Pasar Tukad Eling jadi pasar tradisional yang cukup terkenal di Bali. Di pasar ini menjual berbagai kebutuhan rumah tangga yang lengkap dengan harga terjangkau. Mulai dari makanan, pakaian, aneka peralatan, perabotan, hingga kebutuhan untuk upacara umat Hindu.
Meski berada di kampung, tetapi pasar ini sangat ramai dan cukup besar. Sehingga masyarakat lokal maupun turis bisa menemukan semua kebutuhannya di pasar ini, mulai dari kebutuhan sehari-hari maupun oleh-oleh.
Pasar Tukad Eling adalah pasar tradisional di Tianyar Bali yang jadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pasar ini termasuk pusat perdagangan besar di tengah desa untuk memenuhi semua kebutuhan pokok masyarakat setempat, terutama warga di wilayah pesisir utara Karangasem.
Selain jadi pusat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat setempat, pasar ini juga jadi incaran para turis dan wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh tradisional.
Di pasar ini, Anda bisa memilih oleh-oleh berbagai macam produk, makanan, dan barang-barang khas Bali lainnya. Jika dibandingkan dengan toko pusat oleh-oleh mewah, pasar tradisional ini juga tak kalah lengkapnya.
Lokasi Pasar Tukad Eling berada di Desa Tianyar, Kec. Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai harus menempuh perjalanan sekitar 2 โ 3 jam (92,8 km) lewat Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Sedangkan, untuk jam operasional pasar ini adalah Setiap Hari mulai pukul 6 pagi โ 12 siang.
Liburan ke Bali kurang lengkap rasanya jika belum membeli oleh-oleh sebagai buah tangan. Dari sekian banyak pusat oleh-oleh mewah di Bali, pasar tradisional juga tak luput dari perhatian para turis dan wisatawan.
Selain menyediakan aneka oleh-oleh yang beragam, di pasar ini juga menawarkan harga yang lebih terjangkau. Tapi bagi Anda pendatang baru, ada beberapa tips agar mendapat harga murah saat berbelanja di pasar tradisional. Ini tipsnya:
Jika Anda ingin borong oleh-oleh di pasar tradisional ini, jangan sungkan untuk menawar setengah harga. Sebab, biasanya pedagang akan menjual dengan keuntungan yang berkali-kali lipat ke wisatawan bahkan turis.
Jadi, coba untuk menawar setengah harga dulu, dan ketika pedagang meminta untuk dinaikkan, maka bisa naikkan harga tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah daripada harga awal.
Sebagai turis atau wisatawan, untuk mendapatkan harga murah saat berbelanja di pasar tradisional adalah dengan mengajak orang lokal. Ketika ada bantuan warga lokal untuk menawar harganya, maka pedagang juga akan memberikan harga yang wajar dan tidak terlalu mahal.
Membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak sekaligus bisa mendapatkan potongan harga yang lebih murah. Jadi jika Anda berencana untuk memborong banyak oleh-oleh dan bervariasi, maka bisa datang ke pasar tradisional Tukad Eling.
Pasar tradisional jadi pusat perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat setempat. Selain itu, pasar ini juga jadi tempat belanja oleh-oleh khas Bali bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hanya beroperasi mulai pukul 6 pagi โ 12 siang menjadikan pasar ini selalu ramai setiap harinya. Bagi Anda yang ingin mengunjungi pasar ini, maka bisa gunakan sewa mobil di Putri Bali Rental.ย
Jadi rekomendasi tempat sewa mobil terpercaya dengan harga yang masih terbilang murah, menjadikan Putri Bali Rental sebagai solusi transportasi untuk mengantarkan Anda ke Pasar Tukad Eling.
Bali bukan hanya terkenal dengan pantainya yang sangat indah, tetapi juga memiliki banyak sekali pura dengan nilai sejarah yang tinggi. Salah satu tempat yang menarik mata para pelancong, yakni Pura Kawitan Kayu Selem.
Pura ini bukan hanya menawarkan keindahan arsitektur khas Bali, tapi juga suasana yang sangat sakral. Tidak hanya itu, pura ini memiliki sejarah yang panjang dan sampai kini menjadi tempat tinggi bagi masyarakat Bali!
Pura Kawitan adalah tempat pemujaan para umat Hindu yang memiliki ikatan atau garis keturunan. Jadi, Pura Pasek Kayu Selem menjadi tempat penting untuk bersembahyang sekaligus menghormati para leluhurnya.ย
Tapi tahu kah Anda? Pura ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Berawal dari kisah perjalanan Mpu Semeru ke Bali seorang diri untuk menghadap ke Bhatara Hyang Putrajaya. Kemudian, pura ini dibangun pada abad ke-16 dengan arsitekturnya yang menawan.
