Tips Menghemat BBM Saat Berkendara Di Bali. Bali itu punya karakter jalan yang unik. Ada jalur pantai yang santai, ada titik macet di area wisata populer, ada tanjakan panjang menuju pegunungan, dan ada ruas sempit yang membuat anda sering stop and go. Semua kondisi ini sangat berpengaruh pada konsumsi BBM. Itulah kenapa banyak orang merasa mobilnya lebih boros saat dipakai keliling Bali dibanding saat dipakai di kota asal.
Kabar baiknya, menghemat BBM di Bali bukan soal pelit, tapi soal strategi. Anda bisa tetap menikmati perjalanan, tetap nyaman, namun konsumsi bahan bakar lebih terkendali. Apalagi jika anda menyewa mobil, penghematan BBM otomatis membantu budget liburan tetap stabil.
Di artikel ini saya akan membahas tips menghemat BBM saat berkendara di Bali secara praktis. Anda akan dapat kebiasaan yang mudah diterapkan ketika sewa mobil Bali, strategi rute yang realistis, cara mengatur AC agar tetap nyaman namun tidak boros, sampai pola driving yang cocok untuk jalur selatan yang padat maupun jalur pegunungan.
Sebelum membahas tips, anda perlu tahu penyebab utama boros BBM di Bali. Dengan memahami sebabnya, solusi anda akan lebih tepat.
Macet dan stop and go
Area wisata seperti pusat keramaian punya pola berhenti jalan yang sering. Mobil yang sering berhenti lalu akselerasi lagi akan lebih boros dibanding mobil yang berjalan stabil.
Banyak rute pendek dengan banyak belokan
Rute pendek dengan belokan, putar balik, dan jalan sempit sering membuat anda mempercepat lalu mengerem berulang. Ini membuat konsumsi BBM naik.
Tanjakan dan turunan
Jika anda menuju area pegunungan, mesin bekerja lebih berat di tanjakan. Jika anda mengerem terus di turunan lalu akselerasi lagi, borosnya bisa terasa.
AC dipakai terus menerus dengan pengaturan kurang tepat
Di Bali, AC hampir selalu dipakai. Jika setting AC tidak efisien atau anda sering buka tutup jendela, kerja AC jadi lebih berat.
Beban mobil berlebihan
Mobil yang penuh penumpang dan barang akan butuh tenaga lebih besar, sehingga BBM lebih cepat habis.
Gaya berkendara terlalu agresif
Akselerasi mendadak, menyalip sering, dan rem mendadak membuat konsumsi BBM meningkat.
Sekarang kita masuk ke solusi yang bisa langsung anda terapkan.
Menghemat BBM paling besar biasanya bukan dari teknik mengemudi, tapi dari cara anda menyusun rute.
Susun rute searah dan hindari bolak balik
Ini tip paling sederhana. Banyak wisatawan membuat itinerary yang melompat lompat. Pagi ke barat, siang ke timur, sore kembali ke selatan. Akibatnya jarak tempuh membengkak dan BBM boros.
Kelompokkan spot berdasarkan area
Pilih satu area untuk satu hari. Misalnya hari ini fokus selatan, besok fokus Ubud, lusa fokus Bedugul. Dengan begitu jarak dan waktu lebih terkendali.
Pilih jam jalan yang lebih lancar
Berangkat pagi biasanya lebih hemat. Mesin bekerja stabil lebih lama dan anda lebih jarang stop and go.
Gunakan satu base menginap untuk beberapa hari
Jika anda pindah pindah hotel setiap hari, anda akan lebih banyak menghabiskan BBM untuk perjalanan perpindahan. Satu base menginap membuat rute lebih efisien.
Rute hemat itu bukan hanya menghemat BBM, tapi juga menghemat tenaga dan waktu liburan anda.
Mengemudi hemat BBM itu identik dengan halus dan stabil. Tidak perlu lambat, yang penting tidak agresif.
Akselerasi perlahan namun pasti
Saat mulai jalan, tekan gas dengan halus. Hindari gas yang mendadak. Akselerasi mendadak membuat mesin bekerja lebih berat dan BBM lebih cepat habis.
Jaga kecepatan konstan
Jika kondisi jalan memungkinkan, pertahankan kecepatan stabil. Mobil paling irit saat tidak sering naik turun kecepatan.
Antisipasi jauh ke depan
Lihat kondisi lalu lintas beberapa kendaraan di depan. Jika anda sudah melihat ada potensi berhenti, lepaskan gas lebih awal. Anda akan mengurangi pengereman mendadak dan menghemat BBM.
Hindari pola gas rem gas rem
Kebiasaan ini sering terjadi saat anda terburu buru. Selain boros BBM, ini juga mengurangi kenyamanan penumpang.
Gunakan engine braking saat diperlukan
Saat anda melepas gas, mobil secara alami melambat. Memanfaatkan ini membantu anda mengurangi penggunaan rem dan menjaga ritme lebih stabil.
Jika anda membawa keluarga atau penumpang, gaya mengemudi halus juga membuat perjalanan jauh lebih nyaman.
Di Bali, AC sangat penting. Namun pengaturan AC yang salah bisa membuat BBM boros.
Gunakan suhu yang realistis
Banyak orang menurunkan suhu terlalu rendah. Padahal yang anda butuhkan adalah nyaman, bukan dingin berlebihan. Suhu yang terlalu rendah membuat kompresor bekerja lebih keras.
Tutup jendela saat AC menyala
Buka jendela saat AC menyala membuat AC bekerja lebih berat. Jika anda ingin udara segar, matikan AC sebentar lalu buka jendela, setelah itu tutup lagi.
Gunakan mode sirkulasi dalam saat macet
Saat macet, mode sirkulasi dalam membantu AC lebih cepat dingin dan kompresor tidak bekerja terlalu berat. Ini juga mengurangi udara panas dari luar masuk ke kabin.
Matikan AC saat berhenti lama
Jika anda berhenti cukup lama dan mesin menyala, AC membuat beban mesin naik. Lebih baik anda parkir, matikan mesin, dan istirahat sebentar.
Bersihkan kabin dan filter AC
Ini sering dilupakan. Filter AC yang kotor membuat AC kurang dingin, sehingga anda menurunkan suhu lebih ekstrem, dan akhirnya boros BBM. Jika mobil sewaan, setidaknya pastikan AC dingin stabil sejak awal.
AC yang efisien bukan berarti anda harus kepanasan. Justru anda bisa nyaman dengan konsumsi BBM yang lebih terkendali.
Ban adalah salah satu faktor besar yang memengaruhi konsumsi BBM.
Tekanan ban kurang membuat mobil lebih berat
Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir. Mesin bekerja lebih keras, BBM lebih boros.
Tekanan ban terlalu tinggi juga tidak ideal
Bisa mengurangi kenyamanan dan traksi. Yang paling aman adalah tekanan sesuai rekomendasi.
Cek ban sebelum trip jauh
Jika anda akan jalan jauh ke pegunungan, cek ban itu wajib. Selain irit, ini soal keselamatan.
Ban dengan tapak aus meningkatkan risiko slip
Jika anda takut slip, anda akan sering mengerem dan mengurangi kecepatan mendadak. Ini juga membuat konsumsi BBM tidak stabil.
Jika anda sewa mobil, anda berhak mengecek kondisi ban saat serah terima. Ini bukan cerewet, ini wajar.
Semakin berat mobil, semakin besar tenaga yang dibutuhkan.
Jangan bawa barang yang tidak dipakai
Banyak orang membawa koper besar untuk road trip harian. Jika anda sudah check in hotel, sisakan barang yang dibutuhkan saja.
Atur bagasi dengan rapi
Bagasi yang berantakan membuat anda sering membuka bagasi dan memindahkan barang, memicu kebiasaan berhenti lama dengan mesin menyala.
Kurangi rooftop box jika tidak perlu
Jika ada tambahan beban di atas mobil, hambatan angin meningkat. Ini bisa membuat BBM lebih boros, terutama di kecepatan tertentu.
Beban yang rapi membuat mobil terasa lebih ringan dan perjalanan lebih nyaman.
Ada beberapa kebiasaan kecil yang terlihat sepele, namun dampaknya nyata.
Idling terlalu lama
Menyalakan mesin sambil menunggu bisa menghabiskan BBM tanpa jarak tempuh. Jika anda menunggu lebih dari beberapa menit, lebih hemat mematikan mesin.
Sering mencari parkir sambil berputar
Ini boros BBM dan boros waktu. Pilih tempat parkir yang jelas sejak awal.
Terlalu sering memutar balik karena salah jalan
Ini balik lagi ke poin rute. Gunakan peta dengan benar dan pastikan tujuan anda jelas.
Mengejar jalur pintas yang tidak pasti
Kadang jalan pintas membuat anda masuk jalan sempit, berhenti sering, dan akhirnya lebih boros. Jalur utama yang stabil sering lebih hemat.
Jika anda ingin irit, fokus pada efisiensi perjalanan, bukan hanya efisiensi mesin.
Macet adalah musuh utama penghematan BBM. Namun anda masih bisa mengurangi dampaknya.
Jaga jarak agar tidak stop and go terlalu sering
Jika anda terlalu dekat dengan mobil depan, anda akan sering rem dan gas. Dengan jarak yang cukup, anda bisa bergerak pelan stabil.
Gunakan mode sirkulasi dalam pada AC
Ini membantu kompresor bekerja lebih ringan saat udara luar panas.
Hindari manuver agresif
Manuver agresif di macet tidak membuat anda lebih cepat sampai. Justru menambah konsumsi BBM dan meningkatkan stres.
Pilih waktu perjalanan yang lebih kosong
Jika itinerary anda fleksibel, geser jam jalan di luar jam ramai. Ini sangat membantu.
Macet memang sulit dihindari, tapi anda bisa mengendalikan cara anda menghadapinya.
Jika anda menuju Bedugul, Kintamani, atau area yang menanjak, gunakan strategi ini.
Jaga momentum di tanjakan
Momentum membantu mobil tidak perlu injak gas terlalu dalam. Tentu tetap dengan kecepatan aman.
Hindari berhenti di tengah tanjakan jika tidak perlu
Stop di tanjakan memaksa mobil bekerja lebih berat saat start lagi.
Gunakan gigi yang tepat untuk manual
Jangan memaksa gigi tinggi saat tanjakan. Mesin akan bekerja lebih berat. Lebih baik gigi lebih rendah dengan putaran stabil.
Gunakan kontrol kecepatan di turunan
Turunan panjang membuat anda mudah terpancing ngebut lalu rem kuat. Kontrol dari awal agar tidak perlu pengereman terus menerus.
Jangan membawa beban berlebih
Pegunungan membuat pengaruh beban lebih terasa. Semakin berat, semakin boros saat menanjak.
Jalur pegunungan bisa tetap hemat BBM jika anda mengemudi stabil dan tidak agresif.
Kadang boros BBM bukan karena cara mengemudi, tapi karena mobil tidak sesuai kebutuhan.
Jika anda hanya berdua dan rute dominan kota
City car biasanya paling efisien.
Jika anda membawa keluarga dan barang
MPV bisa lebih efisien daripada memaksakan city car yang bekerja lebih berat.
Jika rute anda banyak tanjakan dan membawa beban
SUV yang tenaganya lebih mantap bisa terasa lebih efisien secara praktis, karena mesin tidak dipaksa bekerja terlalu berat.
Yang penting bukan label mobilnya, tapi apakah mobil itu bekerja santai di rute anda.
Untuk membuat penghematan lebih konsisten, lakukan kebiasaan ini.
Catat jarak dan isi BBM
Tidak perlu rumit. Anda cukup tahu seberapa cepat BBM habis untuk rute tertentu. Ini membantu anda menilai apakah gaya mengemudi anda sudah efisien.
Isi BBM sebelum rute jauh
Jangan tunggu terlalu kosong. Ini membuat anda tidak panik dan tidak mengambil keputusan rute yang buruk hanya karena mencari SPBU.
Gunakan pengingat kecepatan
Anda tidak perlu ngebut. Kecepatan yang stabil dan wajar sering lebih hemat dibanding naik turun.
Jaga emosi saat berkendara
Kedengarannya sepele, tapi emosi membuat anda mengemudi agresif. Mengemudi tenang membuat konsumsi BBM lebih terkendali.
Jika anda sewa mobil, ada beberapa trik yang membantu anda lebih irit sekaligus lebih aman.
Pilih mobil dengan kondisi mesin dan AC yang prima
Mobil yang kurang prima cenderung lebih boros karena mesin bekerja lebih berat.
Tanya aturan bensin saat pengembalian
Agar anda bisa mengisi sesuai kebutuhan dan tidak terkena biaya tambahan.
Dokumentasikan indikator bensin saat serah terima
Ini membantu anda tahu titik awal dan menghindari miskomunikasi.
Jangan memaksakan mobil kecil untuk beban besar
Ini membuat konsumsi BBM naik dan pengalaman berkendara jadi tidak nyaman.
Dengan mobil sewa yang tepat, anda bisa hemat tanpa mengorbankan kenyamanan.
Agar anda mudah menerapkan, ini checklist versi singkat.
Jika anda menerapkan setengah saja dari checklist ini, biasanya penghematan BBM sudah terasa.
Menghemat BBM bukan berarti perjalanan anda harus kaku. Justru dengan rute rapi dan ritme stabil, liburan biasanya terasa lebih enak.
Anda tidak terburu buru
Anda tidak stres karena macet
Anda punya waktu menikmati spot tanpa panik
Anda lebih jarang berhenti hanya untuk urusan teknis
Pada akhirnya, hemat BBM adalah efek samping dari perjalanan yang lebih terencana dan lebih tenang.
Baca juga: Sewa Mobil Bali Untuk Trip Ke Nusa Dua.
Tips menghemat BBM saat berkendara di Bali akan berhasil jika anda menggabungkan dua hal. Perencanaan rute yang cerdas dan gaya mengemudi yang stabil. Tambahkan pengaturan AC yang efisien, tekanan ban yang tepat, serta kebiasaan menghindari idling, maka konsumsi BBM anda akan jauh lebih terkendali tanpa mengorbankan kenyamanan.