Tertarik untuk berlibur ke Bali? Ada satu tempat yang bernama Pantai Batu Tumpeng dan merupakan hidden gem di daerah Klungkung. Pasti Anda masih merasa asing dengan nama pantai ini, karena memang masih jarang dijamah wisatawan.
Pantai ini berada di balik perbukitan kecil yang ada di sebuah desa. Jaraknya juga tidak jauh dari pusat Klungkung Bali, hanya sekitar 15 menit. Penasaran kira-kira apa saja yang ada di pantai ini? Simak informasinya berikut!
Ada banyak sekali tempat wisata Bali yang menawarkan keindahan alam. Tapi sayangnya beberapa tempat tersebut sudah ramai, penuh dengan wisatawan. Berbeda dengan wisata alam bahari Batu Tumpeng yang masih sepi pengunjung.
Lokasinya berada di Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, lebih tepatnya dekat Masjid Nurul Huda. Dari masjid bersejarah tersebut, Anda hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 10 menit untuk sampai.ย
Untuk memudahkan Anda mencari lokasinya, gunakanlah Google Maps atau memakai rental mobil plus sopirnya. Tempat ini cocok dijadikan tempat wisata murah, dan juga buka selama 24 jam. Jadi, Anda bisa menikmati keindahan pantai ini kapan saja.
Pantai Batu Tumpeng tidak hanya menyuguhkan keindahan bentang alamnya yang masih sangat alami. Tapi ada beberapa daya tarik lain yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk rekreasi di sini!
Pantai di Klungkung Bali yang memiliki tinggi ombak yang bisa menjadi alternatif spot berselancar ya di Batu Tumpeng. Sebenarnya pantai ini sudah cukup populer dikalangan para peselancar karena tinggi ombaknya yang menantang.
Kebanyakkan hanya para peselancar profesional saja yang menikmati ombak Batu Tumpeng. Karena memang gelombangnya cukup menantang adrenalin, sehingga perlu teknik serta pengalaman yang memadai.
Memang nama Batu Tumpeng masih sangat asing, tapi sekarang ini jumlah wisatawan yang berkunjung sudah mulai meningkat. Mayoritas pelancong datang untuk berselancar, dan beberapa merupakan warga sekitar pantai.
Pantai ini menyimpan keindahan yang tidak kalah dengan pantai populer lainnya di Bali. Saat sore hari, Anda bisa menyaksikan keindahan matahari terbenam. Ditambah suasana yang masih alami dan sepi, Anda bisa menikmatinya dengan lebih damai.ย
Wisata Klungkung Bali memang memiliki banyak daya tarik tersendiri, salah satunya di Batu Tumpeng. Pantai ini merupakan tempat bagi para penyu untuk bertelur. Pihak pemerintah Bali juga sudah memberikan rambu-rambu di sekitar pantai untuk menjaga tempat penyu.
Karena wisata alam pesisir ini tidak terlalu ramai dikunjungi para pelancong, dan masih alami, para penyu menjadikannya tempat persinggahan. Jika Anda beruntung, Anda bisa menyaksikan langsung penyu tengah bertelur atau saat penyu dilepaskan ke lautan.
Selain berselancar, ada beberapa aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan selama di Batu Tumpeng. Anda bisa jogging atau sekedar jalan santai di sekitar pantai karena tersedia jalur khusus untuk pejalan kaki.
Sayangnya memang fasilitas yang ada masih sangat minim. Belum ada tempat penginapan di sekitaran pantai. Tapi pantai ini menyediakan tempat parkir yang cukup luas, dan ada banyak yang menjual makanan.
Pantai Batu Tumpeng memang masih kurang di fasilitasnya, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menjadi alternatif pilihan Anda. Bagi Anda yang ingin berkunjung, jangan lupa pakai rental mobil dari Putri Rental Bali!
Bali menyimpan banyak sekali objek wisata dengan keindahan alam yang bermacam-macam. Salah satu objek yang terkenal adalah wisata alam pesisir. Dari sekian banyak pantai, ada satu tempat tersembunyi yang cocok untuk berselancar, yakni Siyut Beach.
Pantai ini menawarkan suasana yang sangat damai, berbeda dengan pantai Bali terkenal dengan lautan manusianya. Di sini Anda bisa melihat fenomena matahari terbit, dan masih banyak aktivitas lainnya, simak berikut!
Salah satu pantai pasir hitam di Bali yang menawarkan pesona sunrise yang tenang dan indah, yakni Pantai Siyut. Pantai ini berada di Banjar Siyut, tepatnya di Desa Tulikup, Gianyar.
Akses menuju pantai ini sangatlah mudah, Anda bisa memakai kendaraan pribadi atau menyewa di rental mobil Denpasar. Jika Anda berangkat dari Denpasar, Anda hanya memerlukan waktu 27 kilometer menuju arah by pass Ida Bagus Mantra.ย
Tempat wisata alam pesisir ini cukup dekat dengan kawasan pariwisata di Ubud. Jaraknya juga tidak jauh dari Taman Bali Safari dan Marine Park. Pantai ini bisa menjadi alternatif pilihan jika Anda mencari objek wisata yang masih sepi dan terasa lebih privasi.
Mencari tempat tenang di Bali tidaklah sulit, Anda bisa mencoba berkunjung ke Pantai Siyut, Gianyar. Memang tidak sepopuler pantai lainnya seperti di Kuta atau Sanur, tapi pantai ini memiliki beberapa daya tariknya sebagai berikut!
Dari pantai ini, Anda bisa menyaksikan indahnya sunrise di pagi hari. Langit perlahan berubah dari gelap menjadi bernuansa ungu, dan perlahan menunjukkan warna oranye keemasan. Ditambah lagi ombak yang bergulir lembut menambah suasana makin khidmat.
Mencari tempat healing di Bali yang terbaik ada di Siyut! Lingkungan alamnya masih sangat terjaga kealamian dan juga kebersihannya. Terlebih lagi pantai ini masih jarang sekali diketahui para pelancong, jadi suasananya masih sangat sepi dan tenang.
Lingkungan sekitar pantai akan terasa sunyi di pagi hari saat matahari perlahan muncul. Suara ombak dan angin laut menjadi musik alami untuk menemani Anda menikmati pagi. Tidak heran jika pantai ini jadi tempat yang cocok untuk meditasi dan healing.
Selain menyaksikan momen sunrise, di sini juga bisa menjadi spot memancing. Banyak warga lokal yang datang untuk memancing di tepian pantai. Siyut Beach dikenal dengan tempat berkumpulnya ikan-ikan kecil.ย
Wisata alam bahari ini memang belum dikelola secara maksimal, jadi fasilitasnya pun belum terlalu memadai. Anda harus membawa barang keperluan Anda sendiri di sini karena tidak ada fasilitas persewaan.
Ombak Pantai Siyut cukup tinggi dan juga panjang, jadi cocok untuk spot surfing. Lokasinya karena cukup jauh dari pusat wisata, Anda akan jarang sekali melihat pemain surfing di sini. Tapi, Anda bisa mencoba menelusuri ombak di sini dengan tetap berhati-hati.
Pantai Siyut juga cocok menjadi lokasi piknik sederhana Anda bersama orang-orang terkasih. Anda bisa menikmati makan pagi atau makan sore sambil menyaksikan panorama pantai pasir hitam yang berkilau ini.
Dengan akses yang mudah dicapai, lingkungannya yang masih asri, Siyut Beach bisa jadi pilihan Anda untuk rekreasi. Untuk lebih memudahkan perjalanan Anda, jangan lupa pakai Putri Bali Rental.
Bali masih menyimpan banyak sekali tradisi kebudayaan yang unik dan menantang. Salah satunya seperti tradisi Mesbes Bangke dari Banjar Buruan. Tradisi ini masih jarang sekali dikenal oleh wisatawan lokal ataupun asing.
Jika mendengarnya pun Anda mungkin akan merasa takut, dan mengira ini adalah salah satu bentuk penyiksaan. Karena tradisi mesbes merupakan tradisi pemakaman mayat yang cukup unik dan menantang. Penasaran? Baca informasi di bawah ini!
Ada satu tradisi di Bali yang unik di mana nantinya warga akan mencabik-cabik mayat yang hendak dikebumikan. Wajar jika Anda terkejut, karena memang beginilah tradisi pemakaman unik yang ada di Bali selain ngaben.
Tradisi Mesebes ini hanya ada di Banjar Buruan, Tampak Siring, Gianyar. Bagi Anda yang baru pertama kali mendengar bagaimana tradisi ini dilaksanakan, sudah pasti akan tercengan. Memang prosesnya mayat orang atau bangke ini akan dicabik-cabik oleh warga.ย
Tradisi tersebut tidak dilakukan pada semua jasad manusia yang sudah meninggal. Tapi, upacara adat ini hanya akan digelar untuk ngaben yang sifatnya pribadi atau personal. Karena untuk melakukannya harus melihat hari baik dan mayat harus beberapa hari ada di rumah.
Ritual adat Mesbes Bangke sebenarnya tidak tertulis di sejarah, tapi tradisi ini memang berasal dari penduduk asli Banjar Buruan. Konon, dulunya warga di Banjar Buruan merasa tidak tahan dengan bau anyir atau bau busuk dari jasad manusia.
Di zaman dulu belum ada formalin untuk mengawetkan jenazah. Kemudian, warga berusaha mencari cara agar mayat tersebut tidak berbau busuk. Karena itulah muncul pikiran untuk mesbes (mencabik) mayat.
Pada prosesnya mereka harus merasakan kegembiraan agar lupa akan bau busuk dari tubuh yang mebusuk itu. Para warga yang ikut serta dalam proses mesbes akan berkumpul. Dan ketika jenazah di bawa ke pekarangan secara spontan akan diserbu oleh warga untuk dicabik.
Mungkin baru pertama kali ini Anda membaca dan mendengarkan upacara adat Bali yang cukup ekstrem. Ketika ritual ini berlangsung, seluruh penduduk ikut mencabik mayat tersebut. Proses ritualnya pun tidak sembarangan dilakukan.
Awalnya, warga asli akan berkumpul untuk menyambut jenazah dari rumah duka. Lalu, ketika jasadnya diarak sanak saudara melewati para warga, spontan mereka akan mencabiknya. Semua yang ikut akan meluapkan kegembiraan untuk menghilangkan baunya.
Prosesnya juga diiringi dengan gamelan khas Bali, yakni Baleganjur. Tidak hanya itu, prosesnya juga disertai dengan guyuran air. Konon katanya, sebagian warga yang ikut mesbes ada yang kesurupan, dan ada juga yang masih sadar sepenuhnya.ย
Setelah para warga lelah mencabik mayat, barulah jenazah tersebut dikremasi atau mengikuti upacara ngaben. Untuk ritual ini, jenazah akan digelar untuk ngaben personal.
Salah satu tujuan upacara adat Bali adalah untuk melestarikan kebudayaan yang ada sejak para zaman leluhur. Dan, ritual mesbes ini dilakukan agar warga tidak mencium bau busuk saat mengarak jenazah.
Ada pula pantangan yang tidak boleh dilakukan, yakni mayat tidak boleh sampai terjatuh dan menyentuh tanah Walaupun zaman sudah modern, tradisi ini masih dilakukan oleh warga Banjar Buruan, Desa Tampaksiring..
Mesbes Bangke adalah tradisi pemakaman yang cukup ekstrem dan hanya dilakukan oleh warga Banjar Buruan, Gianyar. Bagi Anda yang tertarik untuk menjelajahi budaya Bali di daerahnya langsung, jangan lupa gunakan sewa mobil dari Putri Bali Rental.
Gianyar, Bali, terkenal akan keindahan alam dan budaya yang mempesona. Salah satu lokasi terbaik yang menawarkan keduanya yaitu Kemenuh Monkey River (KMR).
Tempat wisata yang terbilang baru ini mengusung konsep konservasi yang visitor friendly. Di sini, wisatawan bisa menikmati kesejukan hutan sambil berinteraksi dengan kera ekor panjang dan berbagai satwa unik lainnya. Yuk, cek apa saja daya tarik destinasi baru ini.
Kemenuh Monkey River Bali merupakan destinasi wisata berbasis konservasi yang mengusung filosofi Bali, yakni Tri Hita Karana. Filosofi tersebut mengedepankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
KMR menawarkan perpaduan keindahan hutan tropis nan asri sekaligus kawasan pelestarian satwa liar. Tempat ini merupakan habitat kera ekor panjang yang dilindungi, termasuk kera albino yang sangat langka.
Saat berkeliling kawasan KMR, wisatawan bisa menyaksikan kehidupan kera ekor panjang di alam liar. Kera di sini sibuk bermain dan menjelajah hutan, sehingga tidak agresif seperti kera di beberapa tempat wisata.
KMR juga memiliki view yang dijamin bikin wisatawan jatuh hati. Kawasan konservasi ini berupa hujan tropis rindang yang terhampar sepanjang Sungai Petanu.
Terdapat jembatan-jembatan cantik dan jalur yang terawat untuk wisatawan gunakan selama menjelajah. Saking indahnya, banyak wisatawan berkunjung buat hunting Kemenuh Monkey River foto.
Selain pesona alam, KMR juga memiliki beberapa pura sakral dan lokasi untuk melukat. Pura Dalem Kemenuh merupakan tempat suci umat Hindu yang sering masyarakat gunakan untuk melaksanakan upacara keagamaan.
Sementara melukat merupakan ritual penyucian diri secara rohani yang menjadi bagian dari budaya Bali.
KMR juga telah menyediakan fasilitas yang cukup lengkap untuk menunjang kenyamanan wisatawan, termasuk toilet, area parkir, dan kafe bernuansa alami.
Monkey River Kemenuh berlokasi di Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar. Alamat lengkapnya di Jalan Ir. Sutami, Jalan Pura Dalem, Banjar Agung.ย
Wisatawan bisa mencapai destinasi ini dengan perjalan sekitar 20 menit dari pusat Kota Ubud. Sementara itu, jika dari Kota Denpasar, perlu waktu sekitar 45 menit.
KMR buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 18.00 WITA. Tiket Kemenuh Monkey River untuk wisatawan dewasa adalah sebesar Rp80 ribu. Sedangkan untuk anak-anak cukup membayar sebesar Rp40 ribu saja.
Bagi yang tertarik berkunjung ke KMR, beberapa tips berikut bisa tingkatkan pengalaman lebih nyaman:
Mengingat kawasan konservasi berupa hutan, maka wajib buat memakai alas kaki yang nyaman dan aman. Pastikan menggunakan sandal gunung atau sepatu dengan alas yang anti slip.
Meskipun kera ekor panjang di sini secara umum lebih tenang, ada kalanya mereka usil. Hal ini karena sifat alami kera yang suka penasaran. Sehingga pengunjung dianjurkan untuk selalu menutup rapat tas dan menyimpan barang dengan aman.
Berdasarkan ulasan Kemenuh Monkey River, pagi atau sore hari jadi waktu berkunjung terbaik. Soalnya, pada waktu tersebut suhu udara lebih sejuk dan pencahayaan juga lebih bagus untuk mengambil foto.
Itulah sekilas tentang daya tarik Kemenuh Monkey River di Gianyar, Bali. Destinasi wisata ini memiliki akses jalan lebar, sehingga bisa dengan mudah wisatawan kunjungi. Untuk perjalanan yang lebih nyaman, biasanya wisatawan menggunakan mobil sewa.
Putri Rental Bali menyediakan jasa sewa mobil murah yang bisa kamu pesan dengan praktis. Tinggal pilih paket sewa mobil yang sesuai lalul hubungi CS kami. Yuk, booking sewa mobil Bali untuk liburanmu!
Kebanyakan dari Anda pasti sudah tahu jika dulu ada banyak kerajaan di hampir seluruh Nusantara, termasuk Bali. Bahkan di beberapa tempat masih ada sisa-sisa sejarahnya, misalnya seperti Puri Ageng Blahbatuh yang terletak di Kabupaten Gianyar.
Puri ini adalah istana kediaman kerajaan di masa lampau. Eksistensi rajanya memang sudah tidak ada, namun catatan sejarahnya tidak akan menghilang. Karena itu, apakah Anda sudah siap untuk mengulik sejarah Puri Blahbatuh dan daya tarik lainnya di sini?
Ketika membicarakan tentang sejarah Puri Ageng Blahbatuh, Anda harus melihat asal muasalnya terlebih dulu. Sebelum puri ini berdiri, Kerajaan Majapahit menunjuk dan mengirimkan Airlangga ke Pulau Dewata untuk menjadi penguasa vasal Bali pada saat itu.
Setelah lama berkuasa, keturunan dari Airlangga pun mulai menguasai beberapa daerah di Bali, termasuk Sri Aji Kepakisan yang menguasai Gianyar. Puri Blahbatuh adalah kediaman dari keluarga kerajaan dan para bangsawan keturunan Sri Aji Kepakisan.
Karena sudah berdiri selama berabad-abad lamanya, ada sekitar 24 raja yang pernah tinggal dan menduduki tahta di puri ini. Raja terakhirnya adalah I Gusti Ngurah Djelantik XXIV, raja ke-24 yang kini sudah meninggal dunia, sehingga tidak ada yang duduk di tahta.
Alasan kenapa tidak ada raja di Puri Blahbatuh Gianyar bukan karena I Gusti Ngurah Djelantik XXIV tidak memiliki keturunan. Namun karena tidak ada dari keturunannya yang ingin menjadi raja, sehingga tahta tersebut kosong sampai sekarang.
Meskipun sudah tidak memiliki raja, namun masih ada kompleks tempat tinggal para keturunan raja di sini, yaitu di Saren Delot, Saren Delot Dangin, dan Saren Kangin. Mereka masih berkerabat dengan anggota kerajaan dan bangsawan Kerajaan Karangasem.
Ternyata, selain jadi komplek tempat tinggal untuk anggota kerajaan dan para bangsawan, puri di Gianyar ini punya banyak daya tarik lain, yaitu:
Alasan kenapa banyak orang tertarik berkunjung ke puri ini adalah untuk melihat arsitekturnya. Pasalnya, arsitektur puri ini memang unik karena punya ornamen perpaduan budaya Jawa dan Bali, tidak jauh berbeda dengan Puri Agung Gianyar.
Lokasinya berada tepat di perempatan, menjadi simbol jika keluarga kerajaan dekat dengan masyarakat. Anda dapat melihat gerbang utama yang gagah, menghadap ke arah barat. Lalu, ada juga relief dewa-dewi yang terlihat indah dan megah.
Karena keluarga kerajaan ini merupakan keturunan dari Airlangga, sebenarnya dulu ada arca Wisnu mengendarai Garuda yang mirip logo Unair. Hanya saja, kini patung tersebut sudah diturunkan karena rusak termakan usia, sehingga tidak bisa lagi Anda abadikan.
Khusus untuk Anda yang ingin mengambil foto prewedding, tempat ini sangat ideal untuk Anda pilih. Pengelola puri terbuka soal pengambilan foto untuk prewedding, sehingga Anda bisa langsung meminta izin dan mengatur jadwal untuk penyewaan tempat ini.
Jika Anda suka seni dan tari tradisional, maka puri ini juga bisa jadi destinasi pilihan. Pasalnya, pada beberapa hari tertentu ada pertunjukkan seni yang bisa Anda tonton, khususnya tari tradisional. Hanya saja, cek dulu jadwalnya sebelum datang.
Lalu, ada juga pengalaman unik yang bisa Anda coba saat berkunjung ke sini, yaitu jamuan ala keluarga kerajaan.
Pada dasarnya, tiket masuk ke puri ini beragam, tergantung layanan apa yang Anda inginkan. Namun rata-rata harganya mulai Rp100.000 untuk tur sejarah dan berkeliling puri, menonton tari tradisional, dan perjamuan makan malam.
Anda bisa datang ke Puri Ageng Blahbatuh yang berlokasi di Jalan Wisma Udayana Nomor 2X, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dengan mobil sewaan dari Putri Bali Rental.
Berkunjung ke pura saat liburan di Bali memang sudah biasa, namun tidak dengan vihara. Padahal, Pulau Dewata juga punya banyak bangunan vihara yang tidak kalah menarik, misalnya seperti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh yang ada di Kabupaten Gianyar.
Jadi selain Pura Tanah Lot dan pura-pura populer lainnya, vihara ini juga bisa Anda masukkan ke dalam daftar itinerary. Hal ini karena sejarah dan berbagai pesona lainnya dari tempat ibadah untuk umat Konghucu tersebut, seperti pada penjelasan lengkap berikut!
Bicara soal Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh Bali, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas tentang sejarahnya. Alasannya karena vihara ini sudah jadi tujuan umat Konghucu di Bali dan seluruh Nusantara untuk merayakan Imlek sejak tahun 1826.
Tokoh yang mendirikan vihara ini adalah seorang imigran dari Tiongkok, tepatnya dari Pulau Hainan. Jadi tidak heran jika arsitekturnya sangat kental dengan budaya China. Tidak seperti pura-pura di pulau ini, yang arsitekturnya kental dengan budaya Bali.
Orang-orang tua atau yang berasal dari generasi lama mengenal vihara ini sebagai Kongco Blahbatuh, jadi Anda tidak perlu bingung karena keduanya adalah hal yang sama. Sebelum dikenal dengan nama yang sekarang, vihara ini sempat berganti nama berkali-kali.
Hal ini karena vihara mengalami beberapa kali pemugaran, tepatnya pada tahun 1951, 1968, dan 1988. Pada pemugaran terakhir yang berlangsung pada tahun 1988, Bupati Gianyar saat itu meresmikan vihara dengan nama Vihara Amurva Bhumi, yang berlaku hingga saat ini.
Selain punya catatan sejarah yang sangat menarik, ada banyak daya tarik lain yang bisa Anda nikmati saat berkunjung ke Vihara Amurva Bhumi Gianyar, seperti berikut!
Seperti pada penjelasan di atas, vihara ini terlihat unik karena bentuk arsitekturnya yang berbeda dengan pura-pura di Bali. Alasannya karena pengaruh budaya China yang sangat kuat, sehingga ada banyak ornamen khas Tiongkok yang bisa Anda temukan di sini.
Sepanjang mata memandang, Anda akan banyak melihat warna merah yang jadi warna keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Ada juga lampion, ukiran pada jendela, dan ornamen khas Tiongkok lain. Umat Konghucu sering datang untuk ibadah di sini.
Lokasinya juga unik, karena terletak di dekat sungai dan di bawah jembatan kuno yang berasal dari era kolonial. Hal ini membuatnya tampak seperti villa, terutama villa khas Ubud. Namun jika Anda lihat dari dekat, akan jelas bahwa bangunan ini adalah vihara.
Selain umat Konghucu yang melakukan sembahyang ce it, cap go, atau merayakan Imlek, umat Buddha juga sering datang ke vihara ini untuk beribadah. Khususnya umat Huayan (Avataแนsaka), salah satu aliran agama Buddha yang paling populer di Tiongkok.
Bahkan ada juga umat Hindu yang datang ke vihara ini untuk beribadah, pasalnya ada pelinggih Hindu di dalam vihara. Hal ini adalah bentuk akulturasi budaya untuk menghargai kebudayaan leluhur orang Bali yang sangat kental dengan pengaruh agama Hindu.
Jika ingin berkunjung ke vihara di Gianyar ini, maka Anda tidak perlu khawatir karena harga tiketnya gratis. Anda cukup datang langsung ke alamatnya, yaitu di Jalan Wisma Gajah Mada Nomor 1, Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Jika Anda bukan datang ke Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh untuk beribadah, maka usahakan datang di hari-hari lain kecuali hari-hari besar agama Konghucu, Buddha, dan Hindu. Sebagai tips, sewa mobil di Putri Bali Rental agar perjalanan semakin nyaman dan mudah.