bersejarah, lapangan ini juga sering kali digunakan untuk acara-acara kebudayaan, maupun upacara keagamaan.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Lapangan Puputan

Bagi wisatawan yang juga tertarik untuk berkunjung ke objek wisata sejarah di Bali ini, ada beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sana:

1. Olahraga dan Rekreasi

Di lapangan ini, masyarakat seringkali menjadikannya sebagai tempat untuk berolahraga atau rekreasi bersama keluarga. Aktivitas olahraga yang bisa dilakukan di lapangan ini seperti jogging atau lari pagi, senam bahkan yoga.

Luas lapangan Puputan Renon ini cukup untuk menampung masyarakat setempat, maupun wisatawan yang ini bersantai dan menggelar tikar di sana. Aktivitas lainnya yang bisa dilakukan adalah bersepeda atau bermain bola.

2. Area Bermain Anak-anak

Lapangan ini juga cocok dijadikan tempat alternatif untuk anak-anak yang senang dengan kegiatan outdoor. Di sana, anak-anak bisa berlari-larian dengan bebas. Selain itu, area lapangan juga cocok untuk tempat bermain bola atau laying-layang.

3. Mengenalkan Sejarah Kepahlawanan

Anak-anak juga bisa dikenalkan dengan sejarah dari lapangan Puputan Bali. Orang tua bisa menjelaskan bagaimana perlawanan rakyat dan para pahlawan Bali untuk mengusir penjajah. Mengetahui sejarah dari suatu tempat akan meninggalkan makna yang mendalam.

Di sana juga terdapat monument dan tugu peringatan yang menjadi simbol keberanian maupun semangat dari para pahlawan. Tempat ini juga bisa dijadikan sebagai objek wisata sejarah yang memberikan khasanah baru bagi para pengunjungnya.

Dengan mempelajari sejarah kepahlawanan masyarakat Bali dari lapangan ini, diharapkan semangat dan keberanian dari para pahlawan terasa hingga generasi saat ini. Sehingga, kita terus bisa melanjutkan semangat kepahlawanan yang dulu habis-habisan.

Penutup

Lapangan Puputan Bali tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik. Jauh lebih dalam, lapangan ini juga merupakan tempat yang merawat kenangan akan peristiwa bersejarah yang tak terlupakan. Dan, untuk memudahkan transportasi pilih jasa sewa mobil di Putri Bali Rental, karena sudah terpercaya lebih dari 10 tahun dengan armada yang bersih dan nyaman.

Ubud Bali merupakan daerah paling hijau dan sangat terkenal dengan sawah terasering Tegalalang. Selain itu masih banyak destinasi wisata lain yang menarik mata dan perhatian karena panorama asrinya. Keindahan Ubud terpancar dari hamparan permadani hijaunya.

Hamparan permadani hijau sawah terasering Ubud ini tentu sangat menarik mata dan siapa yang ingin segera lepas dari sana. Bentangan panorama hijau bak permadani ini sangat menentramkan raga dan pikiran. Namun, terdapat sejumlah fakta menarik di baliknya!

1. Bentuk Terasering Seperti Berundak

Sawah terasering Tegalalang terletak di Bali tepatnya di daerah Ubud, di mana Ubud terkenal dengan hamparan hijau permadaninya. Sawah terasering ini menjadi objek wisata Tegalalang Ubud karena pesona asri nan hijau yang memanjakan mata.

Sawah terasering atau sawah ceking di Tegalalang Ubud, jika dilihat sekilas sangatlah unik. Bentuknya seperti berundak sehingga tidak terlihat layaknya sawah terasering pada umumnya. Ditambah adanya pepohonan kelapa pada beberapa titik untuk pemisah sawah.

2. Lokasi Dekat Dari Pusat Kota Bali

Wisata Tegalalang ini berada di Ubud dan hanya sekitar 25 menit dari pusat Ubud, Bali. Lokasi yang sangat strategis, dan wisatawan bisa memilih 2 rute untuk menuju ke sana. Sawah terasering ini berada di Jalan Raya Tegalalang, Gianyar.

