
Kebanyakan dari Anda pasti sudah tahu jika dulu ada banyak kerajaan di hampir seluruh Nusantara, termasuk Bali. Bahkan di beberapa tempat masih ada sisa-sisa sejarahnya, misalnya seperti Puri Ageng Blahbatuh yang terletak di Kabupaten Gianyar.
Puri ini adalah istana kediaman kerajaan di masa lampau. Eksistensi rajanya memang sudah tidak ada, namun catatan sejarahnya tidak akan menghilang. Karena itu, apakah Anda sudah siap untuk mengulik sejarah Puri Blahbatuh dan daya tarik lainnya di sini?
Ketika membicarakan tentang sejarah Puri Ageng Blahbatuh, Anda harus melihat asal muasalnya terlebih dulu. Sebelum puri ini berdiri, Kerajaan Majapahit menunjuk dan mengirimkan Airlangga ke Pulau Dewata untuk menjadi penguasa vasal Bali pada saat itu.
Setelah lama berkuasa, keturunan dari Airlangga pun mulai menguasai beberapa daerah di Bali, termasuk Sri Aji Kepakisan yang menguasai Gianyar. Puri Blahbatuh adalah kediaman dari keluarga kerajaan dan para bangsawan keturunan Sri Aji Kepakisan.
Karena sudah berdiri selama berabad-abad lamanya, ada sekitar 24 raja yang pernah tinggal dan menduduki tahta di puri ini. Raja terakhirnya adalah I Gusti Ngurah Djelantik XXIV, raja ke-24 yang kini sudah meninggal dunia, sehingga tidak ada yang duduk di tahta.
Alasan kenapa tidak ada raja di Puri Blahbatuh Gianyar bukan karena I Gusti Ngurah Djelantik XXIV tidak memiliki keturunan. Namun karena tidak ada dari keturunannya yang ingin menjadi raja, sehingga tahta tersebut kosong sampai sekarang.
Meskipun sudah tidak memiliki raja, namun masih ada kompleks tempat tinggal para keturunan raja di sini, yaitu di Saren Delot, Saren Delot Dangin, dan Saren Kangin. Mereka masih berkerabat dengan anggota kerajaan dan bangsawan Kerajaan Karangasem.
Ternyata, selain jadi komplek tempat tinggal untuk anggota kerajaan dan para bangsawan, puri di Gianyar ini punya banyak daya tarik lain, yaitu:
Alasan kenapa banyak orang tertarik berkunjung ke puri ini adalah untuk melihat arsitekturnya. Pasalnya, arsitektur puri ini memang unik karena punya ornamen perpaduan budaya Jawa dan Bali, tidak jauh berbeda dengan Puri Agung Gianyar.
Lokasinya berada tepat di perempatan, menjadi simbol jika keluarga kerajaan dekat dengan masyarakat. Anda dapat melihat gerbang utama yang gagah, menghadap ke arah barat. Lalu, ada juga relief dewa-dewi yang terlihat indah dan megah.
Karena keluarga kerajaan ini merupakan keturunan dari Airlangga, sebenarnya dulu ada arca Wisnu mengendarai Garuda yang mirip logo Unair. Hanya saja, kini patung tersebut sudah diturunkan karena rusak termakan usia, sehingga tidak bisa lagi Anda abadikan.
Khusus untuk Anda yang ingin mengambil foto prewedding, tempat ini sangat ideal untuk Anda pilih. Pengelola puri terbuka soal pengambilan foto untuk prewedding, sehingga Anda bisa langsung meminta izin dan mengatur jadwal untuk penyewaan tempat ini.
Jika Anda suka seni dan tari tradisional, maka puri ini juga bisa jadi destinasi pilihan. Pasalnya, pada beberapa hari tertentu ada pertunjukkan seni yang bisa Anda tonton, khususnya tari tradisional. Hanya saja, cek dulu jadwalnya sebelum datang.
Lalu, ada juga pengalaman unik yang bisa Anda coba saat berkunjung ke sini, yaitu jamuan ala keluarga kerajaan.
Pada dasarnya, tiket masuk ke puri ini beragam, tergantung layanan apa yang Anda inginkan. Namun rata-rata harganya mulai Rp100.000 untuk tur sejarah dan berkeliling puri, menonton tari tradisional, dan perjamuan makan malam.
Anda bisa datang ke Puri Ageng Blahbatuh yang berlokasi di Jalan Wisma Udayana Nomor 2X, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dengan mobil sewaan dari Putri Bali Rental.