
Pitra Yadnya masuk dalam bagian Panca Yadnya, yaitu 5 jenis pengorbanan yang wajib dilakukan dan dipercaya oleh umat Hindu di Bali. Selain Pitra, lima bagian lain dari Panca Yadnya, yaitu Dewa Yadnya, RSI Yadnya, Manusa Yadnya, dan Bhuta Yadnya.
Pitra Yadnya merujuk pada istilah persembahan kepada roh leluhur yang telah meninggal. Upacara ngaben adalah salah satu yang paling familiar dan masuk dalam bagian Yadnya ini. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut seputar Yadnya ini, yuk simak!
Pitra Yadnya adalah pengorbanan yang berlandaskan hati yang tulus dan ikhlas suci. Pengorbanan ini khususnya kepada orang tua, leluhur, atau orang yang sudah meninggal. Upacara Pitra adalah upacara pengembalian jasad atau raga manusia kepada asalnya.
Asal yang dimaksud ini adalah alam pitara atau alam leluhur yang identik dengan istilah dekat dengan Tuhan. Jadi, dalam pandangan masyarakat Hindu Bali, pelaksanaan upacara ini jadi bagian terakhir dari siklus perjalanan umat manusia di Bumi.
Secara garis besar, ada 2 rangkaian upacara Pitra, yaitu:
Ngaben adalah upacara untuk mengembalikan jasad manusia menuju alam semesta. Bahasa kasarnya, ngaben adalah upacara pembakaran mayat dengan menggunakan 2 api, yaitu api konkret dan api abstrak.
Upacara ngaben tidak hanya akan mengabukan tubuh kasar saja, melainkan juga menyucikan dan mengembalikan 5 elemen pembentuk stula sarira atau panca maha bhuta. Ketika tubuh kasar sudah kembali ke panca maha bhuta, maka tubuh halus akan menuju ke alam tengah atau pitara loka.
Ngaben jika berdasarkan keadaan layon (jenazah) terdiri atas 3 jenis, yaitu:
Memukur adalah upacara tahap kedua setelah ngaben. Upacara memukur adalah proses untuk mengantarkan arwah untuk mencapai kesucian sampai tingkat dewa pitara. Ketika tubuh kasar sudah kembali ke panca maha bhuta dan tubuh halus menuju ke pitara loka, maka capaian tersebut belum tuntas.
Perjalanan tersebut belum tuntas karena masih ada alam roh yang lebih mulia, yaitu swah loka, yadnya loka atau alam atas. Dalam rangka melanjutkan perjalanan tersebut, maka upacara ngaben harus dilanjutkan dengan upacara memukur.
Bagi umat Hindu, pelaksanaan upacara memukur tidak harus cepat berlangsung setelah ngaben, melainkan bisa menunggu 12 hari atau pada hari tertentu. Upacara ini akan melibatkan berbagai tahapan, seperti:
Dalam pelaksanaan ini penting dalam budaya Bali. Masyarakat Bali percaya bahwa upacara ini bisa membantu roh leluhur mencapai alam kebahagiaan yang lebih tinggi.
Setelah tahu Pitra Yadnya itu apa dan apa saja rangkaian upacaranya, maka bisa turut menghormati budaya masyarakat Hindu di Bali yang masih lestari sampai sekarang. Selain itu, ada banyak upacara keagamaan lainnya dengan tujuan yang berbeda-beda.
Jika ingin melihat langsung upacara adat yang pelaksanaannya terbuka, maka bisa liburan ke Bali pada waktu-waktu tertentu. Kemudian, jika ingin menuju ke tempat upacara Pitra Yadnya atau upacara lainnya, maka bisa gunakan sewa mobil di Putri Bali Rental.