Wisatawan bisa menempuh melalui jalur Jl. Sriwedari atau melalui Jl. Andong kemudian menuju ke arah utara Patung Arjuna Peliatan. Lokasi wisata yang menyuguhkan panorama hijau ini sangat strategis, dan dapat dijangkau dengan mudah.

3. Masih Menggunakan Sistem Irigasi Tradisional

Sawah terasering Bali di Tegalalang ini masih menggunakan sistem irigasi tradisional yang dikenal dengan Subak. Para petani yang mengolah sawah tersebut masih melestarikan sistem irigasi tradisional. Dan perlu diketahui, sistem irigasi ini sudah dipakai sejak abad 9 masehi.

Selain itu, irigasi Subak ini mengandung konsep filosofis, yakni Tri Hita Karana. Adapun filosofi tersebut menyatukan antara alam roh, dunia, dan alam semesta untuk menjaga keseimbangan. Sistem pengairan ini menjadi praktik tani yang demokratis loh!

4. Diakui UNESCO

Sawah terasering Tegalalang merupakan sawah yang diakui UNESCO. Lokasi sawah terasering di Tegalalang Ubud ini masuk ke dalam situs warisan dunia di UNESCO. Adapun situs tersebut mencakup lima sawah terasering dan pura yang terdapat mata airnya di Bali.

Adapun luas wilayah yang tercatat pada Situs Warisan Dunia di UNESCO seluas 19.500 hektare. Dan, pura yang terdapat mata air ini berfungsi sebagai kanal pada sistem irigasi subak. Selain melestarikan alam, sawah ini juga melestarikan kebudayaan. 

5. Cocok Untuk Pelancong Low Budget

Ingin menikmati indahnya Bali akan tetapi tidak ingin banyak mengeluarkan biaya? Mengunjungi wisata ini bisa jadi alternatifnya. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp10.000 saja loh!

Biaya yang cukup murah bukan? Selain itu, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir saja. Dan, dengan budget yang murah tapi pengunjung bisa menikmati indahnya panorama hijau membentang bak permadani ini. Sangat asri dan menenangkan jiwa.

6. Lokasi yang Sangat Instagram-able

Tidak dipungkiri lagi jika sawah terasering ini menjadi lokasi yang cantik untuk berfoto. Tidak jarang pengunjungnya hanya ingin memotret keindahan hamparan hijau. Atau memotret terasering yang terlihat seperti berundak dan unik. 

Selain itu, banyak pula pengunjung yang menjadikan sawah terasering ini sebagai background untuk diunggah di media sosial. Karena latar belakang yang asri, hijau, dan menyejukkan ini sangatlah menarik perhatian di media sosial. Semua akan tahu jika itu di Bali.

PENUTUP

Tempat wisata di Ubud memanglah beragam, namun sawah terasering Tegalalang tidak kalah menarik. Bentangan hijau nan asri menyejukkan mata, ditambah lagi sawah ini tercatat sebagai situs warisan dunia. Untuk memudahkan perjalanan Anda selama di Bali, solusi rental mobil dapat menjadi pertimbangan, Putri Bali Rental menyediakan mobil murah dengan harga mobil yang kompetitif dan bersaing.

Apakah Anda penasaran berapa tinggi pura Besakih di Bali? Hal ini dikarenakan Besakih menjadi tempat ibadah paling besar yang ada di pulau tersebut. Selain tinggi, pura ini juga mempunyai sejumlah fakta unik lain. Silakan simak artikel yang berisi info berikut.

Fakta Pura Besakih

Apabila berkunjung ke pulau Bali mungkin tempat ini menjadi salah satu pilihan untuk destinasi wisata. Pura Besakih memang istimewa bagi masyarakat Bali sendiri serta memiliki beberapa fakta unik. Di bawah ini merupakan tujuh daftar faktanya. 

1. Tinggi Pura Besakih di Atas Laut

Lereng gunung Agung merupakan letak di mana kawasan pura ini berada. Kawasan Besakih ada di ketinggian 1000 meter di atas laut. Letak ini termasuk cukup tinggi daripada pura yang lainnya.

Gunung Agung sendiri berada di ketinggian 3142 meter di atas permukaan laut. Dikatakan pula bahwa tinggi gedung di Bali tidak lebih dari 15 meter. Menurut kepercayaan tidak boleh ada bangunan yang melebihi pohon kelapa dan pura Besakih.

