
Japanese Ship Wreck Point merupakah salah satu destinasi wisata bahari terbaik bagi pecinta diving dan snorkeling. Kondisi bangkai kapal yang sudah lama terendam membuatnya berubah menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
Sesuai dengan namanya, bangkai kapal ini memang berasal dari angkatan laut milik Jepang. Dilihat dari sejarahnya, bangkai kapal Jepang ini memiliki kaitan yang erat dengan Liberty Wreck Bali. Kedua bangkai kapal diperkirakan berasal dari periode perang yang sama.
Alamat Japanese Ship Wreck Bali berada di Jalan Karangasem, Seraya Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Destinasi ini menjadi salah satu spot terbaik untuk melakukan diving di area Amed.
Wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi titik bangkai kapal perlu melakukan diving atau snorkling terlebih dahulu. Tidak perlu khawatir, di sekitar area tersebut ada banyak tempat persewaan yang menawarkan peralatan diving dan snorkeling.
Bangkai kapal terletak di kedalaman 2 hingga 12 meter. Wisatawan yang datang dapat mengaksesnya secara mudah dari area pantai. Berikut sejumlah daya tarik utama dari Japanese Ship Wreck yang berada di Bali.
Sejarah Japanese Ship Wreck di Bali memiliki kaitan yang erat dengan Perang Dunia II. Saat itu, wilayah perairan Indonesia menjadi jalur strategis untuk pelayaran dan militer. Dahulu, kapal ini diyakini dipakai untuk keperluan logistik dan militer Jepang.
Keberadaan bangkai kapal ini tidak hanya membuktikan peninggalan fisik dari Perang Dunia II saja. Wisatawan yang berkunjung dapat mempelajarinya sebagai salah satu pembelajaran sejarah di kawasan Bali.
Seiring berjalannya waktu, bangkal kapal berubah menjadi rumah bagi beberapa biota laut. Terumbu karang tumbuh di area bangkai kapal, sehingga menciptakan ekosistem laut yang kaya dan berwarna.
Dilihat dari foto Japanese Ship Wreck Bali, destinasi ini memang menawarkan keindahan biota laut yang memukau. Selama melakukan diving atau snorkeling di area bangkai kapal, wisatawan bisa menemukan berbagai jenis ikan.
Tidak sedikit fotografer bawah laut yang berkunjung demi berburu foto-foto artistik. Keberadaan terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang di sekitar bangkai kapal menciptakan estetika tersendiri.
Dengan keindahan bawah lautnya, tidak mengherankan jika destinasi ini masuk ke dalam salah satu spot fotografi yang unggul di Bali. Wisatawan yang berkunjung dapat dengan mudah memperoleh hasil foto dengan nilai visual tinggi.
Wisatawan yang datang disarankan untuk mengatur waktu kunjungan selama musim kemarau, sekitar bulan April hingga Oktober. Kondisi cuaca pada periode tersebut cenderung cerah dan memiliki curah hujan rendah.
Pertimbangkan waktu kunjungan agar visibilitas air laut terlihat semakin jernih. Musim kemarau juga membuat ombak dan arus laut relatif tenang. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati diving dan snorkeling lebih nyaman.
Tidak hanya itu, waktu kunjungan yang ideal sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Khususnya antara pukul 08.00 hingga 11.00. Pada jam tersebut, sinar matahari masih terasa tidak terlalu terik.
Perjalanan liburan ke Japanese Ship Wreck Point akan terasa lebih nyaman jika menggunakan mobil rental. Wisatawan dapat memilih layanan rental lepas kunci maupun dengan sopir. Fleksibilitas ini tentu membuat perjalanan di Bali terasa semakin menyenangkan.
Salah satu penyedia mobil rental terbaik di Pulau Dewata adalah Putri Bali Rental. Seluruh kendaraan yang disediakan sudah terjamin perawatannya. Sangat pas untuk liburan bersama keluarga, teman, maupun rombongan.