Kayu Selem memiliki arti kedamaian, dan sesuai dengan fungsinya sebagai pusat spiritual atau tempat sembahyang bagi umat Hindu. Sebagian masyarakat percaya nama tersebut berkaitan dengan pohon atau kawasan sakral yang dulu jadi temapt sembahyang.
Keberadaan pura ini tetap dihormati dan tetap dijaga kemurniannya hingga sekarang. Seiring dengan berkembangnya zaman, Pura Kawitan Kayu Selem menjadi tempat upacara keagamaan. Fungsi dari Pura Kawitannya juga masih terjaga hingga saat ini.
Pura ini berada di Kintamani, Pura Kayu Selem juga menjagi simbol identitas budaya masyarakat sekitar oleh para pelancong. Tiap tahunnya, ada ritual yang bertujuan untuk menghormati para leluhur.
Masyarakat sekitar Kawitan Pasek Kayu Selem senantiasa menjaga keberfungsian pura dan mempertahankan tradisi di dalamnya. Karena itu, tidak heran banyak pelancong kerap berdatangan di pura ini karena beberapa daya tariknya berikut ini!
Pura Kayu Selem sangat terkenal dengan keindahan arsitektur tradisional khas Balinya yang sangat indah. Ornamen-ornamen di bagunan ini memperlihatkan bagaimana detailnya dan sangat kuat kesenian Bali.
Banyak pelancong yang datang untuk berfoto atau sekedar melihat indahnya bangunan sakral milik umat Hindu ini. Terlebih lagi daerah sekitar pura masih penuh dengan pepohonan rindang, membuat udara di sana jadi lebih sejuk.
Banyak sekali umat Hindu selain yang memiliki garis keturunan, datang untuk berdoa dan mencari ketenangan batin. Para wisatawan juga tertarik untuk melihat langsung kehidupan spiritual masyarkaat sekitar dalam menjaga tradisi hingga sekarang.
Terlebih lagi di beberapa kesempatan, Anda bisa melihat beberapa tradisi adat tahunan yang diselenggarakan di sini. Di sana Anda bisa melihat bagaimana khidmatnya para umat Hindu sedang melakukan ritual persembahan dan beribadah.
Pura Pasek Kayu Selem kini menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan spiritual yang melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu upacara adat yang paling banyak diminati para pelancong, yakni Upacara Karya Agung.
Momen tersebut menjadi daya tarik tersendiri, para pelancong bisa melihat langsung bagaimana umat Hindu berpakaian. Tidak hanya itu, Anda bisa memahami proses sembahyang, dan apa saja persembahan yang dihadirkan.
Pura Kawitan Kayu Selem bukan hanya menawarkan ornamen pura yang kuat, tapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang menarik. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh sisi spiritual umat Hindu di Bali, jangan lupa gunakan sewa mobil dari Putri Rental Bali.
Pulau Dewata memiliki banyak pura dengan arsitektur yang mempesona. Salah satunya yaitu Pura Bukit Indrakila di Kintamani yang dijuluki sebagai Pura Kahyangan.
Pura ini terletak di dataran tinggi dengan pemandangan hijau yang menghampar. Dengan cuaca dingin yang sering berkabut, pura seakan berada di atas awan. Yuk, cek apa saja daya tarik dari Pura Indrakila.
Pura Bukit Indrakila berlokasi di Desa Dausa, Kintamani. Tempat wisata ini terkenal akan keindahan arsitektur dan suasananya yang begitu sejuk.
Maklum saja, tempatnya berada di dataran tinggi yang terletak sekitar 1300 meter di atas permukaan air laut. Jadi, suhu udara di sana memang lebih dingin daripada lokasi lain. Bahkan sering kali berkabut sehingga seperti berada di atas awan.
Menilik sejarah Pura Bukit Indrakila, pembangunan tempat ini dilakukan pada tahun 1133 hingga 1150 masehi. Pembangunan berlangsung pada masa pemerintahan Raya Jaya Sakti. Adapun tujuannya adalah sebagai tempat bertapa para raja Bali.
Nama Indrakila sendiri berasal dari Gunung Indrakila yang menjadi tempat bertama Ajura dalam kisah Mahabarata. Nama tersebut juga melambangkan Dewa Indra, dewa hujan dalam kepercayaan umat Hindu.