2. Pemandangan Indah

Selain ketinggian pura Besakih, pemandangannya juga tidak kalah keren. Kawasannya masih asri sehingga terlihat sangat indah. Anda dapat memotret pemandangan bagus jika menyukai fotografi.

Karena berada di area gunung, pura Besakih memiliki suasana yang nyaman. Udaranya sejuk dan terasa bersih. disarankan untuk datang ketika pura sedang sepi pengunjung pada pagi atau sore hari.

3. Termasuk Pura Utama

Satu dari 9 pura utama di Bali yakni Besakih. Bahkan masyarakat menyebutnya sebagai ibu dari seluruh pura yang ada di sana. Areanya luas dan totalnya ada 19 bangunan pura.

Penataran Agung merupakan yang utama dan menjadi pusat kegiatan pura lain. Apalagi tempat ibadah ini menjadi asal usul Hindu Dharma terbentuk. Hal tersebut dikarenakan gunung Agung adalah tempat pertama diturunkannya wahyu.

4. Menjadi Cagar Budaya

Pura yang terletak di daerah Karangasem tersebut terkenal di kalangan wisatawan mancanegara. Ukuran kawasannya adalah salah satu alasan mengapa Besakih sangat populer. Sampai-sampai pemerintah mengklaim pura Besakih sebagai cagar budaya.

Di samping karena popularitas nya, kegiatan ibadah masyarakat Hindu juga jadi alasan utama. Besakih menjadi salah satu dari 9 pura penjaga Bali karena menjadi tempat bagi dewa-dewa penjaga mata angin. Berdasarkan filosofi ini, tentu Besakih harus lebih dijaga.  

5. Terdapat Pura Gelap

Membahas tentang tinggi pura Besakih tidak terlepas dari tempat ibadah pendamping ini. Namanya yakni pura Gelap dan merupakan yang paling tinggi di antara yang lain. Letaknya 600 M ke arah timur.

Jangan salah, penamaan pura bukan karena warnanya. Kata โ€˜gelapโ€™ berarti โ€˜kilatโ€™ jika diambil dari bahasa Kawi. Letaknya ada di kawasan terbuka sehingga difilosofikan sebagai sumber cahaya kehidupan.

6. Struktur Berdasarkan Arah Mata Angin

Struktur pura Besakih sejalan dengan konsep arah angin. Sebagai sentral, Penataran Agung terletak di tengah dan ditujukan bagi dewa Siwa. Pura Gelap di daerah timur untuk memuja Dewa Iswara.

Sedangkan di barat ada Ulun Kulkul sebagai tempat menyembah Dewa Mahadewa. Kiduling Kereteg terdapat di Selatan untuk Dewa Brahma. Dan yang terakhir pura untuk menyembah dewa Wisnu di utara, yakni Batu Madeg.

Itu dia informasi tentang tinggi pura Besakih beserta fakta-fakta menarik lainnya. Membahas tempat wisata di Bali memang tidak ada habisnya. Kalau Anda memiliki kesempatan, jangan ragu untuk mengunjungi pura Besakih dan mengagumi keindahannya secara langsung.

Setelah menyimak artikel ini, apakah anda tertarik liburan di Bali ? , kami siap menemani perjalanan anda dengan aman dan nyaman, sewa mobil di bali bisa dengan sopir ataupun sewa mobil lepas kunci bersama Putri Bali Rental

Keindahan Angelโ€™s Billabong sudah terkenal di kalangan wisatawan. Pastinya ketenaran ini tidak lepas dari media sosial. Banyak orang yang mengunjungi objek wisata ini dan kemudian memposting foto-foto cantiknya di Instagram atau media sosial lainnya.

Tempat ini merupakan sebuah muara air sungai atau ujung sungai buntu sebelum airnya langsung menyentuh air laut. Air sungainya membentuk kolam yang dikelilingi tebing karang, sehingga nampak cantik dan indah sebagai tempat liburan yang ideal.

Daya Tarik Angelโ€™s Billabong

Dijuluki sebagai bidadari Nusa Penida, Billabong beach mempunyai sederet keistimewaan. Keunikan tempat ini berupa tampilan kolam cerukan alami yang sangat memukau dan tidak akan Anda temukan di tempat lain. 

