
Pura Perancak adalah salah satu pura di Jembrana Bali yang menampilkan arsitektur indah dan menyimpan sejarah yang menarik. Jadi pura yang disakralkan, sejarahnya tentu tak luput dari perhatian masyarakat setempat dan sebagian wisatawan.
Terkait sejarahnya ini masih berkaitan dengan kedatangan leluhur pendeta Siwa dari Jawa, Dang Hyang Nirartha. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pura Gede Perancak, yuk simak!
Pura Perancak berlokasi di Perancak, Kec. Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali. Jika Anda berangkat dari bandara Ngurah Rai membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam (108 km) lewat Jl. Raya Denpasar โ Gilimanuk.
Sejarah Pura Gede Perancak berawal dari kedatangan Danghyang Dwijendra (Dang Hyang Nirartha). Danghyang Dwijendra adalah putra dari pendeta Kerajaan Majapahit, Dang Hyang Asmaranatha.
Sekitar abad ke-16, Danghyang Dwijendra dari Blambangan Banyuwangi mulai datang ke Bali. Kedatangan Danghyang Dwijendra bersama 7 putra dan istrinya. Kemudian, mereka bertemu I Gusti Ngurah Rangsasa di sebuah pura usang di Bali.
I Gusti Ngurah Rangsasa adalah seorang pemimpin desa yang terkenal dengan kepribadiannya yang angkuh. Beliau seringkali memaksakan siapapun agar tunduk dan menaati peraturannya.
Merasa dirinya tinggi, kuat, dan tangguh, lantas membuatnya mulai menantang Danghyang Dwijendra. Tapi, berkat kesaktiannya, Danghyang Dwijendra membelah batu pura dan menghancurkannya.
Menyadari jika I Gusti Ngurah Rangsasa kalah, beliau lantas melarikan diri ke arah Utara dan tidak kembali lagi. Usai kejadian itu, lantas pemangku pura meminta maaf dan memohon agar Danghyang Dwijendra bisa memulihkan puranya yang hancur.
Tidak butuh waktu lama, Danghyang Dwijendra berhasil mengembalikan pura berkat anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi. Lalu, pura tersebut diberi nama Pura Encak atau Pura Gede Perancak.
Menjadi salah satu pura bersejarah di Bali yang punya nilai budaya dan spiritualitas tinggi, menjadikannya tak luput dari keunikannya. Adapun keunikan dari Pura Gede Perancak, yaitu:
Sebenarnya, Pura Gede Perancak ini tak jauh berbeda dengan pura lainnya di Bali. Hanya saja, ada beberapa detail arsitektur yang unik dan jadi pembedanya. Pada pura ini punya gerbang dan pelinggih dengan ukiran yang cukup khas.
Desainnya yang menyatu dengan alam, suasana religius, hingga view sekitar yang memanjakan mata tentu menciptakan suasana yang tenang saat berada di pura.
Apalagi lokasinya berada di tepi sungai dengan gemericik air serta lingkungan hijau menambah udara di area sekitar pura jadi lebih sejuk.
Punya arsitektur yang indah dan khas Bali, tentu pura ini juga memberikan banyak spot foto yang artistik dan instagramable. Dengan background sungai dan pemandangan hijau asri menciptakan hasil jepretan jadi lebih bermakna.
Pura memang menjadi salah satu tempat penting di Bali. Apalagi dalam penyebarannya punya sejarah yang kuat dalam perkembangan agama Hindu, khususnya di pulau Bali.
Sehingga, pura termasuk pusat kegiatan spiritual dan budaya sejak jaman dahulu. Bahkan, bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah keagamaan di Bali, maka pura jadi salah satu area yang cukup berpengaruh.
Dari berbagai keunikannya, ternyata pura ini punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jika Anda ingin berkunjung ke pura ini saat berada di Bali, maka bisa menggunakan sewa mobil agar perjalanan jadi lebih praktis.
Adapun sewa mobil paling recomended adalah Putri Bali Rental. Bisa sewa mobil dengan sopir atau lepas kunci, solusi efektif untuk mengantarkan Anda menuju ke Pura Perancak.