Pura ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersembahyang, tapi juga untuk bermeditasi dan menenangkan pikiran. Sampai sekarang, pura terawat dengan baik sehingga suasana menenangkannya juga masih terjaga.
Ada banyak hal menarik terkait Pura Indrakila yang perlu kamu ketahui, antara lain:
Pura Puncak Indrakila berada di atas bukit Indrakila yang namanya terinspirasi dari kisah Mahabarata. Tempat ini bahkan sering disebut sebagai replika Gunung Indrakila.
Gunung Indrakila merupakan tempat Arjuna bertapa selama mengalami pengasingan. Selama bertapa, Arjuna memohon kepada Dewa Siwa hingga ia memperoleh anugerah berupa panah sakti Pasupati.
Terdapat tiga kawasan suci dalam komplek Pura Indrakila, yaitu kawasan hyang api, payogan humintang, dan pesandekan.
Kawasan hyang api merupakan tempat bersembahyang umat Hindu. Selanjutnya, kawasan payogan humintang yang menjadi lokasi raja Bali bertapa. Kawasan suci yang ketiga bernama pesandekan.
Kawasan suci pesandekan tidak menerima pengunjung. Soalnya, hanya mereka yang sudah menjalani meditasi tingkat lanjut yang boleh masuk ke sini.
Kebanyakan pura di Bali memiliki tiga mandala. Namun, Pura Indrakila memiliki empat mandala, yakni tiga mandala biasa dan mandala khusus yang bernama Utamaning Utama Mandala.
Keunikan berikutnya yaitu adanya Lingga Yoni di Utamaning Utama Mandala. Lingga Yoni terletak di dalam Meru Betel, yakni bangunan suci yang memiliki atap tumpang tujuh.
Ulasan Pura Bukit Indrakila banyak menyebutkan tentang suasana menenangkan yang sangat pas buat healing. Selain itu, panorama asri bumi Kintamani juga sukses bikin wisatawan betah.
Untuk mencapai tempat wisata ini, kamu perlu menempuh perjalanan 2 jam lebih dari Denpasar. Sementara itu, jika berkunjung dari Jimbaran, maka waktu perjalanannya sekitar 3 jam.
Perjalanannya sendiri melalui jalur yang menanjak karena terletak di atas bukit yang berada di kawasan pegunungan. Maka wisatawan biasanya menggunakan kendaraan sewa untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Putri Bali Rental merupakan tempat sewa mobil dengan banyak pilihan tipe dan paket sewa. Jika berencana berkunjung ke Pura Bukit Indrakila, kamu bisa pilih paket sewa dengan sopir untuk mempermudah perjalanan. Yuk, booking mobil terbaik buat liburanmu sekarang!
Ngerupuk Bali merupakan tradisi umat Hindu yang dilakukan 1 hari sebelum Nyepi. Biasanya tradisi ini dilakukan pada sore hari (sandyakala). Ngerupuk masuk dalam tradisi upacara Bhuta Yadnya yang pelaksanaannya setelah prosesi Tawur Agung Kesanga.
Selama pelaksanaan tradisi ngerupuk, umat Hindu akan berkeliling halaman rumah sambil membawa obor dan membunyikan bunyi-bunyian serta menaburkan nasi tawur. Untuk lebih jelasnya tentang tradisi Ngerupuk Bali 2026, simak ini!
Ngerupuk Bali adalah tradisi 1 hari menjelang Nyepi. Umat Hindu percaya bahwa tradisi ini sebagai bentuk prosesi untuk mengusir Butakala atau kekuatan jahat agar tidak mengganggu saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Tradisi Ngerupuk juga berkaitan erat dengan perayaan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh jadi simbol perwujudan Butakala yang akan diarak berkeliling kemudian dibakar sebagai bagian dari ritual.
Tradisi Ngerupuk mencerminkan prinsip Tri Hita Karana. Prinsip ini merupakan filsafat hidup masyarakat lokal Bali yang mengedepankan hubungan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan.
Dalam pelaksanaan upacara Ngerupuk Bali, terdapat beberapa aturan serta peralatan untuk mendukung kegiatan keagamaan ini. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang tradisi Ngerupuk di Bali:
Secara umum, Ngerupuk jadi tradisi yang bertujuan untuk menolak bahaya atau meminta perlindungan dari segala hal negatif selama perayaan Nyepi. Tapi di sisi lain, masyarakat Hindu memaknai tradisi Ngerupuk dalam beberapa konteks, yaitu:
Ngerupuk sebagai simbol penolakan terhadap segala bentuk kejahatan dan hal-hal negatif lainnya. Dengan mengeluarkan suara atau bunyi-bunyian yang bising saat Ngerupuk, masyarakat percaya hal itu dapat mengusir energi negatif yang mengganggu.