Daya tariknya sendiri sebagai kolam lembah yang letaknya sedikit lebih tinggi dari tepi laut lepas membuat tempat ini seolah terhubung langsung dengan lautan.

Airnya yang sangat jernih dengan gradasi hijau kebiruan menambah kesan eksotis saat difoto. Ditambah lagi dinding batu yang mengelilinginya memiliki kontur yang sangat unik sehingga menambah kesan dramatis di dalamnya.

Penting untuk diingat dan sangat penting untuk diperhatikan ketika berkunjung ke  Billabong Nusa Penida, jika ingin mandi atau berenang di kolam tersebut harus melihat terlebih dahulu kondisi ombak dan gelombang nya. 

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Aktivitas yang wajib dilakukan selama berada di Billabong tentunya adalah berenang. Bermain air di Billabong akan memberikan sensasi berbeda. 

Lokasi yang tenang dan nyaman akan menghilangkan segala penat Anda. Belum lagi pemandangan indahnya yang begitu menakjubkan. Namun, selain berenang tentu ada banyak aktivitas lain yang bisa Anda lakukan, antara lain yaitu:

1.Jelajahi Sudut Pandang Terbaik

Sebelum turun ke wisata tersembunyi di Bali ini, sebaiknya Anda melihat billabong dari atas tebing. Daripada langsung turun ke kolam, cobalah menjelajahi beberapa sudut pandang di sekitar tebing. 

Jangan sampai lengah, selalu perhatikan langkah Anda dan pastikan Anda tetap aman saat menikmati pemandangan dari atas tebing.

2. Menikmati Keanekaragaman Biota Laut

Karena airnya yang biru jernih, maka Anda bisa melihat dengan jelas biota laut yang ada di Kolam Angel's Billabong Bali tersebut.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan aktivitas snorkeling dan diving untuk melihat keanekaragaman biota laut dengan lebih jelas. Disana sudah tersedia persewaan peralatan yang bisa digunakan.

3. Berenang Atau Main Air

Menikmati kesegaran air jernih dengan warna hijau tosca memang sangat menyenangkan. Wisata tersembunyi Billabong Bali biasanya memang banyak dikunjungi pengunjung untuk bermain air. 

Jadi kalau Anda ke sana jangan lupa membawa baju ganti. Biasanya pengunjung pasti tergoda untuk berenang di kolam yang airnya sangat jernih ini.

Tiket Masuk dan Waktu Terbaik Berkunjung

Harga tiket Billabong yang perlu Anda persiapkan untuk menikmati keindahan kolam alami ini tidaklah mahal. 

Anda hanya perlu menyiapkan budget mulai dari Rp 25 ribu untuk wisatawan lokal dan sekitar Rp50 ribu untuk wisatawan asing saat memasuki kawasan Nusa Penida. 

Tentu saja belum termasuk biaya pemandu wisata atau parkir kendaraan. Namun dibandingkan keindahannya, harganya masih tergolong murah.

Namun perlu diingat bahwa harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya informasi dari pihak pengelola objek wisata.

Untuk waktu berkunjung, Anda sebenarnya bisa datang kapan saja, karena buka 24 jam. Hanya saja disarankan datang saat musim kemarau. Saat musim hujan kolam akan menjadi keruh dan mengurangi keindahannya.ย Oleh karena itu, Anda bisa berkunjung pada bulan April hingga Oktober. Anda juga sebaiknya datang pada pagi hari di Angel's Billabong. Jika anda membutuhkan sewa mobil murah lepas kunci atau dengan sopir, Putri Bali Rental siap menemani perjalanan anda yang aman dan nyaman.

Putri Bali Rental pilihan terbaik untuk sewa mobil yang aman, murah  dan terpercaya di Bali

Hubungi Kami
Sewa Mobil BaliSewa Mobil Bali
081 999 533 488
081 999 533 488
putribali.rental@gmail.com
JL. Grogol Carik, Gg Naga Mas NO. 8
Pembayaran
BCA : 7705203342
A/N I Gede Juliana
Optimized by
Jasa SEO
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram