
High season di Bali merupakan sebutan yang dipakai untuk masa liburan dengan jumlah wisatawan begitu padat. Umumnya, periode ini terjadi saat liburan sekolah, libur panjang nasional, serta Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Pada waktu-waktu tersebut, hampir seluruh destinasi wisata mengalami lonjakan kunjungan. Banyak wisatawan dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Bali untuk menghabiskan waktu liburan.
Lantas, sebenarnya high season bulan apa? Biasanya periode ramainya wisatawan ini terjadi pada Juni hingga Agustus, kemudian kembali meningkat pada pertengahan Desember hingga awal Januari.
Selain itu, momen libur Lebaran dan berbagai long weekend juga sering memicu lonjakan wisatawan yang cukup besar. Jika ingin menghindarinya, wisatawan sebaiknya merencanakan liburan saat low season.
Kapan low season di Bali? Periode yang relatif lebih sepi ini biasanya berlangsung pada Februari hingga Mei dan September hingga November, di luar hari-hari libur besar. Suasana Bali terasa lebih santai, harga akomodasi cenderung lebih bersahabat.
Liburan saat high season memang memiliki daya tarik tersendiri karena banyak acara dan suasana yang lebih meriah. Namun, di balik keramaian tersebut terdapat sejumlah konsekuensi yang perlu dipertimbangkan.
Harga tiket pesawat biasanya melonjak karena tingginya permintaan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika tidak memesan jauh-jauh hari, wisatawan harus membayar jauh lebih mahal dibandingkan saat low season.
Tidak hanya soal tiket pesawat saja, high season hotel di Bali juga terkenal memiliki tarif yang lebih tinggi. Banyak hotel, vila, maupun penginapan menerapkan harga khusus selama periode ramai ini.ย
Membayangkan menikmati pantai yang tenang atau berfoto tanpa banyak orang di latar belakang memang menyenangkan. Namun saat high season, kenyataan yang ditemui sering kali berbeda.
Objek wisata terkenal seperti pantai, kawasan budaya, hingga tempat rekreasi keluarga cenderung penuh selama musim ini. Akibatnya, antrean tiket, area parkir, hingga fasilitas umum menjadi jauh lebih ramai daripada hari biasa.
Sayangnya, saat high season liburan di Bali akan terasa kurang nyaman dan minim privasi. Sebab, banyak wisatawan yang datang secara bersamaan dan memadati kawasan Bali di waktu yang sama.
Di hotel, kolam renang bisa lebih ramai dari biasanya. Beberapa restoran favorit juga memerlukan waktu tunggu yang lebih lama. Kurang pas untuk wisatawan yang ingin bersantai dan menikmati pemandangan.
Apabila jadwal liburan hanya memungkinkan saat high season, jangan khawatir. Ada beberapa strategi sederhana yang bisa membantu perjalanan tetap nyaman. Berikut beberapa tipsnya.
Salah satu tantangan terbesar saat high season adalah mobilitas. Jalan menuju kawasan wisata populer sering mengalami kepadatan, sementara ketersediaan transportasi umum maupun transportasi cenderung terbatas.
Masalah tersebut dapat teratasi dengan layanan sewa mobil dari Putri Bali Rental. Wisatawan memiliki fleksibilitas untuk menentukan jadwal perjalanan, memilih rute alternatif, dan mengunjungi beberapa destinasi dalam satu hari.
Persoalan high season di Bali memang mempunyai sisi negatif dan positif. Harga yang lebih mahal, tempat wisata yang padat, serta berkurangnya kenyamanan sering menjadi alasan utama mengapa banyak wisatawan memilih berkunjung di luar musim ramai ini.