Tradisi Ngerupuk jadi momen untuk mempererat tali persatuan dan kebersamaan. Selama tradisinya, masyarakat akan berkumpul, bekerjasama dalam membuat ogoh-ogoh, hingga merayakan tradisi secara bersama-sama.
Dalam rangka menyambut Nyepi, Ngerupuk jadi bagian dari ritual spiritual umat Hindu. Dengan melaksanakan upacara Ngerupuk menjelang Nyepi, maka masyarakat juga akan mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki dan melaksanakan Nyepi.
Bagi generasi muda, tradisi Ngerupuk jadi bagian dari pendidikan budaya. Lewat tradisi ini, Anda bisa belajar tentang nilai-nilai, makna, hingga pentingnya keseimbangan dunia fisik dan spiritual.
Ngerupuk jadi tradisi menjelang Nyepi yang pelaksanaannya pada sasih kesanga (kesembilan) dalam kalender Bali. Tujuan tradisi ini untuk mengusir roh jahat dan bentuk penolakan bahaya. Tradisi ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dunia fisik dan spiritual.
Dalam prosesnya, terdapat beberapa prosesi upacara yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Bagi Anda yang ingin melihat bagaimana pelaksanaan tradisi Ngerupuk, maka bisa datang H-1 sebelum Nyepi.ย
Untuk mengantarkan Anda ke tempat Ngerupuk di Bali, maka bisa gunakan sewa mobil di Putri Bali Rental. Putri Bali Rental jadi tempat sewa mobil terpercaya dan praktis untuk mendukung perjalanan Anda menuju ke lokasi perayaan tradisi Ngerupuk Bali.
Bali Twin Lake Trekking Point jadi destinasi terbaik untuk menikmati panorama dua danau kembar di Bali. Berlokasi di kawasan pegunungan yang sejuk, menjadikan tempatnya jadi opsi wisata alam terfavorit bagi wisatawan.
Tidak jarang tempatnya ini juga jadi spot refreshing terbaik di Buleleng Bali. Penasaran apa saja daya tarik dan keindahan dari Bali Twin Lake yang satu ini? Yuk, simak!
Lokasi Bali Twin Lake Trekking Point berada di Jl. Raya Pancasari, Gobleg, Kec. Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai, maka akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam (75,4 km) lewat Br. Taman Tanda โ Mengwitani.
Untuk jam operasionalnya adalah Setiap Hari, mulai pukul 9 pagi โ 5 sore. Sedangkan, untuk HTM-nya adalah sebagai berikut:
Untuk informasi harga tiket Bali Twin Lake Trekking Point ini juga akan diberikan oleh petugas saat di loket pembayaran.
Dari sekian banyak destinasi wisata alam di Bali, menikmati keindahan alam dua danau kembar jadi pengalaman liburan atau refreshing yang berkesan. Bukan tanpa alasan, di destinasi wisata ini juga menyuguhkan daya tarik seperti:
Keindahan view alam jadi daya tarik utama wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Di Bali Twin Lake Trekking Point tours menawarkan pemandangan danau kembar memukau yang bisa Anda lihat dari atas puncak.
Dengan suasana yang sejuk, nyaman, dan tenang, menjadikan para wisatawan betah berlama-lama berada disana.
Bagi Anda yang punya jiwa adventure, tidak ada salahnya mencoba mengunjungi tempat ini. Di sini terdapat jalur trekking Buyan Tamblingan yang memberikan sensasi berjalan di tepian tebing dan hutan yang sejuk.
Kano adalah perahu kecil yang bisa anda gunakan untuk menikmati pemandangan kawasan danau dengan lebih dekat. Saat menaiki kano, wisatawan diajak untuk menyusuri danau yang sekelilingnya adalah hutan yang penuh dengan ragam flora dan fauna.
Spot foto jadi hal yang tidak pernah ketinggalan dicari oleh para wisatawan. Di tempat ini Anda tidak perlu khawatir soal spot foto estetik dan bermakna. Sebab, setiap sudut tempatnya tersedia spot foto yang masih identik dengan ciri khas Bali.
Mulai dari pura, pohon besar, view danau kembar, hingga banyak opsi spot menarik lainnya untuk Anda jelajahi. Dengan begitu, Anda bisa mengabadikan momen liburan agar semakin berkesan.
Selama menaiki danau dan menyusuri pemandangan di kawasan sana, wisatawan akan ditemani oleh pemandu yang ramah. Pemandu tersebut akan mengenalkan dan menjelaskan setiap sudut ikonik dari tempat ini.
Wisatawan juga bisa bertanya seputar tempat wisata ini serta meminta rekomendasi spot foto mana yang paling estetik dan instagramable.
Bali jadi opsi liburan dan refreshing terbaik karena menawarkan banyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Salah satu destinasi alam yang cukup populer di Bali adalah Twin Lake.ย
Untuk menjelajahi Danau kembar di Buleleng Bali, Anda bisa gunakan sewa mobil di Putri Bali Rental. Putri Bali Rental jadi solusi transportasi praktis, nyaman, dan ideal untuk mengantarkan Anda menuju ke Bali Twin Lake Trekking Point.
Bicara soal tempat-tempat unik di Taman Wana Street memang seakan tidak ada habisnya. Salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi adalah Bendungan Palasari, sebuah tempat wisata yang indah dan telah memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.
Bendungan ini adalah salah satu bendungan terbesar di Bali, mengingat memiliki volume 720.000 m3 dengan masing-masing panjang, lebar, dan tinggi 350 x 10 x 39,8 meter. Jadi, apakah Anda sudah siap untuk menelusuri keindahan tempat ini?
Sebelum berkunjung ke bendungan ini, Anda pastinya penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentang apa saja daya tariknya. Ternyata, ada banyak keindahan dan daya tarik dari Bendungan Palasari Bali, seperti pada penjelasan lengkap dan detail di bawah ini!
Sebenarnya, eksistensi bendungan ini sudah direncanakan oleh masyarakat sekitar sejak tahun 1946 silam. Pada saat itu, masyarakat sekitar mengusulkan untuk membuat bendungan Sungai Sang Hyang Gede yang ada di Jembrana karena kekurangan air.
Hanya saja, Direktorat Jenderal Pengairan Republik Indonesia baru menindaklanjuti permintaan masyarakat tersebut beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1950-an. Proses pembangunannya pun tidak instan, sehingga perlu menghabiskan puluhan tahun.
Hal ini mengingat fakta bahwa tim perencana baru melakukan studi kelayakan bendungan pada tahun 1971, sedangkan rancangannya baru ada pada tahun 1975. Lalu, pada tahun 1982 perencanaan rinci mulai dibuat, namun pemerintah menunda proyeknya.
Hal ini karena menurut studi kelayakan dan perencanaan lainnya, pemerintah menganggap jika pembangunan bendungan masih belum layak. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1987, menteri PUPR pada saat itu berhasil mewujudkannya.
Pemerintah mulai membangun bendungan Sungai Sang Hyang Gede tersebut pada tahun yang sama, sebelum bisa beroperasi pada tahun 1989. Setelah puluhan tahun berlalu, keinginan masyarakat untuk membangun bendungan pada akhirnya bisa tercapai.
Selain bisa memasok kebutuhan air bagi masyarakat sekitar, bendungan ini juga bermanfaat untuk rekreasi. Pasalnya, Anda bisa melakukan banyak aktivitas di sini, termasuk menikmati panorama alam yang hijau dan asri sambil bersepeda di area tepi bendungan.
Sambil bersepeda, Anda dapat merasakan angin sepoi-sepoi yang menenangkan. Bahkan selain dengan sepeda, Anda juga bisa jogging di sekitar bendungan. Ada juga beberapa wisatawan yang sengaja datang ke bendungan ini untuk trekking ke hutan.
Apabila Anda ingin alternatif trekking yang lain selain Air Terjun Juwuk Manis di Jembrana, maka tempat ini adalah salah satu tempatnya.
Jika Anda ingin berkemah dengan keluarga dan teman-teman, bendungan ini juga bisa jadi salah satu pilihannya. Hal ini karena bendungan berlokasi di taman, sehingga sangat dekat dengan area camping.
Selama berkemah di sini Anda dapat melakukan banyak aktivitas menarik, termasuk mengelilingi api unggun sambil bernyanyi, pesta BBQ, dan aktivitas bonding lain. Pas untuk menghabiskan quality time dengan orang terdekat agar semakin dekat.
Pastinya, Anda juga bisa melakukan aktivitas yang berkaitan dengan air saat berkunjung ke bendungan ini. Contohnya adalah memancing, mengingat ada banyak ikan yang siap untuk Anda tangkap di sini. Selain itu, Anda juga bisa main kano di tengah bendungan.
Untuk berkunjung ke Bendungan Palasari, Anda dapat mengendarai mobil sewaan Putri Bali Rental ke Taman Wana Street, Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.